Mengintip Cara Pembuatan Gula Aren Asli Langkaplancar Pangandaran

Mengintip Cara Pembuatan Gula Aren Asli Langkaplancar Pangandaran
Gula aren khas daerah Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Foto : Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Gula aren atau gula merah merupakan salah satu bahan pemanis untuk makanan atau minuman. Gula ini berasal dari pengolahan nira pohon enau.

Sementara untuk tekstur warnanya sama dengan namanya yakni berwarna merah kecoklatan, dan memiliki aroma yang khas.

Sedangkan untuk gula merah asli buatan warga Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini sudah mulai terkenal. Hal itu seiring dengan pemasaran yang sudah merambah ke luar Pangandaran.

Bahkan, di Kecamatan Langkaplancar sendiri, tidak sedikit masyarakat di daerah tersebut yang menjadi pengrajin gula aren.

Selain itu, perajin gula merah dari Langkaplancar ini tidak akan kesulitan untuk mencari bahan bakunya. Pasalnya, di daerah tersebut banyak ditemukan pohon aren atau enau.

Proses Pembuatan Gula Aren Asli Langkaplancar Pangandaran

Salah seorang perajin gula merah asal Langkaplancar, Yadi mengatakan, cara membuatnya cukup sederhana dan mudah.

Langkah pertama adalah memotong dan mengiris bunga pohon enau. Hal itu agar keluar cairan yang biasa disebut lahang.

Kemudian, setelah cairan tersebut keluar, Yadi pun menampungnya ke ruas bambu yang sudah ia persiapkan.

“Lalu panaskan cairan lahan itu sampai mengental,” katanya kepada HR Online, Selasa (14/9/2021).

Setelah benar-benar kental, maka selanjutnya cairan lahan tersebut dituangkan kedalam cetakan yang sudah disiapkan. “Biasanya cetakan itu berbentuk bulat,” imbuhnya.

Kemudian, jika sudah kering, maka langkah selanjut finishing yaitu membungkus gula aren dengan pelepah daun kelapa kering. Dan selanjutnya adalah siap dipasarkan.

Ikon Langkaplancar

Lebih lanjut Yadi menambahkan, selain biasa untuk bumbu masak, gula aren juga kaya akan manfaat. Seperti bisa mengatasi anemia, menangkal radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kemudian juga melancarkan pencernaan dan banyak lagi manfaat lainnya,” ujarnya.

Yadi mengatakan, bahwa gula merah ini adalah ikon Kecamatan Langkaplancar. Maka tidak heran jika hampir semua warung banyak terpajang gula aren.

Menurut Yadi, biasanya masyarakat atau tamu yang berkunjung ke Langkaplancar selalu membawa pulang gula merah khas daerah tersebut, sebagai oleh-oleh.

Yadi menuturkan, gula aren yang menggunakan daun kelapa kering sebagai bungkusnya itu harganya juga sangat terjangkau.

“Pembeli cukup mengeluarkan kocek Rp 30 ribu saja untuk sebungkus. Biasanya per bungkusnya memiliki berat sekitar 2,5 kilogram,” pungkasnya. (Enceng/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto