Ideologi Komunis di Indonesia: Menyusup ke Sekolah, Berkembang Lewat Jalur Kereta

Idelogi Komunis di Indonesia
Potret para buruh kereta api VSTP yang sedang merayakan pesta panjat pinang di Semarang. Perkiraan foto ini diambil pada sekitar tahun 1923-1924. Foto: Ist/Net

Bagaimana ideologi komunis di Indonesia bisa berkembang? Rupanya ideologi ini tidak hanya menyebar dan berkembang karena rapat-rapat besar dari golongan elit terpelajar.

Takashi Shiraishi dalam “Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926”, 1997, menyebutkan bahwa ideologi radikal ini justru berkembang karena jalur Kereta Api (KA) sepanjang Pantura. Termasuk juga menyusup ke sekolah Sarekat Islam.

Fakta Menarik Perkembangan Ideologi Komunis di Indonesia

Berikut adalah cara Partai Komunis Indonesia menyebar dan mengembangkan pengaruhnya di wilayah pulau Jawa:

Menggunakan Jalur Kereta Api yang Berpusat di Semarang

Pertama para pemikir komunis di Semarang mencari cara agar ideologi yang berasal dari Rusia ini bisa bertumbuh subur di tanah Jawa.

Mereka pun terpikir untuk menyebarkannya di kalangan buruh terbesar di Semarang yang berasal dari pekerja kereta api.

Baca Juga: Sejarah BAPERKI, Organisasi Sosial Tionghoa yang Dicap Identik dengan PKI

Para petinggi PKI seperti Semaun, Alimin, Darsono dan Sneevliet pun akhirnya berhasil memberikan pengaruh yang sangat ideal dan sistematis itu.

Alhasil setiap tahun partai merah ini semakin mengalami peningkatan yang cukup mengejutkan. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan ribu orang.

Apalagi ketika Ideologi Komunis di Indonesia ini tersebar melalui rute kereta api yang berjalan dari Semarang menuju jalur Pantai Utara Jawa.

Peristiwa tersebut terdapat dalam penelitian Takashi “Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926”, (1997: 336).

Sering Menggelar Vergadering yang Berapi-Api

Nah ketika para petinggi partai palu arit ini menjelajah jalur Pantura menggunakan kereta api, mereka kemudian sering menggelar pidato ajakan masuk partai dengan semangat yang berapi-api.

Bahkan kata-kata yang mampu membakar semangat seperti; “mereka yang mau bergabung dan menjadi anggota PKI, adalah mereka yang berani, sebab mereka benar dan bukan pendjilat” sering mewarnai diskusi terbuka dalam berbagai kesempatan.

PKI juga mampu membuka diskusi dua arah dengan berbagai kalangan, sekalipun itu kalangan yang buruh yang berasal dari keluarga yang miskin.

Namun yang lebih ampuh dalam menarik massa adalah dengan cara menjanjikan kemerdekaan dengan cara yang cepat, singkat, dan revolusioner.

Bebasnya Para Pentolan PKI dari Penjara Tahun 1923-1924

Bebasnya para pentolan PKI dari penjara yang diakibatkan oleh kerusuhan buruh pada tahun 1919-1920, menyebabkan ideologi komunis di Indonesia semakin menjalar.

Baca Juga: Sejarah Pembantaian PKI di Kota Pendekar, Kolonel Soetarto jadi Korban

Kebebasan para kombatan PKI ini juga dinilai sebagai langkah awal kesuksesan dari partai merah yang revolusioner dalam rentang abad 20.

Banyak propagandis yang tidak kapok dan kembali menjadi agitator ulung untuk membangkitkan semangat palu arit.

Selain itu, banyak yang menganggap hadirnya Tan Malaka sejak tahun 1921 sebagai salah satu faktor pendukung kekuatan partai ini semakin bertumbuh subur di Indonesia.

Melakukan Infiltrasi ke Sekolah Sarekat Islam

Strategi yang tak kalah menarik dari cara menumbuhkan ideologi komunis di Indonesia juga dilakukan dengan cara menginfiltrasi atau menyusup jalur pendidikan. Tak main-main mereka menyusup dalam lembaga kompetitor partai yaitu, Sarekat Islam.

Adapun sekolah-sekolah Sarekat Islam yang dimaksud seperti; sekolah SI di Semarang, Kendal, Salatiga, Demak, dan Pati.

Banyak anggota SI yang sering aktif di PKI juga. Nah tak jarang fenomena ini dimanfaatkan oleh Sneevliet dan kawan-kawan untuk mengajarkan ideologi merah dalam sekolah SI.

Dengan demikian, tercatat hingga tahun 1923-1924 banyak lahir generasi emas ideologi komunis di Indonesia yang masih segar dan penuh dengan semangat revolusi.

Jalur Kereta Api Pantura, Jalan Kemenangan PKI dalam Menghimpun Massa Aksi

Nah yang terakhir yaitu peristiwa yang meliputi strategi PKI dalam menghimpun massa aksi. Mereka menggunakan rute jalur kereta api sepanjang Pantura.

Adapun jalur Pantura yang terdiri dari; Pati Demak, Purwodadi, Salatiga, Boyolali, Pekalongan, Brebes, dan Cirebon dinilai menjadi rute orang-orang komunis untuk menghimpun agitasi massa.

Hingga pada tahun 1924, partai ini muncul sebagai kekuatan yang melampaui kejayaan Partai Sarekat Islam tahun 1910.

Itulah sejarah perkembangan ideologi komunis di Indonesia yang perlu kita ketahui. Dengan belajar masa lalu yang kelam, maka kita tak akan masuk pada lobang jebakan yang sama. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)