Jumat, Juli 1, 2022
BerandaBerita JabarPulihkan Ekonomi, Jabar Ekspor Puluhan Ton Ubi Jalar ke Singapura

Pulihkan Ekonomi, Jabar Ekspor Puluhan Ton Ubi Jalar ke Singapura

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Pertama kalinya, komoditas ubi jalar dari Jawa Barat (Jabar) tembus pasar ekspor Singapura.

PT Bona Vista Hikmah yang berlokasi di Desa Cilembu, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, merupakan perusahaan yang mampu menjual ubi jalar ke luar negeri.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum langsung ikut melakukan pengawalan ekspor perdana ubi Jalar Kamis (16/9/2021).

Adapun ubi jalar yang dikirim yakni varietas rancing.

“Total ubi jalar dari Jabar yang akan kita kirim sekitar 8.037 ton atau setara dengan USD 6,6 juta,” ungkap Uu.

Meski demikian, pengiriman umbi jalar ini akan bertahap.

“Hari ini kita kirim 10 ton, total ekspor bulan ini ke Singapura 55 ton,” katanya.

Uu mengaku bangga komoditas pangan dari Jawa Barat bisa tembus pasar dunia.

Ia menyebut, fokus Jabar dalam pemulihan ekonomi salah satunya dengan meningkatkan ekspor.

“Alhamdulillah ubi jalar dari Jabar menjadi salah satu komoditas yang bisa kita ekspor,” ujar Uu.

Baca Juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di ASEAN Dibangun di Jabar

Produksi Ubi Jalar di Jabar dalam Satu Tahun

Dalam satu tahun lanjut Uu, produksi ubi jalar di Jawa Barat mencapai 468.743 ton.

Jenis ubi jalar unggulan antara lain ubi cilembu, ubi ungu, ubi jepang, ubi manohara dan ubi putih.

Adapun daerah sentra ubi jalar antara lain, Sumedang, Kuningan, Garut, Bandung, Tasikmalaya, Bogor, dan Sukabumi.

Uu menambahkan, di Kabupaten Sumedang selain ada ubi jalar varietas rancing juga ada varietas nirkum.

Luas tanam per tahun juga cukup luas sekitar 460 hektar. Dalam satu hektar produksi ubi sekitar 17 ton, sehingga per tahun bisa mencapai 7.820 ton.

Adapun sentra ubi jalar di Sumedang antara lain Tanjungsari, Pamulihan, Rancakalong dan Sukasari.

“Kita berharap kedepan Jabar tidak hanya ekspor ubi jalarnya saja, tapi juga pangan berbasi ubi seperti tepung ubi, tepung kasar, bubuk ubi jalar, sekarang juga sudah ada permintaan,” pungkas Uu. (Jujang/R8/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -