Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaBerita TerbaruSejarah Senjata Tradisional Suku Jawa yang Beracun dan Mematikan

Sejarah Senjata Tradisional Suku Jawa yang Beracun dan Mematikan

Sejarah senjata tradisional Indonesia merupakan catatan masa lampau yang sangat penting. Beberapa dari penjelasan mengenai peristiwa perang, tak lekang dari cerita-cerita menarik senjata tradisional.

Peninggalan kolonial pernah mengungkapkan bahwa ternyata orang Jawa pernah punya senjata beracun yang paling ditakuti prajuritnya.

Tidak hanya dalam peninggalan kolonial, ternyata peristiwa yang berkaitan erat dengan senjata tradisional Indonesia, sering menjadi permasalahan yang serius di kalangan pejabat Belanda.

Saat itu, Gubernur Jenderal Raffles adalah salah satu pejabat kolonial yang mencatat permasalahan senjata berbahaya ini.

Senjata- senjata yang dipersiapkan oleh orang Jawa, dinyatakan sebagai perkakas perang masyarakat pribumi yang berbahaya.

Ungkapan langsung Gubernur Jenderal waktu itu demi mempertahankan prajurit mereka, ketika akan berperang melawan penduduk yang menentang kebijakan kolonial.

baca juga: Sejarah Wayang Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Tradisi Jawa

Hal Menarik Berkaitan Sejarah Senjata Tradisional Suku Jawa

Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya, suku, bahasa dan lainnya. Bahkan, setiap suku memiliki senjata khas yang sudah kita kenal, khususnya dari Jawa.  

Keris, Pedang Khas Jawa yang Berliku

Keris merupakan salah satu pusaka orang Jawa yang sangat familiar. Bahkan hingga saat ini, keris sering menjadi simbol keperkasaan lelaki di suku Jawa.

Catatan kolonial pernah mengatakan bahwa selain menjadi simbol keperkasaan lelaki, ternyata keris juga merupakan sebuah senjata yang mereka gunakan untuk melawan prajuritnya.

Masih menurut sumber yang sama mengungkapkan, beberapa pasukan kolonial mengaku ketakutan saat berhadapan langsung dengan pasukan Jawa yang bersenjatakan keris.

Sebab, selain memiliki kesaktian, keris juga merupakan senjata yang sangat mematikan.

Faktor penyebab dari berbahayanya senjata itu berasal dari racun yang dioleskan sebelum mereka berangkat perang.

Banyak di antara para korban yang kena langsung tewas dengan cara yang mengenaskan.

baca juga: Sejarah Hindu Budha, Warisannya Berupa Sistem Kasta

Tombak dan Mata Panah

Seperti halnya keris dalam catatan sejarah senjata tradisional, ternyata tombak dan mata panah juga merupakan senjata kedua mematikan yang dimiliki orang Jawa.

Dua pasang senjata tersebut dipercaya sangat berbahaya dan mematikan. Sebab kandungan racun yang sangat tinggi dibanding senjata lainnya yang pernah ada.

Adapun kandungan racun yang mereka biasa pakai untuk mengolesi senjata ini terbuat dari racun katak yang sangat mematikan.

Racun itu diolah terlebih dahulu agar kandungan yang berbahayanya bisa meningkat lebih tajam dari sebelumnya.

Orang Jawa biasanya menggunakan katak beracun yang menempel di pepohonan untuk diambil zat beracunnya.

Sebelum itu, mereka terlebih dahulu mematikan kataknya dan mendiamkan sampai bakteri serta racunnya mencampur dengan sempurna.

Setelah itu, mereka akan mengoleskan racun dari katak tersebut pada senjata yang terdiri dari tombak dan mata panah.

Tulup dan Paser

Jika senjata tradisional orang Jawa seperti, keris, tombak dan mata panah masih bisa kita jumpai bentuknya hingga saat ini, tidak halnya dengan Tulup dan Paser.

Dua senjata itu merupakan senjata asli yang tak kalah mematikan dengan senjata tradisional orang Jawa lainnya. Namun Tulup dan Paser saat ini sangat langka.

Menurut Thomas Stamford Raffles dalam bukunya berjudul “The History of Java”, (2008: 195), mengungkapkan Tulup dan Paser merupakan senjata berbentuk tabung dan anak panah kecil berisi racun upas.

Senjata ini sudah lama masyarakat Jawa tidak menggunakannya selama berabad-abad lamanya. Hal ini karena punahnya generasi pembuat senjata ini dari tradisi masyarakat Jawa.

Ganjing, Palang Besi yang Gagah dan Mematikan

Masyarakat tradisional Jawa juga memiliki senjata yang berbentuk palang besi, mereka menamakannya dengan sebutan Ganjing.

Senjata ini biasanya mereka gunakan untuk berperang dan melawan musuh yang memiliki postur tambun.

Sebagaimana gambaran Gada Bima, yaitu salah satu pusaka dari kisah Pandawa di babad Mahabharata, Ganjing merupakan representasi dari senjata orang Jawa.

Bandring, Senjata yang Sama dengan Katapel

Perkakas Jawa dari catatan sejarah senjata tradisional terakhir yaitu, Bandring. Senjata yang sangat minimalis dan fleksibel ini, sekarang bisa Anda samakan dengan Katapel.

Meskipun bentuknya yang kecil dan sangat sederhana, ternyata Bandring masuk pada salah satu kategori senjata mematikan yang pernah orang Jawa buat waktu itu.

Adapun yang membedakannya dengan katapel jaman sekarang yaitu, peluru yang mereka gunakan.

Jika Katapel menggunakan peluru yang berasal dari batu kerikil, atau pun peluru bulat, berbeda halnya dengan Bandring yang menggunakan peluru tajam dan minyak beracun di dalamnya.

Maka dari itu senjata ini masuk dalam kategori senjata yang paling mematikan.

Demikian catatan sejarah tradisional Indonesia dari suku Jawa. Ternyata pada saat itu, alat tersebut tak kalah canggihnya dengan senjata bangsa Eropa. (Erik/R6/HR-Online)

- Advertisment -