Lumbung Padi Pengaruhi Ketersediaan Beras di Pangandaran

Lumbung Padi Pengaruhi Ketersediaan Beras di Pangandaran
Salah satu lumbung padi di Kabupaten Pangandaran. Foto:Dok HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Lumbung padi ikut mempengaruhi produksi padi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Hingga bulan Juli 2021, pemkab Pangandaran menyebut produksi beras surplus.

Rusyana Kabid Ketahanan Pangan Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Pangandaran membenarkan hal itu Selasa (31/8/2021).

Sampai bulan Juli 2021 produksi beras di Pangandaran surplus sebanyak 53.422,61 ton.

“Jika dalam satu bulan kebutuhan beras masyarakat Pangandaran 5.785,02 ton, maka jumlah tersebut bisa untuk 9 bulan,” ujar Rusyana.

Pada musim panen Juli 2021 saja, Pangandaran menghasilkan 17.904,01 ton gabah kering giling atau sekitar 11.100,49 ton beras.

Ketersediaan beras yang melimpah di Pangandaran tak lepas juga dari keberadaan 185 lumbung padi.

“Lumbung padi ini mampu meningkatkan ketahanan pangan di Pangandaran,” katanya.

Baca Juga: Acara Tradisi Hajat Laut di Pangandaran Tetap Digelar Meski Pandemi

Ia menyebut, lumbung padi yang dibangun dengan swadaya sebanyak 117, sedangkan yang sumbernya dari anggaran negara sebanyak 68 lumbung padi.

“Lumbung padi ini juga membantu masyarakat untuk menstabilkan harga,” ucapnya.

Adapun rinciannya, di Kecamatan Langkaplancar ada 9, Kecamatan Cigugur 8, Kecamatan Pangandaran 11, Kecamatan Padaherang 34, Kecamatan Cimerak 10.

Sementara itu di Kalipucang 11, Kecamatan Sidamulih 34, Kecamatan Parigi 24, dan kecamatan Mangunjaya 35.

“Kita imbau masyarakat Pangandaran agar menjual padinya ke lumbung, agar harganya stabil;,” pungkas Rusyana. (Ceng2/R8/HR Online)

Editor: Jujang