Penyebab Kucing Cacingan, Waspada Bisa Menular ke Manusia!

Penyebab Kucing Cacingan
Lesu salah satu ciri kucing cacingan, kenali penyebabnya. Foto: Ndu/HR

Cari tahu penyebab kucing cacingan dan cara mengobatinya. Meski gejala ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum, namun bisa sangat mengganggu kucing dan pemiliknya.

Gejala kucing cacingan sering terjadi pada kucing domestik. Penyebab biasanya adalah parasit cacing yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Cacing parasit ada beberapa jenis, yaitu cacing gilig, cacing pita, dan cacing tambang. Setiap jenis cacing parasit memiliki perantara yang berbeda.

Penyebab Kucing Cacingan

Secara umum, kucing cacingan terjadi karena mengalami kontak dengan telur, larva, atau cacing itu sendiri. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya agar pemilik lebih waspada.

Makanan yang Terinfeksi

Sebagian besar pemilik pasti memperhatikan kucing dengan memberi makanan berkualitas. Akan tetapi, kucing masih memiliki naluri untuk berburu. Terkadang kucing berkeliaran di rumah dan mengejar tikus.

Baca Juga: Kucing Makan Bulu Sendiri, Begini Cara Menghentikannya

Salah satu penyebab kucing cacingan adalah karena mereka menggigit tikus yang sudah terjangkit telur atau larva cacing.

Lingkungan yang Tercemar

Jenis cacing yang paling sering menginfeksi kucing adalah cacing gilig. Biasanya cacing gilig ini berada di sekitar lingkungan tempat tinggal kucing. Ras kucing kampung paling berisiko terinfeksi cacing gilig karena lebih sering berada di luar ruangan.

Tanah kotor yang terjangkit telur dan larva cacing juga bisa menjadi penyebab kucing cacingan. Kotoran kucing lain yang berbagi litter box juga berpotensi menyebarkan cacing apabila tidak sengaja tersentuh.

Susu Induk Kucing Cacingan

Kucing yang baru lahir bisa terinfeksi cacing gilig meski tidak berkeliaran di luar rumah. Alasannya karena larva cacing gilig bisa menghinggapi induk kucing dan menyebar hingga ke kelenjar susu. Larva cacing bisa menyebar ke anak-anak kucing dan menjangkiti mereka.

Anak kucing yang terjangkit cacing tidak hanya terganggu kesehatannya, tetapi juga terancam nyawanya. Anak kucing belum memiliki antibodi sekuat kucing dewasa, sehingga gejala cacingan bisa menyebabkan ia mati apabila tidak segera mendapat perawatan.

Kucing Menelan Kutu

Apabila kucing terjangkit kutu, maka kondisi ini juga memiliki kaitan dengan penyebab kucing cacingan. Jenis cacing pita bisa menyebat lewat kutu. Kucing tidak sengaja menelan kutu ketika sedang melakukan grooming.

Cacing pita yang berhasil masuk ke tubuh kucing akan menyebar dan menginfeksi sistem pencernaan. Kondisi ini sangat rentan menyebabkan kucing mual dan muntah. Cacing pita juga bisa menginfeksi anjing dan berkembang membentuk kista di abdomen kutu dewasa.

Kontak dengan Siput

Cacing paru adalah jenis cacing masih terbilang jarang menginfeksi kucing, namun tetap beresiko tinggi. Telur dan larva cacing paru terdapat pada siput atau bekicot yang terinfeksi. Kucing yang melakukan interaksi dengannya bisa mengalami cacingan.

Baca Juga: Ciri Kucing Cacingan, Kenali Gejalanya Segera!

Sesuai namanya, cacing paru menyerang organ pernapasan dan menyebabkan batuk, sesak napas, hingga kehilangan nafsu makan. Apabila didak mendapat penanganan, kucing yang terinfeksi cacing paru akan mengalami pendarahan paru-paru, hati, usus. dan organ tubuh lainnya.

Gejala Kucing Cacingan

Umumnya kucing yang terinfeksi cacing tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, dalam beberapa kasus, kucing cacingan bisa menyebabkan gejala yang serius seperti berikut.

  • Muntah disertai cacing
  • Diare
  • Kotoran lembek, terkadang berdarah
  • Kehilangan berat badan
  • Perut buncit
  • Lesu
  • Bibir dan gusi pucat
  • Kematian (pada kasus yang tidak ditangani)

Dengan adanya gejala-gejala tersebut, pemilik diharuskan lebih waspada terhadap penyebab kucing mengalami cacingan. Sebaiknya pemilik membawa kucing ke dokter hewan untuk berkonsultasi dan mendapat penanganan yang tepat. Informasi pada halaman ini tidak berisi diagnosa, sehingga penting untuk meminta pertolongan pada ahlinya mengingat kondisi tiap kucing berbeda-beda.

Cara Merawat Kucing Cacingan

Ada beberapa bahan alami yang bisa meringankan gejala kucing cacingan. Beberapa di antaranya mudah ditemukan, yaitu bawang putih, cuka apel, biji labu kuning, wortel dan kunyit. Akan tetapi, pengobatan yang tepat hanya bisa didapat dari pemeriksaan dokter hewan.

Dokter hewan akan memberi resep obat yang sesuai dengan riwayat medis kucing. Atau bisa juga dengan memberi injeksi untuk membunuh cacing dan larva sesuai diagnosis. Obat kucing cacingan di antaranya fenbendazole, pyrantel, dan praziquantel yang dapat membasmi hampir semua jenis cacing.

Selain mengobati kucing dan mengetahui penyebab kucing cacingan, kamu juga perlu memastikan kebersihan lingkungan sekitar agar kucing tidak terjangkit cacing lagi.

Untuk kucing yang berada di dalam ruangan, pastikan pasir dalam litter box diganti secara rutin. Terutama jika litter box ini digunakan oleh beberapa kucing sekaligus. Pasir bekas kotoran kucing berpotensi menjadi media penyebaran cacing gilig.

Sedangkan untuk kucing yang sering berkeliaran di luar rumah, selalu pastikan area tersebut terhindar dari telur dan larva cacing. Tikus dan siput bisa menjadi media penularan cacing. Siput atau bekicot menularkan cacing paru yang bisa membahayakan sistem pernapasan kucing.

Waspada Cacing Menular ke Manusia

Cacing yang menginfeksi kucing juga bisa menular ke manusia, terutama anak-anak. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan manusia terjangkit cacing, yaitu:

  • Anak-anak yang bermain di dekat area pasir tempat kucing membuang kotoran.
  • Manusia yang berjalan tanpa alas kaki.
  • Kegiatan berkebun tanpa menggunakan sarung tangan.

Kontaminasi pada kulit secara langsung adalah penyebab cacing menginfeksi manusia. Maka dari itu, penting untuk menerapkan pola hidup bersih. Misalnya dengan rajin mencuci tangan dan selalu memakai alas kaki ketika berada di luar ruangan. Karena itu bagi kamu yang memelihara kucing, selalu waspada terhadap penyebab kucing cacingan. (R7/HR-Online)

Editor: Ndu