Seminggu PTM Terbatas di Kota Banjar, Sopir Angkot Mulai Sumringah

Seminggu PTM Terbatas di Kota Banjar
Sopir angkot mulai sumringah setelah adanya kebijakan PTM terbatas. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Banjar, Jawa Barat, yang telah berjalan selama satu minggu ini, rupanya tak hanya disambut gembira oleh siswa sekolah, namun juga ikut dirasakan oleh para sopir angkot.

Pasalnya, semenjak pemberlakukan kebijakan tersebut, pendapatan para sopir angkot khususnya angkutan anak sekolah ikutan meningkat.

Salah seorang sopir angkot jurusan Banjar-Pamarican, Ajum mengatakan, semenjak PTM terbatas, pendapatannya mulai meningkat sekitar 50 persen. Hal tersebut jika membandingkannya dengan hari biasa selama sekolah secara daring.

Terutama saat pagi dan siang hari, waktu untuk antar jemput langganan anak-anak sekolah. Disamping sopir angkut juga narik ibu-ibu yang pergi belanja ke pasar.

“Lumayan sekarang agak mendingan. Ada peningkatan 50 persen. Tarif anak sekolah juga masih sama ngga naik,” kata Ajum kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Sopir angkot lainnya, Dedi menambahkan, saat ini sudah mulai terasa ada peningkatan, namun tidak begitu signifikan. Karena yang menjadi target utama langganannya bukan anak-anak sekolah.

Kalaupun ada anak-anak sekolah, menurutnya itupun hanya sesekali lewat, dan lebih memilih pelanggan yang lain. Seperti warga yang akan pergi ke pasar untuk berbelanja.

“Ada peningkatan, cuma belum banyak. Soalnya langganan saya nggak fokus narik anak-anak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar, Salsabila, mengaku saat PTM terbatas ini lebih memanfaatkan jasa angkutan umum daripada menggunakan sepeda motor sendiri.

Hal itu, selain karena kesibukan orang tua untuk antar jemput, juga karena lebih murah. Dan juga orang tua belum mengizinkannya menggunakan sepeda motor sendiri.

“Setiap hari pakai angkot. Kadang juga orang tua anterin saya. Akan tetapi lebih sering pakai angkot, karena lebih murah cuma 3 ribu rupiah,” ujar siswi SMPN 1 Banjar tersebut. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto