spot_imgspot_img
BerandaBerita BanjarDidenda Karena Tak Urus IMB, Pengusaha di Banjar Sempat Pilih Penjara

Didenda Karena Tak Urus IMB, Pengusaha di Banjar Sempat Pilih Penjara

- Advertisement -

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Seorang pengusaha percetakan Wisesa Advertising di Lingkungan Banjar RT 01 RW 03 Kelurahan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Muslimin diharuskan membayar denda sebesar Rp 2 Juta. Hal itu lantaran ia tak mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang digunakan untuk kegiatan usahanya.

Terdakwa Muslimin sempat keberatan dan lebih memilih sanksi pidana kurungan penjara selama 3 bulan daripada membayar denda maksimal sesuai ketentuan Peraturan Daerah yang dibacakan Hakim Ketua Suryo Jatmiko Mahartoyo Sukmo SH dalam persidangan.

Namun tak berselang lama setelah berpikir ulang, terdakwa Muslimin akhirnya membatalkan pilihannya untuk menjalani kurungan tiga bulan. Muslimin memilih membayar sanksi denda sesuai yang ia mampu.

“Saya pilih bayar denda tapi saya mampunya cuma bisa membayar Rp 2 juta,” kata Muslimin kepada Hakim saat sidang Dakwaan di Pengadilan Negeri Banjar, Kamis (9/9/2021).

Setelah beristirahat dan sidang kembali dilanjutkan, Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipimpin oleh Hakim Ketua Suryo Jatmiko Mahartoyo Sukmo SH akhirnya menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 1 juta subsider 10 hari pidana kurungan jika denda tersebut tidak dibayarkan.

“Menyatakan bersalah. Menjatuhkan pidana dengan pidana denda sejumlah Rp 1 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 10 hari,” kata Hakim Suryo Jatmiko saat membacakan amar putusannya di Persidangan.

Pengusaha Percetakan di Kota Banjar Menerima Vonis Hakim

Ditemui usai sidang, Muslimin, mengatakan, menerima keputusan hakim untuk membayar denda sebesar Rp 1 juta tersebut. Muslimin sudah dinyatakan bersalah tidak memiliki IMB untuk usaha.

Saat ini, lanjutnya, untuk proses perizinan tersebut sebetulnya sudah diurus sejak 2 Minggu yang lalu. Namun karena terkendala administrasi dan waktu sehingga belum selesai sampai sekarang ini.

“Saya menerima denda itu dan dinyatakan bersalah karena tidak memiliki IMB. Kita sudah proses dua minggu ke belakang cuma terkendala administrasi dan waktu saja. Dua minggu lagi sudah kelar izinnya,” kata Muslimin.

Adapun terkait keputusannya yang sempat memilih pidana 3 bulan tersebut, imbuhnya, hal itu karena takut nantinya harus membayar denda maksimal sebesar Rp 50 juta. Sedangkan ia tidak sanggup membayar denda sebesar itu.

“Tadi sempat bingung darimana juga saya kalau harus bayar denda Rp 50 juta. Apalagi kemarin juga usaha sempat macet karena pandemi Covid-19,” ujarnya.

Hakim Ketua Persidangan Suryo Jatmiko Mahartoyo Sukmo SH, mengatakan, keputusan denda sebesar Rp 1 juta tersebut untuk memenuhi rasa keadilan. Hal ini karena dari pihak Terdakwa saat di persidangan hanya sanggup membayar denda sebesar Rp 2 juta.

Setelah diperhitungkan diputuskan denda kepada Terdakwa sebesar Rp 1 juta. Dengan ketentuan apabila Terdakwa tidak membayar denda tersebut maka diganti pidana kurungan selama 10 hari.

“Setelah kita perhitungkan terdakwa menyatakan mampunya membayar denda 2 juta. Kami ambil keputusan membayar 1 juta untuk memberikan efek jera. Serta contoh bagi masyarakat yang lain agar mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Berawal dari Laporan Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Banjar, Edi Nurjaman, melalui Kabid. Gakperunda, Aep Saepudin, mengatakan, perkara tersebut bermula dari adanya laporan dari masyarakat.

Kemudian, setelah itu pihaknya menerjunkan tim ke lokasi untuk pengawasan. Ternyata dalam pelaksanaan usaha tersebut patut diduga terjadi tindak pidana pelanggaran Perda nomor 17 tahun 2013 Tentang Bangunan Gedung.

Lebih jelasnya, sambung Aep, pengusaha percetakan di Kota Banjar tersebut melanggar pasal 8 ayat 1 junto pasal 91 ayat 1 dengan ancaman pidana kurungan 3 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.

“Perkara ini sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap. Diharapkan dengan adanya perkara ini dapat memberikan efek jera bagi pelanggar dan warga masyarakat yang belum membuat izin usaha dan tempat tinggal agar membuat IMB,” jelasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -