Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita BanjarPanen Jambu Air Madu, Poktan Sukamaju Kota Banjar Hasilkan 1,3 Ton

Panen Jambu Air Madu, Poktan Sukamaju Kota Banjar Hasilkan 1,3 Ton

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Panen jambu air madu bagi Kelompok Tani Sukamaju di Dusun Sukahurip, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi berkah di kala pandemi.

Pasalnya, kali ini Kelompok Tani Sukamaju kembali dapat menikmati panen raya buah jambu air madu dengan hasil hingga mencapai 1,3 ton.

Panen raya tersebut merupakan hasil pengembangan tanaman buah jambu air madu yang ditanam Poktan Sukamaju sejak masa tanam sekitar 7 tahun yang lalu.

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih mengatakan, panen raya jambu air tersebut merupakan pengembangan kawasan agrowisata Langensari dengan memanfaatkan lahan kosong milik warga.

Dari sekitar 32 pohon yang dikembangkan pada lahan agrowisata tersebut, setiap pohonnya dapat menghasilkan sekitar 1 kuintal lebih buah jambu air madu dalam satu kali masa panen.

“Budidaya jambu air ini sudah dari 7 tahun yang lalu, dan sekarang mulai bisa dipanen. Ini tentunya akan menunjang kawasan agrowisata yang kita kembangkan,” kata Ade Uu Sukaesih, saat panen raya jambu air madu kepada wartawan, Selasa (28/09/2021).

Kedepan, lanjutnya, pihak pemerintah kota sudah menyiapkan lahan seluas 16 hektar untuk pengembangan agrowisata pertanian. Lokasinya di bantaran Sungai Citanduy.

Untuk itu, ia mengajak kepada semua pihak untuk mengembangkan budidaya tanaman pangan di lokasi yang lain. Agar nantinya setiap desa/kelurahan memiliki komoditas unggulan masing-masing.

“Kita sudah siapkan lahan 16 hektar untuk pengembangan agrowisata. Semoga tahun depan bisa terus bertambah. Sekaligus bisa memberikan kontribusi pemenuhan kebutuhan buah-buahan di Kota Banjar,” harap Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih.

Pengembangan Budidaya Jambu Air Madu di Kota Banjar

Baca Juga : Agrowisata di Kota Banjar, Desa Langensari Jadi Sentra Buah Alpukat

Anggota Poktan Sukamaju, sekaligus pemilik kebun jambu air, Hudori menyebutkan, jumlah seluruh pohon jambu air madu yang ia kembangkan saat ini sebanyak 32 pohon, dengan luas lahan garapan yaitu sekitar 90 bata.

Dari jumlah 32 pohon tersebut, sebanyak 22 pohon di antaranya sekarang sudah menghasilkan buah sampai melewati sebanyak 3 kali masa panen.

“Untuk panen yang kemarin dari 22 pohon yang kami tanam itu ada sekitar 1,3 ton jambu air yang berhasil kami panen,” terang Hudori.

Kedepan, ia berencana untuk menambah luas lahan pengembangan budidaya perkebunan jambu air sekitar 270 bata. Jumlah pohon yang akan ditanamnya yaitu sebanyak 70 pohon.

Hudori mengaku, sejauh ini ia tidak mengalami adanya kendala. Hanya saja, ia meminta diberi fasilitas air untuk perawatan penyiraman pohon jambu air. Karena selama ini masih kesulitan.

Fasilitas tersebut untuk menunjang agar hasil panennya bisa maksimal. Apalagi budidaya jambu air madu masih langka, dan harga jualnya masih tinggi, yaitu Rp 30 ribu per 1 kilogram.

“Untuk bibit saya ambil dari Jakarta, dan ada tiga jenis yang kami kembangkan. Rencananya nanti kami mau nanam lagi sekitar 70 pohon pada lokasi lahan yang baru,” kata Hudori.

DKP3 Dukung Poktan Sukamaju

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, H. Aswin mengatakan, terkait fasilitas air yang Poktan Sukamaju butuhkan, pihaknya akan mengusahakan memfasilitasinya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan dukungan pengembangan budidaya buah jambu air madu, sesuai dengan kebutuhan kelompok tani untuk keperluan pengembangan kedepannya.

“Kita akan menyesuaikan perkembangan poktan di sini. Kalau untuk pengembangan, ya kita pasti dukung. Untuk fasilitas air, itu nanti supaya mengusulkan agar diproses,” jelas Aswin. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -