Disnaker Banjar Terus Sosialisasikan Pendaftaran AK1 Berbasis Online

pendaftaran AK1 Online
Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Banjar, Hera Rahmatin Barokah, saat melihat data pendaftar AK1 Online. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Masih banyaknya pencari kerja (pencaker) yang belum mengetahui mekanisme pendaftaran AK1 online saat ini, Disnaker Kota Banjar terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat terkait kebijakan terbaru dari pemerintah.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Banjar, Hera Rahmatin Barokah, mengatakan, sesuai intruksi dari pemerintah pusat bahwa setiap daerah saat ini harus menerapkan pembuatan kartu kuning secara online.

Khusus di Kota Banjar, lanjutnya, sejak tahun 2021 sudah mulai menerapkan sistem tersebut.

“Meski sudah online, tapi masih banyak yang belum tahu. Soalnya ada yang datang ke sini membawa berkas, tapi belum daftar online. Maka di sini menunggunya lama. Padahal sekarang kan bisa lewat HP atau komputer di rumah daftarnya,” kata Hera kepada Koran HR, Selasa (31/8/2021).

baca juga: Asosiasi Wedding dan Pelaku Seni Minta Kebijaksanaan Pemkot Banjar

Mekanisme Pendaftaran AK1 Online

Untuk bisa mendapatkan AK1 atau kartu kuning, Hera menjelaskan pencaker terlebih dahulu harus daftar melalui website kemnaker.go.id atau ayokitakerja.kemnaker.go.id.

Setelah mengisi form pendaftaran akun, mengisi dan melengkapi data yang ada di dalam website tersebut, baru kemudian datang ke kantor.

“Nah, saat datang ke sini bawa saja berkas berupa foto copy KTP dan Ijazah terakhir, serta foto ukuran 3×4 2 lembar. Setelah petugas nanti memverifikasi datanya, baru kemudian pencaker mendapatkan AK1 itu,” ujarnya.

Meski sudah berbasis online dan pencaker harus datang membawa berkas, sebagai antisipasi apabila sistem terjadi error, sehingga data mereka yang ingin kerja masih aman.

Menurutnya, seharusnya sistem tersebut memang sudah benar-benar semuanya online, tanpa harus datang ke kantor membawa berkas fisik dan sudah bisa mencetak sendiri.

Namun karena berbagai hal, khususnya sistem itu sendiri, sehingga masih belum memungkinkan masyarakat bisa mencetak sendiri kartu kuning itu.

Sosialisasi ke Perusahaan

Saat pendaftaran AK1 online, pencaker selain memasukkan data ke pemerintah pusat, juga bisa mendapatkan informasi seputar lowongan pekerjaan di website resmi itu.

Sehingga hal itu bermanfaat untuk menjadi pilihan bagi mereka yang belum punya rencana kerja yang matang.

Bahkan, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi ke perusahaan yang ada di Banjar agar mereka terus memasukkan informasi terbaru loker ke website tersebut.

Hal itu agar memudahkan warga Kota Banjar yang sedang mencari kerja tidak perlu jauh-jauh keluar kota, padahal di wilayahnya sendiri ada lowongan pekerjaan.

Bila masih ada yang belum paham terkait cara pendaftaran AK1 online itu, lanjutnya, bisa datang langsung ke kantor untuk mendapatkan arahan dari petugas.

Bahkan, bagi mereka yang ingin mengembangkan keahlian, akan mendapatkan tawaran untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Banjar.

“Jika lulus seleksi, nantinya bisa pelatihan di sini, seperti menjahir, tata rias, perkayuan, pengolahan hasil pertanian (PHP), las dan lainnya. Pada intinya kami berikan layanan terbaik dalam masalah pekerjaan buat masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau, agar masyarakat dalam mencari informasi pekerjaan melalui pihak-pihak yang resmi, yakni pemerintah.

Hal ini sebagai langkah agar terhindar dari penipuan loker yang cukup marak. Sehingga ia harap minimalnya masyarakat bertanya ke pihaknya agar mendapatkan arahan terbaik untuk masalah pekerjaan.

“Kalau datang ke sini pasti kita layani, bahkan kita arahkan ke tempat kerja yang memang benar-benar ada dan resmi,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)