spot_imgspot_img
BerandaBerita CiamisBiaya Perawatan Tinggi, Petani Cabai di Kawali Ciamis Terancam Merugi

Biaya Perawatan Tinggi, Petani Cabai di Kawali Ciamis Terancam Merugi

- Advertisement -

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Biaya perawatan tanaman cabai yang semakin tinggi, membuat Kelompok Tani Wibawa Mukti III Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam merugi. 

Terlebih saat ini cuaca yang dalam beberapa hari ini terus turun hujan, yang membuat tanaman cabai rentan terserang penyakit.

“Agar tanaman tahan terhadap cuaca ketika musim hujan, maka biaya perawatan yang keluar menjadi lebih tinggi,” kata Eman, Ketua Koptan Wibawa Mukti III, Selasa (14/9/2021).

Sebab, sambungnya, saat musim hujan maka tanaman harus disemprot dengan obat tertentu. Terlebih, jika hujan pada malam sampai pagi.

“Kelembaban tanah menjadi lebih tinggi. Kondisi seperti itu rawan menimbulkan busuk pada bagian akar maupun batang,” jelasnya.

Lebih lanjut Eman menambahkan, saat musim hujan setidaknya penyemprotan pertiga hari harus ia lakukan. Karena jika tidak, tanaman akan mudah terserang hama bade (daun menguning).

“Apabila tanaman terserang hama tersebut, maka dapat pasti akan gagal panen,” tuturnya.

Menurutnya, jika tanaman tersebut sudah ada yang menguning atau terserang penyakit, maka perawatan yang ia lakukan adalah memangkas ranting yang tidak produktif, atau  mengambil tanaman yang terserang hama. 

Tentunya dengan biaya perawatan tanaman cabai yang makin tinggi tersebut, Eman bisa pastikan para petani akan merugi. Sebab, saat ini harga jual cabai yang hanya tembus Rp 10.000/kilogramnya. Sementara untuk biaya perawatan juga terhitung sama.

Selain itu juga, saat ini harga obat-obatan untuk tanaman cabai sangat mahal. Meski demikian, karena butuh dan terpaksa maka ia tetap membelinya.

“Jika harga jual kondisinya seperti saat ini, maka petani akan merugi. Sehingga sangat diharapkan ketika musim panen harga jual cabai meningkat,” ucapnya.

Eman menjelaskan, dari 2000 tegakan memerlukan biaya Rp 20 juta. Kalau pertegakan dapat menghasilkan 1 kg, dan harga jual tetap Rp 10 ribu per kilogramnya, maka hitungannya hanya bisa kembali modal saja.

“Mudah-mudahan saja ketika waktunya panen harga cabai meningkat,” harapnya. (Edji/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -