Kembangkan Lidah Buaya, SMAN 1 Pamarican Ciamis Juara Adiwiyata

Kembangkan Lidah Buaya SMAN 1 Pamarican Ciamis Juara Adiwiyata
Kepala Sekolah SMAN 1 Pamarican, Kabupaten Ciamis, tengah menunjukan tanaman Aloe Vera dan buku terbitan sekolah. Dengan berhasil kembangkan lidah buaya, SMAN 1 Pamarican berhasil menyabet juara Adiwiyata. Foto : Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Setelah berhasil kembangkan lidah buaya, SMAN 1 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sabet juara 1 Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Ciamis.

Adiwiyata sendiri merupakan penghargaan untuk sekolah bermutu yang mampu berinovasi dalam meningkatkan pendidikan lingkungan hidup secara benar.

Kepala SMAN 1 Pamarican, Teti Gumiati mengatakan, inovasi yang sekolahnya lakukan adalah Gerakan Unggul Pengembangan Lidah Buaya Mewujudkan Sekolah Bermutu (Gula Semut).

“Gula Semut yang hampir 1 tahun ini adalah upaya kami untuk mewujudkan sebuah sekolah yang unggul dalam berbagai aspek. Selain itu, program ini juga merupakan salah satu aspek, sebagai usaha untuk mewujudkan sekolah bermutu,” katanya kepada HR Online, Senin (06/09/2021).

Lebih lanjut Teti menjelaskan, program inovasi Gula Semut tersebut adalah sebuah program inovasi daerah dalam upaya pemberdayaan alam di sekitar lingkungan sekolah.

“Apalagi Kecamatan Pamarican sendiri merupakan salah satu daerah penghasil gula aren,” jelasnya.

Menurut Teti, SMAN 1 Pamarican kembangkan Aloe Vera atau lidah buaya ini, selain sisi manfaat yang sangat besar juga untuk penghijauan lingkungan sekolah.

Sehingga, dengan ditunjang produk lokal sebagai penghasil gula aren berkualitas, keduanya ini bisa pihaknya kombinasikan untuk menghasilkan sebuah produk yang benar-benar baru.

“Dan ini telah kita buktikan. Alhamdulillah dari pengembangan ini tidak sia-sia, akhirnya kami menjadi juara Adiwiyata,” terangnya.

Tujuan SMAN 1 Pamarican Ciamis Kembangkan Lidah Buaya

Lebih lanjut Teti menambahkan, bahwa selama ini Aloe Vera menjadi salah satu agribisnis yang para petani kembangkan dan olah. Selain itu juga para pengusaha sebagai sumber usaha murni dalam sektor pertanian. 

Jadi, pihaknya melihat bahwa hal ini bisa juga dikembangkan di lingkungan sekolah. Harapannya, bisa dikembangkan menjadi usaha pada sektor usaha unggulan sekolah.

Selain itu juga sebagai pengenalan dan pembinaan secara langsung bagi para guru dan siswa, dalam pembelajaran tentang potensi alam sekitar.

“Potensi tersebut bisa dimanfaatkan dan diolah, hingga menghasilkan sebuah produk usaha yang khas bagi daerah Pamarican,” tuturnya.

Sebab menurutnya, lidah buaya ini merupakan sebuah tanaman hias yang memiliki aneka kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah berkhasiat untuk kesehatan.

“Aloe Vera ini sangat banyak akan manfaatnya bagi kesehatan. Kita bisa mengkonsumsinya, baik langsung tanpa olahan ataupun mengolah terlebih dahulu dan menjadi sebuah sajian minuman kesehatan,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, tujuan dari inovasi kembangkan lidah buaya ini adalah, agar masyarakat bisa menerima dan mengkonsumsi tanaman tersebut.

“Sehingga dengan kegunaan dan manfaatnya tersebut, bisa menjadi sebagai sebuah usaha yang menguntungkan,” ujarnya.

Sementara dalam pengembangan lidah buaya tersebut, pihaknya tengah melakukan penanaman di lahan lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan itupun melibatkan pihak sekolah serta petani setempat.

Sedangkan nantinya hasil dari pengembangan Aloe Vera ini, akan diolah dengan gula semut hasil dari para petani sekitar.

Jadi selain dari pihak sekolah, lingkungan sekitar sekolah juga nantinya bisa mengolah dan memasarkan produk kesehatan ini untuk masyarakat umum.

“Sehingga kegiatan inovasi yang bernama Gula Semut ini dapat merangkul semua kalangan. Hal ini juga sebagai program pembelajaran tentang kewirausahaan,” ungkapnya.

Juara Harapan 1 Sekolah Dalam Pengembanagan Literasi

Selain berhasil menyabet penghargaan Adiwiyata yang sukses kembangkan lidah buaya, SMAN 1 Pamarican Kabupaten Ciamis ini juga berhasil meraih penghargaan lainnya.

Adapun penghargaan tersebut juara harapan 1 dalam inovasi program Aset Palapa (Aksi Sukses Sekolah Literal Para Pelajar Pamarican, dengan meluncurkan dua buku karya guru dan siswa.

“Untuk buku ini juga kami cetak sendiri. Satu karya guru dengan isian esai, dan untuk karya siswa merupakan sebuah kumpulan puisi,” terangnya.

Teti berharap, dengan adanya program Aset Palapa tersebut, agar SMAN 1 Pamarican mempunyai karakter, serta menggiring siswa untuk gemar membaca.

“Insya Allah kedepannya akan terus kita kembangkan. Kita akan terus berinovasi demi mewujudkan prestasi bagi para siswa yang belajar di SMAN 1 Pamarican ini,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto