Budidaya Jamur Merang yang Menghasilkan Cuan, Ini Dia Tipsnya

Budidaya Jamur Merang
Ilustrasi Budidaya Jamur Merang. Foto: Ist/Net

Budidaya jamur merang termasuk salah salah satu usaha yang menguntungkan. Sebab, seperti halnya jamur tiram, permintaan akan jamur merang ini tidak pernah mengalami penyusutan yang signifikan, tetapi malah meningkat.

Sekarang ini jamur sudah menjadi bagian dari makanan pokok sehari-hari. Baik resto, kafe, hingga depot lalapan, kerap menyajikan berbagai menu olahan jamur.

Baca juga: Jamur Tiram Putih, Begini Cara Budidayanya yang Mudah

Sehingga bukan heran lagi apabila banyak yang ingin membudidayakan jamur. Apalagi dengan suguhan kandungannya yang tinggi akan vitamin dan protein.

Iklim di Indonesia nyatanya juga turut mendukung kelancaran dalam membudidayakan jamur ini.

Begini Cara Budidaya Jamur Merang

Jamur merang memiliki nama latin Volvariella volvacea merupakan salah satu spesies dari tanaman jamur. Khasiatnya untuk kesehatan tubuh sudah sangat terkenal, terutama penduduk Asia, seperti Jepang dan Indonesia.

Sebagai tanaman tropis, jamur merang memerlukan tempat dengan kelembaban berkisar 80% hingga 85%. Sedangkan suhu yang ia perlukan adalah 30 hingga 38 derajat Celcius dengan kadar pH media tanamnya antara 5,0 sampai 8,0.

Tampilan jamur merang ini tampak berwarna putih dan gemuk, mempunyai tudung dengan diameter berkisar 5 hingga 14 cm. Sedangkan tangkainya hanya mencapai 5 hingga 9 mm.

Saat masih muda, jamur ini berwarna coklat keabu-abuan. Namun saat sudah mulai mematangkan spora, jamur ini merubah warnanya menjadi merah jambu.

Baca juga: Manfaat Jamur Kuping Ternyata Ampuh Usir Penyakit Mematikan

Budidaya jamur sebenarnya bisa Anda lakukan dengan menggunakan media tanam seperti kardus, serbuk sagu, serbuk gergaji, atau jerami padi. Namun saran terbaik untuk budidaya jamur merang ini tetap menggunakan jerami (merang) sebagai media tanamnya.

Untuk langkah pembudidayaannya, silahkan simak ulasan di bawah ini.

Pembuatan Kumbung

Kumbung merupakan tempat untuk membudidayakan jamur merang. Tempat ini memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan budidaya Anda.

Hal ini tidak lain karena jamur hanya bisa tumbuh dengan baik di tempat yang lembab dan suhu tertentu. Maka tempat budidaya seyogyanya sudah Anda setel dengan baik sehingga bisa memenuhi kebutuhan akan jamur merang yang akan Anda budidayakan.

Untuk meminimalisir pengeluaran biaya budidaya jamur merang, Anda bisa membuat kumbung yang sederhana. Caranya dengan bentuk semacam gubuk atau rumah kecil, cukup berbahan bambu atau kayu.

Saat membuatnya, tentunya harus ada persiapan mengenai alat dan bahan. Kemungkinannya Anda akan membutuhkan seperti bambu, kayu, paku, palu, styrofoam, lampu portable, elektrik blower, dan pemanas ruangan.

Cara membuatnya, Anda bisa menentukan dahulu ukuran yang Anda butuhkan. Ukuran umumnya adalah 4 x 6 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Untuk kebutuhan dinding, Anda bisa memotong kayu sesuai ukuran tersebut. Kemudian, Anda bisa melapisinya dengan plastik atau styrofoam, sehingga bisa tetap hangat meski suhu udara sedang dingin.

Langkah selanjutnya cara budidaya jamur merang adalah membuat rak. Buatlah dua atau tiga, menurut kebutuhan Anda. Setiap rak ini tersusun atas 3 hingga 5 tingkat sebagai media tanam jamur merang.

Cukup buat rak tersebut menggunakan bambu, dan fasilitasi dengan elektrik blower sehingga bisa mengalirkan udara. Tempatkan rak tersebut di dalam kumbang.

Baca juga: Tips Sukses Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Selain itu, untuk menjaga kestabilan suhu ruangan, Anda bisa memasang lampu portable atau pemanas ruangan. Buatlah kumbung serapat mungkin sehingga kelembaban tetap terjaga dengan sempurna.

Perlu Anda ingat, jamur merang ini anti pancaran matahari langsung. Sehingga kumbung yang Anda buat usahakan tanpa fentilasi atau lubangan apapun yang bisa memberikan jalan untuk sinar matahari masuk.

Lebih tepatnya, jamur ini justru memerlukan oksigen yang banyak dan sinar matahari secara tidak langsung.

Apabila tertarik untuk budidaya jamur merang ini dalam waktu yang lama, Anda bisa langsung membuat kumbungnya menggunakan besi atau dinding tembok.

Proses Pembibitan Jamur Merang

Langkah kedua yakni memilih benih dari jamur merang. Pilihlah bibit dengan mutu terbaik, sehingga nantinya akan lahir jamur yang paling unggul pula.

Untuk mempermudah, kami akan tunjukkan metode memilih benih jamur merang yang unggul, yakni sebagai berikut

1. Belilah benih jamur merang atau bawa beberapa bibit tanaman jamur dari pertanian yang juga melakukan budidaya jamur merang.

2. Selanjutnya, potong-potong bibit tersebut, kemudian siram dengan menggunakan air bersih hangat. Masukkan potongan jamur tersebut ke dalam tempat semacam panci atau yang lainnya.

3. Kocok potongan jamur merang yang ada di dalam wadah dan tambahkan serbuk sekam yang masih mentah dan tutuplah dengan rapat.

4. Selang 2-4 hari berikutnya, buka panci tersebut untuk memastikan pembibitan Anda berhasil atau gagal. Tanda jika pembibitan berhasil, maka akan terlihat serabut-serabut putih di dalam wadah tersebut.

Menyiapkan Media Tanam

Beberapa material yang Anda perlukan untuk kesuksesan media tanam budidaya jamur merang ini. Seperti jerami, bekatul, kapas, dolomit, onggok dan air.

Proses pertama, susun jerami dengan menumpuk-numpuknya hingga tebalnya mencapai 15 cm, lalu siramlah menggunakan air. Selanjutnya, tumpuklah dengan onggok di bagian atasnya, dan beri tumpukan jerami lagi.

Baca juga: Desa Margacinta Pangandaran Gaet ITB, Kembangkan Teknologi Budidaya Jamur

Lakukan langkah tersebut hingga panjangnya mencapai 4 meter, lebarnya 2,5 meter, sementara tingginya mencapai 1,5 meter. Jika penyusunan sudah selesai, bungkuslah dengan plastik, sehingga proses pengomposan bisa lebih cepat.

Lanjutkan dengan mengeksekusi media yang lainnya. Seperti merendam kapas selama 4-6 hari, di mana setiap harinya Anda harus konsisten membolak-balikkan sebanyak dua kali.

Pembalikan dalam budidaya jamur merang ini berfungsi agar media tanam lebih rata sehingga jamur bisa tumbuh dengan baik di atasnya.

Setelah dua hari penumpukan jerami dan onggok, taburkan dolomit dan bekatul. Proses penaburan ini tergolong cukup rumit. Kombinasikan antara 24 dolomit dengan bekatul sebanyak 40 kg dan aduk hingga rata campurannya.

Selanjutnya, Anda bisa memotong dan memilah tumpukan jerami dan onggok menjadi beberapa. Tingginya cukup 15 hingga 20 cm. Siram setiap bagian tumpukan tersebut dengan air.

Barulah setelah itu, Anda bisa menaburkan adonan dolomit dan bekatul di atasnya dengan rata. Setelah penaburan selesai, kembali tutup dengan rapat dan diamkan hingga 2 hari lamanya.

Pembalikkan Media Tanam

Metode pembalikkan media tanam dalam budidaya jamur merang ini bertujuan supaya alat pengomposan bisa berlangsung dengan baik. Ketentuan pembalikan di antaranya sebagai berikut.

1. Ketika media tanam sudah Anda biarkan selama 2 hari, maka lanjut ke tahap pertama pembalikkan. Kemudian diamkan kembali media tanam tersebut.

2. Selang dua hari, lakukan pembalikkan tahap kedua dan biarkan selama dua hari seperti sebelumnya.

3. Lakukan kembali pembalikan dengan cara yang sama untuk tahap ke tiga. Nantinya, media tanam yang benar proses pembuatannya akan menunjukkan warna coklat tua kehitaman, menjadi lunak, dan berair.

Memasukan Media Tanam ke dalam Kumbung

Tahap selanjutnya budidaya jamur merang ini adalah memindahkan media tanam ke dalam kumbung yang sudah Anda buat. Pindahkan media tanam ke atas rak yang ada di kumbung.

Sarannya, agar kestabilan suhu media tanam terjaga, letakan media tanam semakin kebawah semakin tebal. Setelah tumpukan jerami dan campurannya tersebut sudah tertata rapi, tinggal sebarkan kapas di atasnya merata.

Selesai, media tanam siap untuk penumbuhan jamur merang. Sekali lagi pastikan bahwa kumbung Anda tidak bocor dan tertutup rapat.

Penaburan Bibit Jamur Merang

Budidaya Jamur Merang
Budidaya Jamur Merang

Mulai ke tahap budidaya jamur merang berikutnya, yakni penaburan bibit ke dalam media tanam yang sudah tersedia di dalam kumbung. Cara sangat mudah. Cukup sebarkan saja bibit jamu ke seluruh media tanam secara merata.

Pantau terus dan perhatikan juga mengenai tingkat suhu dan kelembaban kumbung. Rutin menyirami dengan air secukupnya bisa membantu kestabilan kelembaban.

Setelah penaburan bibit, pastikan Anda keluar dan menutup kumbung dengan rapat. Keberhasilan pembibitan tersebut bisa Anda lihat kurang lebih dalam jangka waktu 2 hingga 4 hari. Nantinya akan muncul serabut putih yang menandakan pembibitan tersebut berhasil.

Biarkan bibit dalam posisi tertutup dengan rapat dalam wadah.

Perawatan Jamur Merang

Bagian perawatan ini juga menunjang hasil budidaya jamur merang. Pasalnya agar jamur merang tumbuh dengan baik, suhu dan kelembaban kumbung harus senantiasa terjaga.

Maka dari itu, senantiasa tutup rapat kumbung Anda. Jangan biarkan lantai kumbung kering. Sirami saja lantai tersebut dengan teratur.

Media tanam juga perlu Anda semprot sehingga stabilitas kelembaban terjaga. Dalam penyemprotan, pastikan air semprotan mengenai badan jamur.

Lakukan cara tersebut 2 kali sehari secara rutin. Selain itu, juga lakukan pembersihan dengan mencabuti jamur parasit yang tumbuh di sela-sela pertumbuhan jamur merang.

Pemanenan Jamur Merang

Hasil akan optimal apabila Anda melaksanakan dengan baik budidaya jamur merang ini dari tahap ke tahap. Masa panen jamur merang berkisar antara 10 hingga 11 hari setelah penaburan bibit jamur.

Namun ketentuan tersebut harus Anda imbangi dengan senantiasa menjaga stabilitas suhu dan kelembabannya. Saat sudah menuju masa panen, Jamur merang akan menunjukkan cirinya.

Baca juga: Bertahan dari Pandemi Covid-19, Kakek di Tasikmalaya Ini Sukses Budidaya Jamur Tiram

Panjangnya akan mencapai 3-6 cm, sementara kuncupnya belum terbuka. Segera lakukan pemanenan, karena pertumbuhan jamur akan berlangsung lebih cepat.

Cara memanen jamur merang juga tidak bisa sembarangan. Melainkan harus Anda lakukan dengan memutarnya secara perlahan.

Terapkan cara tersebut dari mulai bagian teratas ke bawah. Jika masih tertinggal kompos pada jamur, sebaiknya Anda bersihkan untuk melindungi kelembaban jamur yang sudah Anda panen.

Penyakit yang Kerap Menyerang dalam Budidaya Jamur Merang

Selalu ada tantangan dalam budidaya, termasuk dalam hal tanaman ini. Beberapa penyakit bisa menyerang jamur dan bisa menggagalkan bisnis Anda.

Untuk menangani resiko tersebut, di bawah ini telah kami siapkan beberapa macam penyakit pada jamur merang dan cara mengatasinya.

1. Wet Bubble

Penyakit yang mengganggu budidaya jamur merang ini berasal dari spora Mycogone Perniciosa. Serangga, lalat, hingga aliran air bisa menjadi penyumbang terbanyak dari penyakit ini.

Jamur merang yang terjangkit penyakit wet bubble ini akan muncul gelembung basah. Untuk mengatasi masalah budidaya jamur yang satu ini, gunakan fungisida berbahan aktif semacam benomil serta karbendazim.

2. Paecilomyces Variotii

Merupakan fungi patogen yang bertahan dengan suhu di bawah 80 derajat celcius. Parasit ini kerap menghantam kompos dengan tampilannya semacam tepung berwarna putih.

Penanganannya dalam budidaya jamur merang sangat mudah, yakni cukup keluarkan kompos yang terkontaminasi dari kumbung.

3. Sibrina Fungicola

Patogen yang satu ini lebih sering datang ketika stadia primordia jamur terbentuk dengan sasaran serangannya yaitu bagian batang dan tudung jamur.

Penyakit ini tersebar karena sisa-sisa organik. Oleh karena itu cara mengatasinya hanya cukup dengan menjaga kebersihan secara rutin dan teratur.

Dari ulasan di atas, kita bisa mengambil sebuah kesimpulan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya tanaman ini adalah ketelatenan untuk mengerjakannya.

Mulai dari persiapan kumbung, perawatan, hingga panen jamur merang. Semua harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti, sehingga jamur tidak kehilangan suhu dan kelembabannya.

Namun, mengingat kembali akan adanya keuntungan yang menjanjikan, tidak ada salahnya mulai mencoba budidaya yang satu ini. Membudidayanya memberi peluang untuk pendapatan yang tinggi. Mengkonsumsinya bisa menambah asupan nutrisi dan gizi.

Bagaimana? Segera terapkan budidaya jamur merang sekarang juga. (R10/HR-Online)