Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBerita BanjarKematian Akibat Covid-19 Tinggi, Kota Banjar Kembali ke Level 3 PPKM

Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, Kota Banjar Kembali ke Level 3 PPKM

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kasus kematian akibat Covid-19 meningkat, Kota Banjar, Jawa Barat kini kembali naik ke level 3 PPKM berdasarkan instruksi Mendagri tentang PPKM level 4, 3, dan level 2 di wilayah Jawa-Bali.

Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih mengatakan, hal itu karena angka kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Banjar meningkat selama sepekan terakhir ini.

“Saya juga bingung kenapa kok Banjar bisa jadi naik lagi levelnya, padahal kasus positif sudah melandai. Ternyata itu diakibatkan angka kematian di Kota Banjar masih cukup tinggi,” katanya, Selasa (21/09/2021).

Kendati begitu, seiring dengan dibukanya kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah, ia berharap semua dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Menurut Ade Uu, jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, ia khawatir hal itu akan menimbulkan cluster baru dan menambah angka kasus positif.

Baca Juga : Penerapan PPKM Level 2 Kota Banjar dan Aturan Baru di Fasilitas Publik

“Makanya sekarang sudah kembali PTM, jadi tolong protokol kesehatan 5M selalu terapkan dengan baik. Selain itu juga vaksin harus terus berjalan,” kata Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Banjar, dr. Andi Bastian menyampaikan bahwa, saat ini angka kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Banjar lebih dari empat orang dalam sepekan.

“Untuk berada pada level 2, angka kasus kematian maksimal empat orang dalam satu minggu, kalau lebih dari itu, otomatis naik ke level 3,” terangnya.

dr. Andi juga menjelaskan, angka kasus positif baru di Kota Banjar kini sudah mulai melandai per harinya. Meski begitu, masyarakat tidak boleh mengabaikan panduan tentang pencegahan penularan virus Covid-19.

“Beberapa minggu terakhir kasus positif Covid-19 Kota Banjar tidak lebih dari lima orang. Hari ini juga hanya ada satu orang yang terkonfirmasi, tapi masyarakat jangan mengabaikan hal itu. Protokol kesehatan harus tetap diterapkan,” tandas dr. Andi. (Sandi/R3/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img