Pemuda Kota Banjar Ini Kembangkan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

Pemuda Kota
Pengembangan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok dilakukan Erik Hidayat bersama Kelompok Budidaya Ikan Mina Cimanggu, Desa Batulawang. Foto: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemuda Kota Banjar bernama Erik Hidayat, mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok. Ia pun menjadi salah satu delegasi dalam pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Erik Hidayat sendiri merupakan anggota dari Kelompok Budidaya Ikan Mina Cimanggu, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Ia maju dalam pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021 kategori Bidang Pangan melalui budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok.

Pemuda Kota Banjar ini mengaku optimis nantinya dapat mewakili Kota Banjar dalam ajang tersebut hingga ke tingkat selanjutnya.

Kepada HR Online, Erik menuturkan bahwa awalnya mulai merintis pengembangan budidaya ikan nila pada tahun 2017.

Namun, kala itu Erik memakai cara manual dalam pengembangannya, yaitu memanfaatkan lahan kebun yang ia buat menjadi empang atau kolam ikan menggunakan terpal.

Kemudian, pada tahun 2020 setelah ada bantuan untuk pengembangan, Erik pun mulai mengembangkan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok.

“Untuk sistem manual masih berjalan. Tapi sekarang kami lebih mengembangkan menggunakan sistem bioflok. Jumlahnya sementara ini baru ada 10 bioflok,” tuturnya, Kamis (26/08/2021).

Baca Juga : Perda Kepemudaan di Kota Banjar, Ini Saran HIPMI untuk Pemuda

Budidaya Ikan Sistem Bioflok Lebih Efisien

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok jauh lebih praktis dan efisien. Pasalnya, benih yang ditebar jumlahnya bisa lebih banyak jika dibandingkan menggunakan sistem empang.

Erik menyebutkan, jika menggunakan sistem bioflok, per satu bioflok ukuran 10 meter kubik bisa ditanami benih ikan hingga 1.000 ekor.

Tetapi kalau menggunakan kolam atau empang hanya bisa menampung 100 ekor benih per 10 meter kubik.

“Persentase dalam konsumsi pakan juga lebih irit. Perawatannya lebih bersih dan hama tidak mudah masuk. Sehingga bisa mengurangi resiko kematian pada ikan,” terang pemuda pelopor asal Kota Banjar ini.

Sejauh ini, lanjut Erik, untuk hasil panen dari budidaya sistem empang sudah mulai berjalan, dan panennya per 2 bulan sekali.

Sedangkan, untuk pengembangan menggunakan sistem bioflok baru akan mulai panen beberapa bulan kedepan.

“Untuk hasil panen sistem bioflok, kami masih tahap pengembangan. Kemarin sempat panen, cuma kurang bagus karena benihnya bukan dari hasil sendiri,” katanya.

Erik juga mohon doanya agar nanti ia bisa mewakili Kota Banjar dalam pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Disporapar Optimis Pemuda Pelopor Asal Kota Banjar Masuk Nominasi

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Banjar, Dedi Suardi mengaku optimistis nantinya dua orang delegasi pemuda pelopor dari Kota Banjar dapat menembus nominasi tingkat Provinsi Jawa Barat. Hingga melenggang ke tingkat nasional.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu pengumuman hasil penilaian lapangan yang dilakukan tim penilai dari Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Jawa Barat pada hari Senin lalu.

“Kami optimis. Mudah-mudahan nanti bisa masuk nominasi tingkat provinsi dan melenggang ke tingkat nasional. Kita support sambil menunggu pengumuman hasil penilaian,” kata Dedi Suardi. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva