Enggan Ambilkan Kopi, Jari Tukang Cukur di Tasikmalaya Putus Dibacok

Tukang Cukur di Tasikmalaya
Polisi menunjukkan lapak tukang cukur di Terminal Rajapolah Ciamis, TKP kasus pembacokan pada Jumat (10/9/2021) sore. Foto: Istimewa

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Hanya karena enggan mengambilkan kopi, seorang tukang cukur di Terminal Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat harus kehilangan satu jarinya.

Peristiwa berawal saat pelaku tiba-tiba datang ke tempat usaha Agus Supriadi (35) di Terminal Rajapolah, Jumat (10/9/2021).

Dikutip dari Kapol.id-jaringansuara.com, Wawan Wahyudi (53) seorang saksi di lokasi menuturkan, pelaku memang sudah sering membuat warga resah.

“Saat itupun Pak Agus sedang mencukur anak-anak, pelaku tiba-tiba saja datang dan membacok Pak Agus, anak-anak yang sedang dicukur juga kaget,” katanya.

Sementara informasi lainnya menyebutkan, pelaku diduga tak terima tukang cukur di Tasikmalaya itu mengabaikan permintaannya saat meminta kopi.

Sementara Kapolsek Rajapolah, AKP Dede Darmawan mengatakan, korban merupakan warga Kampung Cibungkul, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

“Menurut saksi di lokasi, pelaku membacok korban Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya.

Akibat perbuatan pelaku, korban mendapatkan 46 jahitan pada lengan dan telapak tangannya dari tim medis puskesmas terdekat.

“Pelaku yang datang ke lokasi tempat usaha korban mengambil pisau dari tempat seorang saksi. Lalu pelaku menukarnya dengan parang dan menuju lapak korban,” jelas Dede. 

Lanjut Dede, parang yang dibawa pelaku lalu dipakai untuk menghancurkan kaca di tempat usaha korban. “Kaca sampai pecah, pelaku masuk ke dalam dan diduga berniat membacok korban,” katanya.

Saat itu tukang cukur di Tasikmalaya tersebut berusaha menangkis serangan pelaku dengan tangan kosong. Akibatnya jari kelingking korban putus. 

“Korban dibawa ke Puskesmas terdekat dan melapor ke Polsek Rajapolah. Kami tindak lanjuti, pelaku kami tangkap di rumahnya. Sementara motifnya masih kami selidiki,” tandasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)