Tanaman Bonsai di Masa PPKM Bawa Berkah untuk Warga di Tasikmalaya

Tanaman Bonsai
Adun (30), pembudidaya tanaman bonsai, warga Cineam, Tasikmalaya. Dari hasil penjualan tanaman bonsai, ia bisa meraup uang hingga jutaan rupiah per bulannya. Foto: Apip/HR.

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Tanaman bonsai di masa PPKM menjadi berkah bagi warga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Karena dengan menekuni budidaya tanaman bonsai dapat menghasilkan uang hingga jutaan rupiah.

Seperti halnya yang dilakukan Adun (30), warga Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Berawal dari iseng memelihara tanaman bonsai, namun seiring dengan berjalannya waktu, dari hasil penjualan tanaman tersebut Adun bisa meraup uang hingga jutaan rupiah per bulannya.

Adun yang merupakan pecinta tanaman bonsai mengatakan, awalnya menekuni tanaman bonsai sejak pandemi Covid-19 yang membuatnya tidak bisa kemana-mana.

“Awalnya juga saya cuma iseng. Makin kesini banyak yang suka dan banyak peminat untuk membeli tanaman bonsai. Terus saja saya dalami dan akhirnya hingga sekarang ada banyak tanaman bonsai yang hampir sudah jadi,” ungkap Adun kepada HR Online, Jumat (27/08/2021).

Ia menyebutkan, sekarang ada puluhan jenis tanaman bonsai yang dimilikinya. Jika ada yang laku, hasilnya lumayan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-sehari.

“Kalau bonsai yang sudah sempurna dan siap jual harga mahalnya,  sekitar 2 juta rupiah, bahkan bisa sampai 20 juta rupiah. Kalau dirawatnya setahun bisa kita jual dengan harga puluhan juta. Tapi kalau bibitnya yang belum jadi, paling laku sekitar 50 ribu rupiah lebih,” terangnya.

Baca Juga : Harga Kapol Turun Drastis, Petani di Tasikmalaya Menjerit

Jenis Tanaman Bonsai Paling Mahal Saat Ini

Ia juga menyebutkan, tanaman bonsai yang paling mahal nilai jualnya untuk sekarang ini adalah tanaman jenis anting putri. Karena jenis tanaman ini adanya hanya di Riau.

Jenis tanaman bonsai yang ia peliharan saat ini antara lain Anting Putri, Kaliage, Kuntil, Kimeng, Beringin, Arabika, dan masih banyak jenis tanaman bonsai lainnya.

“Kalau untuk bahannya kita melakukan pembibitan dengan cara cangkok. Kalau cara pemeliharaannya sama seperti tanaman lain, yaitu menyiramnya dua kali sehari pak,” katanya.

Adun menambahkan, semenjak adanya pandemi virus Corona, apalagi sekarang masa PPKM, ia tidak bisa pergi merantau lagi untuk bekerja.

Namun, tanaman bonsai di masa PPKM ini membuat Adun tetap bisa menghasilkan uang dari hasil penjualannya. Bahkan, hampir semua warga kampungnya menanam tanaman tersebut, dan ada komunitasnya. (Apip/R3/HR-Online)

Editor : Eva