Jumat, Desember 3, 2021
BerandaGaya HidupKhazanahMenangis Saat Shalat Ternyata Berbahaya, Simak Penjelasannya

Menangis Saat Shalat Ternyata Berbahaya, Simak Penjelasannya

Menangis saat shalat apakah boleh? Pastinya hal tersebut bukan hal yang asing lagi untuk kita. Bahkan tak jarang orang yang mengalami hal tersebut dalam ibadah shalatnya.

Namun, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam Islam, atau jangan-jangan bisa membatalkan shalat kita? Bagaimana jika shalat kita selama ini tidak Allah SWT terima, sebab menangis?

Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa bentuk dari menangis tersebut. Maksudnya adalah ada yang bisa membatalkan shalat, ada juga yang hukumnya tidak membatalkan amalan. Untuk itu penting sekali kita memahami hal tersebut.

Bagi beberapa orang mungkin menangis ketika shalat juga menjadi pertanyaan besar. Apa menangis juga bisa dikatakan sebagai wujud dari kekhusyukan kita? Menangis bisa juga kita katakan sebagai salah satu ciri-ciri dari shalat yang khusyuk.

Menangisi karena betapa cintanya Allah kepada hambanya. Ia sadar bahwa dirinya berlumuran dosa, tetapi baiknya Allah SWT selalu mengampuni dan menerima tobat kita.

baca juga: Doa Ketika Mengalami Kesulitan yang Mudah Dihafalkan Beserta Artinya

Menangis Saat Shalat, Apakah Membatalkan?

Supaya bisa mendapatkan jawaban yang pasti, perlu sekali kita mengulas lebih detail pernyataan tersebut. Tentunya semua orang memiliki keinginan untuk selalu khusyuk dalam melaksanakan ibadah shalat. Dari pernyataan tersebut, para ulama mempunyai pendapat yang berbeda-beda.

Kebanyakan dari kita malah mengingat pekerjaan ketika shalat. Bukan mengingat shalat ketika sedang bekerja. Itulah titik anehnya manusia yang menjabat sebagai ciptaan Allah SWT yang sempurna.

Hal tersebut juga menunjukkan kepada kita, bahwa manusia itu sombong. Seolah-olah tidak membutuhkan Allah. Merasa bisa melakukannya sendiri. Bahkan tak jarang pula yang melakukan shalat hanya menggugurkan kewajiban saja.

Perlu Anda catat, bahwa menangis saat shalat yang menunjukkan kekhusyukan kita bukanlah yang demikian. Melainkan kita ingat siapa diri kita tanpa Allah. Menangis karena besarnya rasa cinta Allah SWT kepada kita.

Tidak sedikit seorang imam masjid yang menangis ketika shalat. Bahkan tidak jarang juga jamaahnya juga ikut menangis. Perlu Anda ketahui, menangis itu tidak membatalkan ibadah lima waktu tersebut.

Apabila kita melakukannya dengan tidak sengaja atau hanya memunculkan suara samar serta mengeluarkan huruf hijaiyah sedikit dalam tangisannya tersebut.

Salah satu hal yang membatalkan shalat kita adalah berbicara ataupun mengucapkan kata selain zikir dan ayat suci Al-Quran.

baca juga: Puasa Sunnah Tasu’a, Berikut Penjelasan Niat Beserta Keutamaannya

Baginda Rasul Muhammad SAW Menangis dalam Shalatnya

Dalam hadits riwayat Ahmad menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan shalat sembari menangis terisak-isak. Seperti pada dadanya terdapat bunyi air yang mendidih.

Terkadang kita menangis saat shalat untuk mengungkapkan penyesalan dosa-dosa yang sudah kita perbuat. Mendapatkan masalah yang berat.

Dengan menangis saat shalat juga membantu untuk melegakan perasaan. Pasalnya hanya Allah SWT, tempat untuk kita mengadu. Dia-lah tempat terbaik untuk mengutarakan semua isi hati sejujurnya. Bukankah hanya mengingat Allah SWT, hati akan menjadi lebih tenang.

baca juga: Puasa Sunnah di Bulan Muharram Memiliki Keutamaan dan Pahala Besar

Menangis Karena Kekhusyukan Adalah Hal Baik

Oh iya, menangis saat shalat karena kekhusyukan kita adalah suatu hal yang baik serta disyariatkan. Selain itu, ia merupakan salah satu sifat dari orang yang soleh.

Akan tetapi jika ada seseorang yang menangis hanya karena urusan dunia ketika ia shalat, maka alangkah lebih baiknya di tahan. Akan tetapi jika kita tidak mampu menahan untuk tidak menangis saat ibadah maka tidaklah mengapa, tidak akan membatalkan amalan kita kepada Allah tersebut.

Menangis Saat Melaksanakan Ibadah Fardhu Itu Boleh

Karena tidak membatalkan ibadah kita, seperti penjelasan pada bagian sebelumnya, bahwa hukum menangis saat shalat adalah boleh. Lalu apakah boleh bagi jamaah menangis dalam shalatnya dengan suara yang keras?

Perlu menjadi pengetahuan penting untuk Anda, bahwa Abu Bakar merupakan sosok yang suka menangis. Bahkan misalnya ketika shalat, didengarkan oleh orang lain. Jadi, menangis tersedu-sedu itu boleh, meskipun ada jamaah lain yang mendengarkan.

Selain itu perlu dipastikan juga bahwa apabila menangis tersebut bukan karena memikirkan isi dalam ibadah shalat tersebut, maka bisa jadi dia menangis dengan alasan mengadukan masalahnya kepada Allah. Bisa juga dikatakan ia merasa bersalah karena sudah melakukan perbuatan dosa.

Suatu hari ketika Umar Bin Khattab melaksanakan shalat Subuh dan menjadi imam. Umar membaca surat Yusuf kemudian saat sampai pada ayat yang artinya aku mengadukan semua kekhawatiranku dan kesusahan hatiku hanya kepada Allah SWT. Setelah itu Umar menangis bahkan bunyi tangisannya terdengar oleh jamaah lainnya (HR. Bukhari).

Perihal menangis saat salat ini banyak ulama yang bertentangan. Akan tetapi adanya hadis tersebut menjadi bahan-bahan bagi ulama yang mengatakan bahwa menangis dapat membatalkan ibadah lima waktu. 

Penjelasan mengenai semoga adanya ilmu penjelasan mengenai menangis saat shalat tersebut menjadikan ibadah kita lebih baik lagi kepada Allah serta kita dituntut untuk menuju jalan yang lurus. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -