Galaksi Spiral NGC 4921, Dapat Julukan Anemia Dalam Gugus Koma

Galaksi Spiral NGC 4921, Dapat Julukan Anemia Dalam Gugus Koma
Ilustrasi Galaksi Spiral NGC 4921. Foto: Ist/Net

Galaksi spiral NGC 4921 tertangkap dalam Hubble NASA/ESA, salah satu Teleskop Luar Angkasa. Bergabung dalam Gugus Koma Galaksi yang mendapat julukan anemia.

Penemuan kali ini menjadi sebuah titik ekspansi untuk studi alam semesta. Berkat perkiraan jarak mencapai 310 juta tahun cahaya dengan menggabungkan kecepatan resesi.

Identifikasi kali ini menjadi penanda jarak bintang utama yang terkenal dalam variabel Cepheid. Karakteristiknya terlihat bercahaya cantik dan megah. Wajar jika pembentukan bintangnya rendah dan permukaannya cerah. Hal ini terlihat dalam tangkapan gambarnya langsung.

Baca Juga: Galaksi Spiral NGC 1385, Terletak di Konstelasi Fornax

Penelitian Galaksi Spiral NGC 4921

Dalam gambar yang akan kita lampirkan nanti akan terlihat bagaimana objek yang satu ini. Ketika dari atas dan pusatnya terlihat bahwa intinya cukup terang.

Sedangkan bagian batang tengahnya memiliki kecerahan yang cukup terang. Memiliki sebuah cincin debu yang cenderung gelap, namun terlihat menonjol jadi perhatian.

Sedangkan sekitarnya terdapat beberapa galaksi pendamping yang ukurannya lebih kecil. Mengagumkan dan menjadi sorotan sejak awal, apalagi tidak ada keterkaitannya dengan alam semesta kita yaitu galaksi Bima Sakti.

Pada tahun 1976 seorang astronom berasal dari Kanada bernama Van den Bergh. Ia pernah menyebutkan bahwa galaksi yang satu ini mendapatkan julukan “anemia”.

Tingkat Kecerahan

Galaksi spiral NGC 4921 ini memiliki tingkat kecerahan yang rendah, maka sejak dulu disebut anemia. Namun jika kita bandingkan dengan galaksi Gugus Koma, tingkat kecerahan spiral NGC 4921 cenderung cukup tinggi.

Pada permukaan redup dan memiliki sebuah lengan spiral menyebar yang cantik. Sedangkan diameternya cukup besar jika kita bandingkan dengan galaksi Bima Sakti tidak berbeda jauh.

Keindahan dari galaksi ini berhasil mencuri perhatian. Meski tidak seterang galaksi lainnya, namun dalam kategorinya sangat terang.

Pengambilan gambar melalui Teleskop Luar Angkasa Hubble tersebut total menangkap 80 gambar terpisah. Menggunakan filter kuning dan inframerah dalam jarak dekat.

Baca Juga: Galaksi Spiral IC 1954, Terlihat Hubble di Konstelasi Horologium Selatan

Struktur Galaksi Spiral NGC 4921

Lokasinya terletak pada Konstelasi Coma Berenices, galaksi spiral berpalang kategori Gugus Koma. Dalamnya terdapat bintang biru panas yang baru saja terbentuk dan berdamping dengan cincin debu.

Sedangkan untuk lengannya yang spiral terlihat sama. Hanya saja, terasa seperti lebih halus dan lembut. Terjadi interaksi dengan Medium Intergalaksi untuk melepaskan gas.

Hal ini bisa terjadi karena sebuah gangguan distribusi hidrogen untuk menuju lengan spiral SE dan cakram optik yang kurang meluas dengan baik.

Sedangkan letak clusternya berkecepatan cenderung tinggi mencapai 7.560 km/s. Selain itu, untuk penjang gelmbangnya mencapai 21 cm garis Hidrogen.

Galaksi Anemic

Terkait dengan galaksi yang satu ini memiliki kemiripan karena rendahnya kecerahannya. Hanya saja, tidak terlihat adanya lengan spiral seperti galaksi NGC 4921.

Namun mereka memutuskan bahwa galaksi ini tidak bisa dimasukkan ke galaksi merah. Karena ketika pembentukannya memberikan petunjuk terkait dengan kandungan netral normal.

Namun beberapa menyebutkan dalam penelitian lain bahwa terjadi kekurangan gas molekuler. Maka kandungan hidrogen molekulnya mirip dengan spiral normal.

Ledakan Supernova

Galaksi Spiral NGC 4921 ini sempat menjadi pengamatan lagi pada 4 Mei 1959. Ketika terjadi ledakan supernova tersebut muncul cukup jauh dari pusatnya.

Terdapat kurva cahaya sejenis supernova SN 1987a pada Awan Magellan Besar. Oleh karena itu, terlihat perilaku fotometrik yang tidak biasanya.

ML Humason yang mengobservasi menggunakan teleskop Schmidt. Memperkirakan terjadi magnitudo puncak mencapai 18,5, berlokasi di Observatorium Palomar.

Evolusi

Dengan memiliki spiral anemia ini, maka kehadiran dari pasokan gas dari pembentukan bintangnya. Biasanya galaksi dengan ciri atau kondisi anemia akan kehilangan sisa gasnya.

Sedangkan pembentukan bintang yang mirip dengan galaksi lentikular. Perkiraannya terkait dengan ini juga galaksi spiral juga galaksi lentikular yang mirip.

Hadirnya dari galaksi gugus yang kaya. Studi membandingkan banwa kasus pembentukan gas dan bintang netralnya dalam cakram optik tidak terpotong.

Pembentukan ini terjadi dari interaksi dan proses clusternya. Jadi, tanggung jawab asal mula galaksi anemia jelas dari pengupasan spiral normal dan pembentukan bintang mereka untuk pasokan gas.

Galaksi spiral NGC 4921 ini jadi salah satu jenis anemia yang terang. Terlihat menarik dan megah di dalam kategori jenis gugus comanya. (R10/HR Online)