Sejarah BAPERKI, Organisasi Sosial Tionghoa yang Dicap Identik dengan PKI

Sejarah Baperki
Inilah logo BAPERKI organisasi yang identik dengan Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965. Organisasi tersebut kini sudah dibubarkan karena berbagai cercaan dan tuduhan dekat dengan RRT. Foto: Net/Ist

Apakah Anda tahu sejarah BAPERKI (Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia), badan tersebut merupakan organisasi sosial masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia.

Namun pada tahun 1965 dibubarkan karena terindikasi berafiliasi dengan PKI.

Organisasi sosial tersebut dianggap memiliki keterikatan yang kuat dengan partai komunis Indonesia, khususnya yang berkiblat ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Beberapa tekanan datang untuk membubarkan badan ini hingga meletus demo, dan merusak beberapa kantor cabangnya.

Namun meskipun banyak dituduh sebagai organisasi ounderbow PKI, BAPERKI hingga saat ini tidak terbukti atas tuduhan-tuduhan tersebut.

Namun dari peristiwa yang ada, kini akan ada penjelasan beberapa catatan peninggalan organisasi Tionghoa itu secara faktual dan menarik.

baca juga: Sejarah Pemberontakan Buruh di Indonesia Tahun 1920

Beberapa Catatan Sejarah BAPERKI Secara Faktual dan Menarik

Untuk menelaah sejarah yang satu ini, perlu konsentrasi yang cukup banyak. Sebab, untuk memahami peristiwa berikut ini, Anda akan terbawa suasana masa lalu yang sedikit kelam.

LPKB Dukung Pembubaran BAPERKI

Menurut Charles A. Coppel dalam bukunya berjudul “Tionghoa Indonesia dalam Kritis”, (1994: 120) menyebutkan bahwa, LPKB sebagai organisasi massa yang mendapatkan perlindungan aparat, saat itu menekan agar segera membubarkan BAPERKI. Hal ini karena organisasi tersebut terindikasi bersekutu dengan PKI.

Adapun langkah awal untuk membubarkan organisasi orang Cina ini, pertama adalah mengalihfungsikan lembaga pendidikan milik rivalnya tersebut.

Sejarah BAPERKI mencatat, LPKB sering mengusulkan sekolah-sekolah yang milik BAPERKI harus segera menjadi badan yang lebih formil dan negara harus segera mengambil alih.

Apabila tidak, maka bangsa Indonesia harus siap menerima konsekuensinya.

Adapun risiko yang sering mereka sebut adalah, rusaknya generasi bangsa karena pengaruh paham komunis yang radikal dan membahayakan.

Selain mendukung pengambilalihan sekolah, badan pembina kesatuan bangsa ini juga menyudutkan supaya organisasi lawannya tidak ikut berpolitik kembali. Mereka selalu menuduh dengan alasan BAPERKI adalah PKI.

Hal yang paling menegangkan adalah, ketika lembaga yang mengatasnamakan kebangsaan ini, mulai menyerukan musuh bersama pribumi adalah Tionghoa, sehingga pada saat itu mulai muncul fenomena anti tionghoa besar-besaran.

baca juga: Sejarah Sarekat Abangan, Perkumpulan Ahli Mistik Jawa yang Berpolitik

Seruan Awal Pembubaran Pada Awal November 1965

Masih soal sejarah pembubaran Baperki, pertama awal penyeruan untuk membubarkan organisasi yang diduga sangat berbahaya ini, terjadi pada awal November 1965.

Suasana pada bulan itu sangat mencekam. Tak banyak warga Tionghoa yang berani keluar dari daerah asalnya.

Banyaknya peristiwa pembantaian PKI yang terjadi pasca peristiwa 65 adalah penyebabnya.

Orang Tionghoa banyak diidentikkan dengan PKI. Bahkan menurut catatan sejarah organisasi ini pada puncaknya bubar pada Oktober 1965, sebagaimana yang terjadi di BAPERKI cabang Sukabumi.

Selain tekanan organisasi yang nasionalis, rupanya Nahdlahtul Ulama yang saat itu pimpinannya H. S. Sjaichu menyerukan hal yang sama, yaitu bubarkan organisasi antek PKI ini.

Banyaknya tekanan dari berbagai kalangan, membuat mereka semakin tak tahankan lagi. Akhirnya pada akhir bulan di tahun 1965, organisasi ini bubar dan tak tersisa lagi.

baca juga: Sejarah Partai Insulinde 1919, Provokator Buruh dan Petani

Dasar BAPERKI Dituduh Antek PKI

Berdasarkan catatan sejarah BAPERKI, tuduhan organisasi ini sebagai antek PKI karena rekam jejak politik sebelum tahun 1965.

Banyaknya kegiatan perkumpulan masyarakat Tionghoa ini dengan petinggi PKI pimpinan D.N. Aidit.

Perjuangan politik sebelum 1965, organisasi ini juga memberi bantuan dana kepada PKI untuk mendanai sebagian dari aksi kudeta yang mengorbankan tujuh Jenderal tersebut.

Namun, selain fitnah memberikan bantuan, rupanya banyak orang yang menyamakan organisasi ini berdasarkan ras orang Tiongkok.

Mengingat saat itu partai komunis Indonesia berafiliasi dengan Republik Rakyat Tiongkok (komunis Cina) yang merupakan keluarga orang Cina di Indonesia.

Lebih parah lagi ketika RRT melalui Radio Peking, dan Kantor Berita Tiongkok Baru, mengecam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia karena menuduh komunis Cina telah terlibat dalam kerusuhan 1965 di Indonesia.

baca juga: Sejarah AURI, Percobaan Pembunuhan Soekarno oleh Pilot Kebanggaan Indonesia

Keyakinan Bersekutu dengan PKI

BAPERKI kemudian semakin dipercaya sebagai organisasi sosial Tionghoa yang bersekutu dengan PKI. Pertama yaitu karena organisasi ini tidak ikut mengutuk kekerasan yang terjadi pada tahun 1965.

Kemudian tidak ikut mengungkapkan secara terbuka ucapan berbelasungkawa terhadap para korban peristiwa 1965, dan yang lebih meyakini lagi yaitu, banyak warga Tionghoa yang mendekatkan diri dengan kedutaan besar Cina di Indonesia pasca terjadinya peristiwa kudeta tersebut.

Masyarakat Tionghoa di Indonesia Terkena Tekanan Politik dari RRT

Menurut penggalan sejarah yang ada, masyarakat Tionghoa di Indonesia pernah terkena tekanan politik dari kiprah RRT dengan PKI di Indonesia.

Mengingat saat itu RRT mengecam ABRI dengan cara memprovokatori rakyat Cina di Indonesia bahwa RRT tidak ikut campur dengan masalah 1965 yang terjadi di Indonesia.

Namun karena sifat legowo masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia, mereka lebih memilih mengambil sikap dan prinsip untuk berasimilasi dengan budaya pribumi.

Mereka tidak terprovokasi seruan Mao Zedong sebagai pemimpin RRT kala itu. Meskipun sudah berasimilasi, pada kenyataannya masyarakat Tionghoa masih saja terdiskriminasi.

Begitulah sejarah BAPERKI yang harus kita pahami sebagai catatan peristiwa kelam pada tahun 1965. Dengan menelaah peristiwa ini, secara tidak langsung mengajarkan kita untuk berkaca pada masa lalu, dan tidak terjebak dalam lubang jebakan yang sama. (Erik/R6/HR-Online)