Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita BanjarProgram Sampurasun Dusun, KPU Kota Banjar Bentuk DP3

Program Sampurasun Dusun, KPU Kota Banjar Bentuk DP3

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Komisi Pemilihan Umum  Daerah (KPUD) Kota Banjar menyambangi puluhan dusun dan RW yang ada di Banjar dalam program meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu yang akan datang.

Kedatangan para komisioner KPU ke tiap dusun tersebut dalam program Sampurasun Dusun. Kegiatan ini merupakan turunan dari kegiatan sebelumnya yang bernama KPU Saba Desa.

Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Muklis, menjelaskan, kegiatan inovatif untuk mendongkrak tingkat partisipasi pemilih. Awal mulanya ini sebagai kegiatan lanjutan dari Saba Desa yang sudah selesai beberapa bulan lalu.

“Sebenarnya ini konsep kita. Namun, di saat bersamaan kami juga mendapatkan perintah dari KPU RI untuk membentuk Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3), sehingga kita kolaborasikan gagasannya,” ujar Danial kepada Koran HR, Selasa (3/8/2021).

baca juga: KPU Banjar Jadi Nominator Penyelenggara Pemilu Jabar Inovatif

Intruksi KPU RI

Sebagaimana arahan dari KPU RI untuk membentuk relawan atau kader DP3 sebanyak 25 orang, pihaknya pun berinisiatif melakukan pemerataan agar ada perwakilan dari tiap desa maupun kelurahan yang ada di Banjar.

Apalagi di Banjar jumlah desa dan kelurahan total seluruhnya ada 25, sehingga sangat sesuai dengan perintah KPU RI.

Menurut Danial, DP3 ini sebenarnya adalah upaya agar KPU di tiap daerah memiliki desa binaan yang memiliki peran dalam membantu mensosialisasikan informasi kepemiluan.

Namun,  karena jumlah desa maupun kelurahan ada 25 serta kuotanya juga 25, sehingga pihaknya pun memilih untuk pemerataan perwakilan.

“Kita sudah sampaikan ke KPU RI dan Alhamdulillah sesuai dengan harapan. Makanya kita sejak beberapa hari lalu hingga seminggu yang akan datang menyambangi kepala dusun maupun Ketua RW,” imbuhnya.

Dalam setiap pertemuan, lanjutnya, selain mensosialisasikan kepemiluan, pihaknya juga meminta masukan, saran dan evaluasi penyelenggaraan pemilu lalu agar ke depannya bisa lebih baik.

Tak hanya itu, KPU juga meminta mereka untuk bisa memberikan gambaran serta rekomendasi siapa saja yang diproyeksikan menjadi penyelenggara di tingkatan KPPS pada pemilu yang akan datang.

“Termasuk juga soal siapa yang kira-kira cocok untuk menjadi perwakilan relawan DP3 dari tiap desa,” katanya.

Tidak Semua Dusun Disambangi

Danil, sapaan akrabnya, menegaskan bila program sampurasun dusun ini tidak mendatangi semua dusun secara keseluruhan yang ada di Banjar, namun hanya pilihan di tiap desa.

Untuk memilihnya, pihaknya mengacu pada data tingkat partisipasi pemilih yang rendah saat pemilu lalu. Sehingga, dengan begitu sasaran untuk meningkatkan partisipasinya bisa tepat.

Untuk di Kota Banjar, Danil menyebut di tiap TPS partisipasi terendah mencapai rata-rata 80 persen. Jumlah tersebut berbeda dengan daerah lain yang mencapai 60 persenan

“Berarti di kita bagus kan masyarakatnya dalam keikutsertaannya di pemilihan. Namun, agar lebih baik lagi kita datangi mereka agar kita tahu kendalanya apa saja. Ternyata rata-rata memang pemilih itu posisinya sedang berada di luar saat pencoblosan berlangsung,” ucapnya.

Sementara itu, pihaknya menarget relawan DP3 ini dalam waktu seminggu ke depan sudah ada gambaran datanya, sehingga untuk selanjutnya akan ada deklarasi serta pemberian bekal kepada para relawan.

Lantaran DP3 ini sifatnya sukarela, maka dari itu pihaknya mengharapkan perwakilan-perwakilan itu memiliki jiwa volunterisme yang memiliki peran membantu menyampaikan ke masyarakat soal informasi kepemiluan.

“Karena ini relawan, tidak ada honornya. Tapi kita upayakan ada seragam untuk mereka. Untuk pertemuan dengan yang sudah masuk nanti akan ada penyesuaian dengan kondisi, apalagi sekarang kan masih PPKM,” ucapnya.

Waktu Penyelenggaraan Pemilu

Sementara itu, untuk penyelenggaraan pemilu dan Pilkada berlangsung pada tahun 2024 mendatang. Namun, untuk waktu dan pelaksanaannya berbeda dengan sebelumnya.

Kata Danil, jika sebelumnya Pilkada dulu baru Pemilu, namun untuk ke depannya Pemilu dulu baru pelaksanaan Pilkada.

Sedangkan untuk waktunya, Pemilu akan berlangsung pada bulan Februari 2024 dan rencananya tanggal 28.

Sedangkan Pilkada akan berlangsung bulan November  2021 dan sedang diusulkan waktunya tanggal 27 November.

“Meskipun waktunya masih cukup lama, namun kita harus mempersiapkannya sejak sekarang,” imbuhnya.

Agar tingkat partisipasi pemilih meningkat, KPU Banjar terus melakukan berbagai upaya inovatif supaya literasi kepemiluan masyarakat bisa meningkat, salah satunya program sampurasun dusun.

Sementara itu, program-program inovatif KPU Banjar di antaranya Gladi (Gerakan Literasi Demokrasi), Tarasi (Tadarus Literasi) untuk internal KPU, Nyapeda (Nyaritakeun Pemilu jeung Pilkada), Harmoni, DIHATIKU, SIJEBOL, BAKOHUMAS, REKAP, Solider (sosialiasi dengan kelompok disabilitas dan gender) dan lainnya. (Muhafid/Koran HR)