Ciri MAP Sensor Rusak yang Perlu Diketahui, Simak Info Detailnya!

Ciri MAP Sensor Rusak
Ilustrasi Ciri MAP Sensor Rusak. Foto: Ist/Net

Ciri MAP sensor rusak penting para pemilik kendaraan ketahui. Tentu berbagai sensor yang terdapat di dalam kendaraan bisa mengalami kerusakan, misalnya MAP sensor.

Baca juga: Bearing Roda Mobil Mudah Rusak, Kenali Penyebabnya

Saat ini, berbagai hal yang berhubungan dengan penggunaan kendaraan, seperti arus kendaraan, konsumsi bahan bakar bisa terkendali oleh satu set sensor juga komputer. Sensor tersebut merupakan hal penting untuk memperoleh perjalanan yang lancar.

Unit kontrol mesin dapat terhubung ke beberapa sensor yang terdapat dalam sebuah kendaraan. Dengan bergantung data, maka sensor-sensor tersebut akan berhenti mendeteksi.

Oleh karena itu, unit kontrol pada mesin akan mulai untuk fungsi tertentu demi memastikan jika mesin pada suatu kendaraan bekerja dengan baik. Maka apabila MAP sensor mengalami kerusakan, hal ini tentu akan mempengaruhi kinerja dari mesin kendaraan.

Mengetahui Ciri MAP Sensor Rusak

Manifold Absolute Pressure (MAP) Sensor memiliki fungsi dalam sistem untuk kontrol elektronik dari konsumsi bahan bakar mesin kendaraan. Pada mesin kendaraan yang memakai MAP sensor, biasanya akan disuntikkan dari bahan bakar.

Banyak sensor tekanan akan memberi data tekanan yang instan kepada unit kontrol elektronik (ECU) mesin. Selanjutnya data dapat bermanfaat untuk mengevaluasi kerapatan udara serta menentukan laju aliran massa udara pada suatu mesin.

Baca juga: Jenis-Jenis Kopling Mobil, Berbagai Macam dengan Ciri yang Dimilikinya

Hal ini bertujuan untuk menentukan pengukuran bahan bakar yang perlu untuk pembakaran terbaik. Kemudian mesin dengan bahan bakar yang disuntikkan dapat menggunakan sensor alternatif yakni MAP sensor.

MAP sensor terdiri dari 2 ruangan yang terpisah oleh suatu diafragma fleksibel. Ruangan tersebut adalah referensi udara yang dapat disegel atau dibuang ke udara luar.

Ruang lainnya adalah ruang vakum yang terhubung ke intake manifold pada mesin dengan selang karet atau dapat terkoneksi langsung. Map sensor dapat dipasang di spakbor atau di intake manifold.

MAP sensor juga dapat dikatakan sebagai sensor massa aliran udara yang berfungsi untuk mendeteksi aliran udara masuk. Informasi MAP sensor dapat diubah menjadi suatu data massa udara bantuan dari metode kerapatan kecepatan.

Selanjutnya kepadatan kecepatan bisa dilakukan memakai kecepatan mesin dan suhu udara. Maka, apabila MAP Sensor mengalami kerusakan tentu akan sangat mempengaruhi kinerja dari mesin kendaraan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri MAP sensor yang rusak. Dengan demikian, permasalahan dapat segera ditangani untuk menghindari kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

Cara Kerja MAP Sensor

Sebelum mengetahui apa saja yang menjadi ciri-ciri dari MAP sensor yang rusak, terlebih dulu Anda ketahui cara kerja dari MAP Sensor. MAP sensor merupakan sensor input yang mampu mendeteksi beban mesin seta memberikan sinyal yang sebanding dengan jumlah vakum.

Selanjutnya, komputer mesin akan menggunakan data ini untuk mengubah waktu ledakan serta peningkatan bahan bakar. Pada saat mesin bekerja lebih keras, maka vakum konsumsi jatuh karena throttle melepaskan beban.

Dengan demikian, mesin akan menggunakan lebih banyak udara atau lebih banyak bahan bakar untuk menjaga udara atau ketidakstabilan rasio bahan bakar. Dengan demikian, komputer akan memeriksa sinyal beban dari sensor.

Hal ini akan membuat campuran bahan bakar akan lebih banyak dari biasanya, sehingga mesin akan menghasilkan tenaga yang lebih ekstras. Secara bersamaan, maka komputer akan menahan waktu ledakan lebih sedikit.

