Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaBerita PangandaranReakreditasi Puskesmas di Pangandaran Terkendala Pandemi Covid-19

Reakreditasi Puskesmas di Pangandaran Terkendala Pandemi Covid-19

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Proses akreditasi ulang atau reakreditasi beberapa Puskesmas di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terkendala pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani A Marzuki mengatakan pada tahun 2021 terdapat 4 Puskesmas yang harus menjalani proses reakreditasi.

“Keempat Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Pangandaran, Puskesmas Mangunjaya, Puskesmas Cimerak, dan Puskesmas Legokjawa,” tuturnya, Jumat (6/8/2021).

Hanya saja, lanjut Yani, lantaran pandemi Covid-19 proses reakreditasi keempat Puskesmas tersebut belum pasti.

“Pada tahun 2020, survey untuk kenaikan reakreditasi tertunda karena pandemi Covid-19,” katanya. 

Baca Juga: Puskesmas Pangandaran Raih Akreditasi Paripurna

Saat ini status akreditasi untuk Puskesmas Cimerak dan Puskesmas Mangunjaya adalah Madya, status akreditasi Puskesmas Pangandaran Paripurna, dan Puskesmas Legokjawa berstatus Utama.

Yani menambahkan sejak tahun 2019, seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Pangandaran sudah terakreditasi.

“Dari 15 Puskesmas di Kabupaten Pangandaran yang tersebar di 10 Kecamatan, semuanya sudah terakreditasi,” jelasnya. 

Menurut Yani, akreditasi sangat penting karena amanat dari Peraturan Menteri (Permen) Kesehatan RI Nomor 46 tahun 2015 yang diubah dalam Permen Kesehatan RI nomor 27 tahun 2021.

“Amanat dalam Permen Kesehatan tersebut, pelaksanaan akreditas Puskesmas setiap tiga tahun sekali,” katanya.

Selain karena amanat Permen Kesehatan, akreditasi Puskesmas juga bertujuan agar pelayanan kesehatan pada tingkat pertama lebih meningkat.

“Untuk pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas berupaya meningkatkan mutu dan kinerja,” katanya.

Karena itu, lanjut Yani, Puskesmas memiliki standar pelayanan baku dan pengembangan manajemen mutu. Hal tersebut guna memperbaiki kinerja secara terus menerus.

“Mekanisme untuk mengukur standar pelayanan tersebut salah satunya ada pada proses akreditasi dari lembaga independen, di mana Menteri Kesehatan sudah memberi kewenangan kepada lembaga tersebut,” jelas Yani.

Yani mengatakan, salah satu tujuan utama dari akreditasi Puskesmas adalah pembinaan dalam meningkatkan mutu kinerja.

“Sehingga dalam hal ini akreditasi bukan sekedar penilaian agar mendapatkan sertifikat, namun lebih dari itu, untuk mengukur mutu kinerja melalui perbaikan pada sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan, dan upaya penerapan manajemen risiko,” tandasnya. (Ceng2/R7/HR-Online).

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img