Jumat, Desember 3, 2021
BerandaBerita TerbaruSejarah Seni Indonesia di Masa Revolusi 1945

Sejarah Seni Indonesia di Masa Revolusi 1945

Sejarah seni Indonesia di masa revolusi tahun 1945 peran seniman begitu penting dalam perjuangan kemerdekaan. Mereka berkontribusi dengan cara mereka sendiri.

Kisah menarik tentang seniman pada masa revolusi akhir-akhir ini banyak diteliti oleh para sejarawan.

Ahli sejarah menyatakan bahwa peristiwa revolusi yang melibatkan peran seniman di dalamnya kurang diungkap, oleh sebab itu harus ada penulisan sejarah yang mencatat peristiwa penting ini.

Artikel ini ditulis berdasarkan pada hasil seminar dengan kandidat doktor sejarah seni di Belanda, bernama Aminudin TH Siregar.

Seminar itu berlangsung pada 18 Agustus 2021 lalu yang digelar Galeri Nasional di Jakarta secara daring.

baca juga: Sejarah Buruh Indonesia di Zaman Kolonial

Sekilas Sejarah Seni Indonesia Tahun 1945

Peranan seniman waktu itu begitu besar dalam menggerakkan semangat para pejuang melalui kreativitas yang mereka miliki. Berikut peran-peran mereka dalam kemerdekaan.

Poster Boeng Ajo Boeng

Poster tersebut sangat populer di masa revolusi berupa penyemangat untuk para pejuang ini terbuat dari tangan kreatif sang maestro seni rupa Indonesia bernama Affandi.

Seniman Affandi memiliki peran yang sangat andil dalam perjuangan revolusi 1945, oleh karena karyanya ini yang sering menggugah semangat pejuang.

Karya Affandi berupa poster sering menjadi ikon perjuangan seniman saat revolusi berlangsung.

Akan tetapi menurut Aminudin TH Siregar menyebut tidak hanya Affandi yang berperan dalam revolusi, tetapi ada beberapa golongan seniman lain yang tak kalah kreatifnya dari Affandi.

baca juga: Sejarah Migrasi Indonesia, Fakta Menarik Sebagian Penduduk Jatim Berasal dari Madura

Membuat Poster Gotong Royong

Masih dalam sejarah seni Indonesia, sebagaimana yang sudah terungkap, tidak hanya Affandi saja yang membuat poster untuk membuat semangat para pejuang terbakar, namun ada juga golongan seniman lain yang membuat poster bernada gotong royong.

Sejarah mencatat bahwa poster ini bermaksud untuk membantu para pejuang mendapatkan makanan, dan beberapa logistik pokok saat melakukan gerilya.

Adapun dalam poster ini bergambar seseorang pribumi yang sedang membantu para pejuang dengan memberikan bingkisan yang berisi makanan, dan keperluan lain saat sedang bergerilya di hutan.

Setelah mencetak poster yang banyak, kemudian para seniman memberikannya pada para pejuang dengan memakai pesawat.

Hal ini bertujuan agar segera disebarkan pada para penduduk melalui udara. Dengan demikian maka bantuan akan segera datang pada para gerilyawan yang sedang berjelajah di hutan, dan kebetulan masuk di area perkampungan.

Gambar Bernada Revolusi Sering Mengisi Surat Kabar

Catatan lain dari sejarah seni Indonesia juga menyebut jika gambar yang bernada revolusi banyak mengisi surat kabar saat perang berlangsung.

Inilah salah satu peran yang menurut sejarawan sangat penting untuk masuk dalam sejarah. Sebab beberapa catatan sejarah lain menyebut peran seniman terbatas hanya membuat poster saja.

Tentu dengan adanya fakta bahwa seniman berperan mengisi surat kabar saat revolusi berlangsung, hal ini akan mematahkan stigma masyarakat awam yang bernada merendahkan peran para seniman dalam revolusi kemerdekaan.

Seniman Ikut Laskar

Sejarah seni Indonesia yang diungkapkan oleh Aminudin TH Siregar saat seminar berlangsung juga menyebut sebagian seniman masa revolusi ada yang pernah bergabung dan ikut langsung dengan laskar.

Artinya seniman juga ternyata pernah angkat senjata. Mereka tidak hanya mengangkat kuas tetapi juga berlatih strategi perang, dan mempertaruhkan nyawanya untuk bangsa dan negara tercinta.

Anda perlu bangga dengan perjuangan para seniman yang memang tidak terlalu terlihat peranannya.

Tidak seperti hal nya pejuang lain karena angkat senjata, ternyata para seniman juga pernah ada dalam keadaan yang sama dan tak kalah penting nya.

Seniman Solidaritas Non Hirarki

Sejarah seni Indonesia terus mencatat bagaimana kelompok seniman berperan dalam kemerdekaan. Hal ini terwakili oleh seniman yang menyerukan semangat solidaritas non hirarki.

Semangat solidaritas non hirarki berarti adalah ideologi yang menerima semua kalangan untuk memperjuangkan hak yang sama.

Para seniman yang berjuang kala itu, tidak memandang siapa pejuang yang bersama-sama angkat senjata dengannya.

Entah itu keluarga kerajaan, atau pejabat lainnya, mereka akan tetap memperlakukan yang sama seperti teman perjuangan nya yang lain saat ada pada medan perang.

Begitulah 5 peran seniman saat revolusi 1945 berlangsung. Ternyata penelitian sejarah seni Indonesia oleh para sejarawan sangat memberikan dampak yang berarti bagi para pejuang seni masa kemerdekaan. (Erik/R6/HR-Online)

- Advertisment -