Baca juga: Ciri Water Pump Radiator Rusak, Salah Satunya Ada Bunyi Mendengung

Hal ini bertujuan untuk menghentikan pengapian yang dapat membahayakan mesin dan kinerjanya. Pada saat kondisi berubah dan kendaraan melaju dengan beban bawah cahaya, maka data rendah perlu dari mesin. Selanjutnya choke tidak dapat membuka dengan lebar, apabila tidak dapat diblokir untuk meningkatkan asupan vakum.

MAP sensor akan mendeteksi hal ini, dan komputer pun akan bereaksi dengan mencondongkan campuran bahan bakar untuk mengurangi penggunaan bahan bakar. Selain itu, meningkatkan waktu pengapian untuk menekan penghematan untuk bahan bakar di luar mesin.

Beberapa Ciri MAP Sensor Rusak

Adapun ciri MAP Sensor yang alami kerusakan adalah:

Bau Aneh

Salah satu tanda-tanda Sensor MAP yang sedang mengalami kerusakan adalah adanya bau yang aneh. Kesalahan air fuel ratio atau jumlah udara serta bahan bakar yang salah tercampur menjadi satu dalam ruang bakar.

Hal ini dapat terjadi akibat kerusakan map sensor. Seringkali akan ada sedikit udara serta bahan bakar yang tercampur dan menyebabkan bau yang aneh.

Persoalan Akselerasi

Ciri Sensor MAP rusak lainnya adalah adanya persoalan akselerasi. Pada saat Anda menyetir serta menginjakkan kaki pada pedal gas. Tiba-tiba mobil tersentak pada saat berakselerasi dengan cepat.

Bahkan hal terburuk yang dapat terjadi adalah apabila Anda mengisikan bensin dalam kondisi ini, justru mobil akan mati sama sekali. Dalam kondisi ini sebaiknya membawa mobil ke bengkel untuk menghindari hal buruk yang dapat terjadi.

Daya Mesin Berkurang

Penting untuk Anda ketahui, bahwa Sensor MAP memiliki tanggung jawab dalam mengenali penekanan berlipat ganda ke PCM. Apabila kondisi sensor kalkulasi beban tertekan oleh engine, maka secara otomatis hal ini akan mempengaruhi semua peran mesin selanjutnya.

Jika PCM menulis beban engine yang rendah, hal ini tentunya akan turunkan injeksi bahan bakar ke silinder mesin. Selain itu juga mesin tidak akan cukup kuat untuk memberikan hasil yang maksimal.

Permasalahan Tes Emisi

Untuk mengetahui ciri MAP sensor rusak, sebaiknya Anda mengecek kendaraan secara berkala melalui tes emisi. Jika pada tes ini memperlihatkan skala besar NO, produksi hidrokarbon dari sisi CO2 yang cukup rendah.

Serta monoksida tingkat tinggi melalui pipa knalpot. Maka dapat dipastikan terdapat permasalahan dengan sensor MAP dalam mekanisme.

Kenaikan Emisi pada Kendaraan

Ketika MAP sensor memberikan signal beban yang cukup tinggi pada mesin ke PCM. makan akan terjadi peningkatan pelepasan bahan bakar ke silinder.

Baca juga: Pintu Bagasi Tidak Bisa Dibuka, Ketahui yang Menjadi Penyebabnya

Maka penghematan bahan bakar pun menyusut. Hal ini akan mengakibatkan emisi pada elemen kimia tertentu akan meningkatkan kabut asap ke udara yang ada di sekelilingnya.

Cara Memeriksa MAP Sensor Kendaraan

Setelah mengetahui beberapa ciri MAP sensor rusak di atas, hal penting lain yang dapat Anda ketahui adalah mengenai cara memeriksanya. Adapun langkah-langkahnya antara lain:

  • Lepas koneksi konektor MAP Sensor
  • Lalu hidupkan kunci kontak dengan posisi ON
  • Anda dapat memakai alat untuk ukur (voltmeter) untuk mengetahui ciri MAP sensor yang rusak. Karena, alat ini berfungsi mengukur tegangan antara terminal konektor VC serta E2 dari sisi harness kabel.

Langkah Berikutnya

  • Putar kunci kontak kembali ke posisi Off
  • Selanjutnya hubungkan kembali konektor sensor MAP
  • Lalu nyalakan kembali kunci kontak pada posisi ON
  • Kemudian lepaskan selang vakum pada ruang pemasukan udara
  • Hubungkan voltmeter ke terminal PIM dan E2 dari ECM, serta ukur tegangan keluaran di bawah tekanan atmosfer sekitar
  • Berikutnya berikan vakum ke sensor MAP pada rentang 13,3 kPa hingga 66,7 kPa
  • Langkah mengetahui ciri MAP sensor rusak berikutnya ukur penurunan tegangan dari langkah di atas pada setiap segmen.
  • Apabila operasi tidak seperti yang ditentukan, maka ganti sensor MAP
  • Kemudian hubungkan kembali selang vakum ke ruang pemasukan udara.

Sebuah MAP sensor yang baik dapat membaca tekanan udara beraromatik pada saat kunci hidup sebelum mesin “start’. Nilai ini dapat Anda baca pada alat scan. Anda juga harus membandingkan dengan tekanan barometrik yang sebenarnya membaca untuk melihat apakah keduanya cocok.

Periksa Selang Vakum Sensor

Selanjutnya periksa selang vakum sensor untuk memeriksa apakah terdapat kebocoran. Selanjutnya dengan menggunakan pompa vakum sensor untuk memeriksa kebocoran sensor tersebut. Adanya kebocoran merupakan salah satu ciri MAP sensor rusak, dan sensor ini minta untuk Anda ganti yang baru.

Ciri lain dari MAP sensor yang rusak adalah hilangnya sinyal sensor karena adanya permasalahan kabel atau sinyal sensor yang berada di luar rentang tegangan atau frekuensi normal. Pada umumnya ini akan menetapkan kode diagnosis kerusakan (DTC) serta menghidupkan lampu “check engine“.

Data MAP Sensor

Selain mengetahui ciri MAP sensor rusak, penting bagi Anda untuk memahami data MAP sensor. Pada saat kunci kontak On dan mesin dalam keadaan mati, maka yang terukur oleh MAP sensor atau tegangan PIM adalah penekanan udara luar yang nilainya 100 kPa atau 1 bar.

Terutama jika dalam uluran tangan tersebut, besar tegangan sinyal MAP sensor berada di angka 3,5 Volt atau 4 Volt. Apabila data tersebut tertera pada kendaraan Anda, maka dapat Anda pastikan tidak terjadi permasalahan pada MAP Sensor. Dengan demikian Anda dapat mengetahui penekanan udara luar dengan mudah.

Baca juga: Penyebab Ban Mobil Terasa Goyang, Ketahui Penjelasannya Berikut Ini

Pada waktu mesin hidup serta perputaran idle, maka kondisi ini menunjukkan kevakuman intake manifold sekitar 610 mmHg. Kemudian, bisa juga sekitar 20 kPa, jika tampil nilai tegangan, maka dapat Anda baca tegangan signal MAP Sensor sejumlah 1 hingga 1,5 volt.

Akibat MAP Sensor Rusak

Selain memberikan beberapa ciri yang cukup kentara, MAP Sensor yang rusak juga akan mengakibat beberapa hal pada kendaraan. Akibat yang yang timbul apabila MAP sensor rusak sebenarnya tidak begitu berdampak fatal.

Hal ini apabila terjadi kerusakan pada MAP sensor amak ECU masih menyimpan data pada memori ECU, dengan demikian data tersebut dapat Anda gunakan sebagai data pada saat MAP sensor sudah tidak berfungsi lagi.

Meskipun demikian, apabila MAP sensor menunjukkan ciri kondisi rusak yang parah. maka harus segera Anda perbaiki atau Anda ganti. Pasalnya MAP sensor rusak akan menimbulkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Pemakaian bahan bakar akan menjadi lebih boros
  • Emisi gas buang akan lebih banyak
  • Mesin kendaraan akan menjadi permasalahan pada saat putaran yakni idle akan terasa lebih kasar
  • Lampu check engine EFI yang terdapat pada dashboard kendaraan akan menyala
  • Pada saat kendaraan digs maka akselerasi akan berjalan lebih lambat.

Detonasi

Ciri-ciri MAP sensor rusak lainnya yang penting untuk Anda ketahui antara lain adanya detonasi. Hal ini dapat Anda ketahui dari putaran mesin yang naik turun serta tidak stabil. Selain itu, timing pengapian pada mesin akan kacau pada saat map sensor mengalami kerusakan.

Untuk dapat mengatasi masalah ini, maka salah satu solusinya adalah dengan menggunakan metode sederhana dengan bantuan DMM atau multimeter digital atau dengan menggunakan pompa vakum genggam.

Dengan mengetahui beberapa ciri MAP sensor rusak, maka berbagai hal buruk yang mungkin terjadi pada kendaraan akibat kerusakan tersebut pun dapat Anda hindari. Maka kenyamanan dan keamanan dalam berkendara pun akan Anda peroleh. (R10/HR-Online)