spot_imgspot_img
BerandaBerita TerbaruCara Reproduksi Bakteri dan Keterkaitan Faktor yang Mempengaruhinya

Cara Reproduksi Bakteri dan Keterkaitan Faktor yang Mempengaruhinya

- Advertisement -

Cara reproduksi bakteri secara umum dengan membelah diri. Namun proses ini memiliki keterkaitan dengan pengaruh kondisi lingkungan ia hidup dan kembangnya.

Salah satu mikroorganisme ini merupakan kategori kelompok bersel satu dengan klasifikasi domain. Masuk dalam golongan prokariota dengan beberapa bentuk secara umum.

Bakteri sendiri bisa hidup dimanapun tergantung dengan toleransi setiap jenisnya. Misal air, tanah, limbah bahkan hewan juga tumbuhan.

Menjalin sebuah simbiosis dengan makhluk hidup lainnya. Maka dari itu manusia dengan segala rasa penasarannya membuat sebuah studi mengenai cabang ini. Bernama Bakteriologi dengan cabang mikrobiologi.

Baca Juga: Fungsi Vas Deferens dan Penyakit yang Bisa Menyerang Reproduksi Pria

Beginilah Cara Reproduksi Bakteri

Nah mari kita bahas bagaimana mikroorganisme yang kasat mata ini bisa berkembang biak menjadi semakin banyak. Semua prosesnya terpengaruh oleh kondisi lingkungannya.

Faktor ini membuat hidup dan kembangnya menjadi terhambat atau justru semakin baik. Misalnya dari suhu, oksigen, air dan bahkan pH-nya.

Karena termasuk dalam organisme uniseluler maka pertambahan sel dan reproduksinya saling terkait. Maka kita bisa tahu bahwa perkembangbiakannya melalui pembelahan biner.

Hal ini merupakan sebuah reproduksi aseksual. Ketika lingkungannya mendukung maka perkembangannya akan lebih cepat dalam meningkatkan populasi.

Bahkan pertambahan nya bisa mencapai dua kali lipat setiap 9,8 menit. Setiap dari pembelahan inti sel selalu menghasilkan dua sel dengan anak yang identik.

Pertumbuhan Bakteri

Wikipedia melansir hal ini secara lengkap, tidak hanya cara reproduksi bakteri. Nah, kali ini mari kita bahas mengenai pertumbuhannya yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhinya.

Setiap reproduksi dan menuju tumbuh kembang kita bahkan tidak akan asing dengan hal ini. Semakin optimal lingkup dan tersedia nutrisi maka pertumbuhan akan semakin baik tentu saja.

Namun jika dalam lingkup yang memiliki faktor terbatas bisa kita pastikan tidak akan dapat berkembang biak dengan baik. Maka nantinya bakteri akan berevolusi dan mencari strategi untuk pertumbuhannya kedepannya.

Sama seperti makhluk hidup lainya, bakteri juga akan mempelajari untuk beradaptasi. Bahkan beberapa jenis bakteri menciptakan antibodi untuk terus bertahan hidup dalam sebuah lingkungan.

Baca Juga: Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria, Jenis, Ciri, dan Reproduksinya

Fase Pertumbuhan Bakteri

Cara reproduksi bakteri ini berhubungan dengan bagaimana fase pertumbuhannya. Bakteri akan mengalami empat fase selama hidupnya.

Pertama ketika fase lambat, setelah pembuahan maka akan masuk ke pertumbuhan masing-masing. Nah maka ketika sel-sel ini akan mempelajari untuk beradaptasi kedepannya.

Selanjutnya Fase Logaritmik atau Eksponensial, ketika dalam masa kini maka akan terjadi peningkatan sel. Laju pertumbuhan atau (k), dengan menggandakan diri kita sebut sebagai (g). Masa ini bakteri akan memaksimalkan pertumbuhan hingga nutrisi habis dengan kecepatan maksimum.

Ketiga merupakan fase Stasioner atau diam. Ketika nutrisi sudah terkuras maka secara otomatis akan habis dan aktivitasnya cenderung lebih banyak diam. Terjadinya peningkatan ekspresi gen dan perbaikan DNA, Metabolisme Antioksidan dan transportasi nutrisi.

Fase terakhir adalah kematian. Selama hidup tersebut bakteri memiliki pertumbuhan yang terlihat sederhana namun dengan proses yang cukup teratur dan ketika nutrisi habis ia akan mati.

Habitat Hidup Bakteri

Cara reproduksi bakteri yang kita bahas tadi menyebutkan mengenai lingkup atau habitat. Nah sebuah ekosistem tempat dari bakteri ini hidup memiliki beberapa jenis tentunya.

Seperti ekosistem terestrial, ekosistem akuatik bahkan dalam tubuh makhluk hidup. Semua jenis ini memiliki kondisi berbeda-beda dan membuat bakteri akan belajar untuk beradaptasi dengan hal tersebut.

Bahkan ketika hidup dalam tubuh manusia sekalipun. Hal ini bahkan terlihat dari jumlah bakteri yang mencapai sepuluh kali lipat dari sel manusia sendiri.

Jenis bakteri yang hidup tersebut juga berbeda-beda. Kita pasti mendapatkan manfaat dari bakteri yang hidup dalam tubuh kita ini. Misalnya dalam sistem pencernaan, namun bakteri yang ada di tubuh juga bisa menjadi sumber penyakit.

Misalnya pada kulit yang menjadi jamur atau penyakit lainnya. Jika dalam mulut maka akan membuat plak dan menyebabkan bau mulut.

Nah, maka dari sini kita bisa mengetahui Cara reproduksi bakteri menyesuaikan tumbuh dan lingkupnya. Tidak hanya bermanfaat namun juga bisa membahayakan pada waktu atau bagian tertentu.

Pembahasan ini akan masuk dalam materi IPA Biologi pada kelas sepuluh sekolah menengah atas. Jadi akan lebih baik jika kita mempelajari mikroorganisme ini lebih dini. Cara reproduksi bakteri ini misalnya bisa menjadi pengetahuan umum Anda. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -