spot_imgspot_img
BerandaTeknologiAplikasiAplikasi Pendeteksi Tanaman Padi E-Rice Detector Membantu Para Petani

Aplikasi Pendeteksi Tanaman Padi E-Rice Detector Membantu Para Petani

- Advertisement -

Aplikasi pendeteksi tanaman yang bernama E-Rice Detector, merupakan sebuah aplikasi besutan mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Aplikasi untuk mendeteksi tanaman berupa padu tersebut hadir dengan berbagai fitur terkini.

Seperti yang kita ketahui, bahwa penyakit padi sendiri justru malah menjadi momok tersendiri bagi para petani. Bagaimana tidak, dari faktor tersebut terkadang membuat padi menjadi gagal untuk panen.

Aplikasi Pendeteksi Tanaman Padi yang Mampu untuk Membantu Para Petani

Indonesia adalah negara agraris dan bukanlah dari isapan jempol begitu saja. Hal ini terbukti atas kecerdikan oleh mahasiswa di UMM yang mampu menciptakan inovasi kreatif kepada petani.

Pasalnya dari inovasi yang mereka ciptakan itu ternyata mampu menjadi solusi bagi para petani yang menghadapi masalah gagal panen. Alternatif tersebut adalah berupa terciptakan sebuah aplikasi E-Rice Detector yang berguna untuk memindai penyakit padi.

Aplikasi pendeteksi tanaman tersebut tercipta oleh lima orang mahasiswa dari UMM seperti Ulfah Nur Oktaviani dan Tiara Intana Sari. Tidak hanya itu saja melainkan juga dengan Ricky Hendrawan dan Naufaldi Izad Firmana.

Mereka berempat merupakan mahasiswa dari jurusan Informatika, sementaa Alfian Dwi Khoiru Annas berasal dari jurusan yang bernama Agroteknologi. Dari mereka berlima-lah yang telah berhasil menciptakan karya berupa aplikasi untuk memudahkan petani Indonesia.

Baca Juga:  Aplikasi Penghilang Suara Vokal pada Lagu Terbaik, Ini Pilihannya!

Deep Learning berbasis AI (Artificial Intelligence)

Selaku ketua tim Ulfah Nur Oktaviana menjelaskan jika aplikasi pendeteksi tanaman padi ini mampu mendeteksi penyakit pada tanaman padi tersebut. Pasalnya engembangan apikasi tersebut berkat adanya dukungan bersama deep Learning sistem berbasis AI.

Sehingga aplikasi tersebut akan memudahkan para petani untuk bisa mendeteksi hama atau penyakit yang menyerang padi. Jadi para petani dapat langsung melakukan antisipasinya pada lahan supaya tetap dapat panen.

Sementara itu, E-Rice Detector dari mahasiswa UMM tersebut juga membawa empat jenis fitur unggulan. Misalnya seperti pindai penyakit padi berupa fitur utama, karena cukup mengambil gambar pada daun padi saja lalu memiliki tombol centang.

Selanjutnya nanti akan langsung muncul klasifikasi, hasil dan deteksi penyakit pada padi tersebut. Sementara itu pemindaian tersebut juga akan memiliki akurasi hingga mencapai 97%.

Fitur Lebih Lengkap

Fitur selanjutnya dalam aplikasi pendeteksi tanaman padi tersebut yaitu chat bot atau pesan otomatis yang bisa memberi informasi mengenai penyakit. Selain itu, dengan penjual pupuk dan harga padi dari per kecamatan.

Selain itu ada fitur lain berupa daftar penyakit yang telah menyediakan banyak informasi dan daftar terkait penyakit dari setiap kecamatan. Lalu, juga dengan fitur lain berupa fitur berita yang mampu menyajikan beragam informasi dan berita terkini dari pakar pertanian.

Dalam sebuah rangka untuk mematangkan kemali fungsi serta fitur yang ada pada aplikasi tersebut, maka tim UMM melakukan UAT, atau tahap uji coba dalam aplikasi tersebut (User Acceptance Test).

Bahkan aplikasi tersebut juga sudah pernah melakukan uji coba di empat kabupaten seperti Gresik, Nganjuk, lamongan dan Tulungagung. Bahkan juga telah mendapat respon baik dari para pengguna dan mengatakan jika merasa senang karena terbantu.

Baca Juga: Aplikasi Konseling Online Riliv Menawarkan Layanan oleh Psikolog Handal

Memudahkan Para Petani

Aplikasi pendeteksi tanaman berupa E-Rice Detector ini tidak hanya berguna untuk melakukan deteksi pada penyakit saja. Melainkan juga mampu memberi bantuan berupa informasi terkait masalah pertanian tersebut.

Bahkan tim dari UMM juga sudah melakukan uji cobanya seperti blackbox guna memastikan semua fitur mampu bekerja. Terutama bagi mereka yang terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.

Menurut Ulfah selaku ketua tim, maka dalam pengembangan E-Rice Detector tersebut juga mendapatkan bantuan dari rekan-rekannya. Seperti yang sudah ada pada pembahasan sebelumnya dari jurusan Informatika berjumlah 4 dan jurusan Agroteknologi berjumlah 1 orang.

Tidak hanya itu saja, melainkan E-Rice Detector ini sudah diajukan juga melalui PKM-KC serta berhasil memperoleh pendanaan pula. Sementara itu proses perancangannya akan memakan waktu hingga tiga bulan dan siap untuk didaftarkan ke Play Store.

Menurut tim UMM, bahwa aplikasi pendeteksi tanaman E-Rice Detector ini dapat menyelesaikan berbagai masalah kerugian karena penyakit padi. Bahkan juga bisa menjadi langkah baru lagi dalam revolusi industri dalam dunia pertanian. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -