Pasien Covid-19 di Isolasi Terpusat Kota Banjar Diserang Tomcat

Pasien Covid-19 di Tempat Isolasi Terpusat Kota Banjar
Petugas kesehatan memindahkan pasien yang diserang Tomcat ke ruangan lain di tempat isolasi terpusat GBP Langensari Kota Banjar. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi terpusat di Gelora Banjar Patroman (GBP) Langensari Kota Banjar, Jawa Barat, merasa resah. Pasalnya banyak serangga jenis Tomcat yang menyerang dan menggigit pasien di tempat isolasi terpusat.

Bahkan, sejumlah pasien Covid-19 di isolasi terpusat mengalami gatal-gatal seperti terbakar hingga panas dan perih pada bagian kulit yang terluka. Hal itu akibat infeksi gigitan serangga jenis kumbang tersebut.

Salah seorang pasien yang terserang Tomcat, Dhana Rexza Kusuma, mengatakan, awalnya ia mulai merasa terserang Tomcat sejak masuk tempat isolasi terpusat. Dhana masuk isolasi terpusat pada hari Jum’at, sekitar 5 hari yang lalu.

Selang beberapa hari kemudian setelah menjalani isolasi terpusat ia mulai terasa terserang Tomcat. Kulitnya mengalami gatal-gatal, perih dan panas seperti terkena luka bakar.

“Kebetulan di lantai atas itu ada dua orang saya sama mas Nanang. Kalau saya pada bagian mata perih seperti luka bakar. Teman saya juga sama malah lebih parah lagi,” kata Dhana saat dihubungi HR Online, Selasa (31/8/2021).

Lanjutnya, serangan serangga Tomcat tersebut terjadi pada malam hari saat sedang beristirahat. Sebab waktu siang hari pasien beraktivitas seperti biasa sehingga tidak ada serangan Tomcat.

Baca Juga: Mural di Kota Banjar Dihapus, Apa Isi Tulisannya?

Selain itu, menurutnya serangga Tomcat tersebut masuk ke dalam tempat ruang isolasi terpusat melalui pintu utama. Terutama dari arah lapangan atau stadion.

“Ini kan area terbuka jadi kemungkinan masuk dari arah lapangan sepakbola. Tomcat itu juga bukan hanya ada di lantai atas saja, tapi juga di lantai bawah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap ada perhatian dari pemerintah melalui Dinas terkait agar serangga Tomcat tersebut bisa diatasi. Selain itu, ia berharap Dinas terkait juga memberikan obat-obatan yang diperlukan bagi pasien yang menjalani isolasi terpusat.

“Dari kemarin belum ada kalau obat untuk mengobati luka yang terkena Tomcat. Kami berharap nanti dicarikan solusinya agar pasien bisa menjalani isolasi dengan tenang,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar, Dedi Suardi, mengatakan, untuk pasien Covid-19 di isolasi terpusat yang terkena serangan Tomcat, sekarang sudah dievakuasi ke ruangan yang lain.

“Ada satu orang dan sekarang sudah dievakuasi ke lantai atas. Pasien sebelumnya tidak melapor waktu pemeriksaan kesehatan rutin pagi hari dan dikiranya terkena air saat mandi,” katanya.

Saat ini, kata Dedi, berdasarkan data per 31 Desember untuk pasien yang masuk ke isolasi terpusat sebanyak 54 orang. Rinciannya pasien dirujuk ke RS 4 orang, pasien selesai isoter 29 orang dan pasien yang menjalani isolasi di tempat isoter 21 orang.

Sedangkan ketersediaan tempat tidur yang masih tersedia di tempat isolasi terpusat yaitu untuk Kasur sebanyak 21 unit dan Velbed 32 unit.

“Sampai hari ini ada 21 pasien yang menjalani perawatan di isolasi terpusat dan untuk ketersediaan tempat tidur sejauh ini masih mencukupi,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)