Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Listrik Statis dan Dinamis dari Muatan Listrik di Dalamnya

Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis dari Muatan Listrik di Dalamnya

Listrik statis dan dinamis yang ada pada arus listrik memiliki perbedaan. Listrik adalah perpindahan elektron dalam suatu atom ke atom yang lainnya. Kata lain listrik yaitu suatu muatan yang terdiri dari muatan positif dan muatan negatif.  

Sebuah benda dapat dikatakan memiliki energi listrik apabila membawa perbedaan jumlah muatan. Secara umum, listrik dapat terbagi menjadi dua macam. Sebut saja listrik dinamis dan listrik statis. 

Baca Juga: Perpindahan Kalor Secara Radiasi Tanpa Perantara

Inilah Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Listrik statis merupakan suatu muatan pada arus listrik yang biasanya tidak bergerak. Hal itu karena terdapat sistem aliran perpindahan arus yang cukup terbatas. Melansir Wikipedia, listrik statis merupakan ketidakseimbangan muatan listrik dalam atau pada permukaannya. 

Fenomena listrik statis ini umumnya terjadi karena tidak adanya aliran atau perpindahan arus listriknya. Sedangkan listrik dinamis merupakan listrik yang dapat bergerak atau mengalir.

Arus listriknya adalah aliran muatan listrik yang biasanya melalui kawat penghantar. Arah dari arus listrik searah dengan arah gerak muatan positif dan banyaknya muatan listrik. Berikut ini beberapa hal yang menjadi perbedaan kedua listrik tersebut.

Muatan listrik statis biasanya tidak mengalami pergerakan. Berbeda dengan listrik dinamis yang mengalami pergerakan atau dikenal sebagai arus listrik.

Listrik statis biasanya terjadi karena adanya gesekan antara dua buah material. Sedangkan listrik dinamis terjadi karena adanya muatan listrik yang berbeda. Terjadinya arus listrik tersebut searah dan arus yang berlawanan.

Perbedaan listrik statis dan dinamis lainnya terlihat dari aliran listriknya. Perpindahan elektron secara terus-menerus terjadi pada listrik dinamis. Sedangkan pada listrik statis, hal tersebut tidak terjadi.

Pada listrik dinamis karena adanya elektron pada konduktor sangat mudah untuk berpindah. Sedangkan perpindahan elektron pada listrik statis karena adanya gesekan tidak mengalir secara kontinyu.

Pada listrik statis pengukurannya cukup sulit dilakukan. Sedangkan untuk listrik dinamis relatif mudah dilakukan dalam berbagai pengukurannya. Seperti halnya kuat arus, tegangan, hambatan, dan daya listrik.

Listrik dinamis biasanya hanya terjadi pada penghantar konduktor saja. Sedangkan fungsi dari isolatornya untuk mencegah penggunanya dari timbulnya sengatan listrik.

Baca Juga: Jenis Larutan Elektrolit dengan Berbagai Karakteristiknya

Persamaan Listrik Statis dan Dinamis

Kedua listrik ini sebenarnya memiliki beberapa persamaan. Meskipun terdapat perbedaan yang tampak signifikan dari segi pengertian listrik statis dan dinamis, berikut ini beberapa persamaan dari kedua listrik tersebut.

Keduanya memiliki daya magnet yang dapat tarik-menarik. Terjadinya listrik statis dan dinamis ini umumnya karena perpindahan aliran muatan listrik pada dua benda yang saling terhubung satu sama lain sebagai perantaranya.

Pada listrik statis dan dinamis secara umum memiliki inti atom. Terdiri dari muatan proton atau bermuatan positif dan elektron atau bermuatan negatif.

Contoh Listrik Statis

Terjadinya petir, energi listrik yang berasal dari petir timbul karena adanya pergerakan awan secara terus-menerus. Hal itu yang menimbulkan gesekan pada dua lempengan. Baik itu lempengan awan dengan awan serta lempengan awan dengan bumi.

Contoh lainnya, terdapat percikan api pada ban truk di jalan raya. Hal itu karena terjadi gesekan pada ban truk dengan jalan raya sehingga menghasilkan muatan listrik negatif.

Perbedaan listrik statis dan dinamis juga bisa terlihat dari penerapan listriknya. Listrik statis pada penggaris plastik yang digosokkan dengan kain wol, maka terjadi perpindahan muatan negatif dari kain wol ke penggaris plastik.

Bahkan saat menyisir rambut, maka rambut akan berdiri sendiri. Hal itu beriringan dengan gerakan sisirnya. Lalu adanya daya tarik menarik pada tangan dan balon.

Terlebih saat keduanya digosok atau digesekkan. Gesekan tangan ke balon menyebabkan kedua material tersebut bermuatan listrik statis. Hal itu karena salah satu materialnya kehilangan elektron. Pada akhirnya, memiliki muatan listrik positif.

Contoh selanjutnya, saat mendekatkan tangan dengan layar TV yang baru saja off. Bulu atau rambut yang berada pada tangan pun menjadi berdiri.

Contoh Listrik Dinamis

Pada mobil mainan dengan baterai akan secara otomatis bergerak saat terpasang baterai. Hal itu karena muatan listrik yang terdapat pada baterai mengalir pada rangkaian listriknya.

Penggunaan lampu senter menjadi menyala dan bercahaya. Hal itu karena terjadinya aliran elektron yang ada di dalamnya. Tersambungnya beberapa peralatan listrik dengan sumber listriknya untuk dapat mengoperasikan televisi, kipas angin, dan peralatan listrik lain.

Perbedaan listrik statis dan dinamis terlihat dari muatan listrik yang ada di dalamnya. Meskipun terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari segi pengertian keduanya, ternyata juga memiliki persamaan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -