Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBerita TerbaruPenemuan Awan di Atmosfer WASP-127b, Terdeteksi Para Astronom

Penemuan Awan di Atmosfer WASP-127b, Terdeteksi Para Astronom

Penemuan awan di atmosfer WASP-127b terdeteksi tim astronomi internasional. Selain itu, mereka juga mengukur ketinggian menggunakan presisi yang sebelumnya belum pernah terjadi. 

Para Astronom Mendeteksi dan Mengukur Ketinggian dari Penemuan Awan di Atmosfer WASP-127b

Mengutip sciencealert, para astronom telah mendeteksi awan di planet ekstra surya gas raksasa. Letaknya sekitar 520 tahun cahaya dari Bumi. 

Karena pengamatan yang sangat detail, memungkinkan ilmuwan membedakan ketinggian awan. Bahkan dapat mengetahui struktur atmosfer bagian atas dan presisi tertingginya. 

Tentu saja hal tersebut akan membantu mereka lebih memahami atmosfer exoplanet. Kemudian mencari dunia yang mempunyai kondisi ramah untuk kehidupan atau bio signatures dalam spektrumnya. Lebih dari itu, para ilmuwan berkesempatan untuk membuat laporan cuaca untuk kehidupan asing yang jauh. 

Penemuan awan di atmosfer WASP-127b terjadi pada tahun 2016. Exoplanet ini memiliki ukuran 1,3 kali ukuran Jupiter. Namun massanya hanya 0,16 kali dari massa Jupiter. 

Dengan demikian, atmosfer di planet ini agak renggang dan tipis. Jadi, tim bisa menganalisa isi berdasar cahaya yang melaluinya dari bintang dengan planet ekstrasurya. 

Baca Juga: Penemuan PKS 2130-538, Menyerupai Hantu Menari di Luar Angkasa

Komposisi Atmosfer Exoplanetary

Tim peneliti yang dipimpin Dr. Romain Allart di Euro Planet Science Congress (EPSC) 2021 menggabungkan data dari teleskop ruang angkasa berbasis darat. Mereka telah mengungkap struktur atas atmosfer planet. 

Kemudian tim juga menggabungkan pengamatan inframerah dari Teleskop Luar Angkasa Hubble (HST) ESA/NASA. Pengukuran cahaya tersebut terlihat dari spektrograf ESPRESSO di Teleskop Observatorium Eropa Selatan di Chili.

Dengan menggunakan peralatan yang memadai, peneliti mampu menyelidiki berbagai wilayah atmosfer.

Penemuan awan di atmosfer WASP-127b mendeteksi keberadaan natrium. Tampaknya keberadaan zat ini terletak pada ketinggian yang jauh lebih rendah. Hal tersebut sangat berbeda dari yang mereka pikirkan. 

Kemudian inframerah juga menunjukkan sinyal uap air yang kuat. Akan tetapi pada panjang gelombang sama sekali tidak terlihat. 

Hal ini menyatakan jika uap air dapat disaring oleh awan yang buram. Pada panjang yang  gelombang terlihat di tingkat lebih rendah.  Namun dalam inframerah tampak transparan. 

Memang sangat sulit untuk mencari komposisi atmosfer exoplanetary. Karena sebagian besar exoplanet tidak terlihat secara langsung. Kehadiran exoplanet berdasarkan efek dari bintang induk yang mereka miliki. 

Saat planet ekstrasurya melintas, maka cahaya dari bintang akan sedikit meredup. Jika peristiwa tersebut sering terjadi pada waktu yang teratur, kemungkinan menjadi pertanda sebuah planet ekstrasurya yang mengorbit. 

Ketika cahaya bintang melalui atmosfer penemuan awan di atmosfer WASP-127b. Kemudian panjang gelombang dalam spektrum bisa terserap oleh elemen berbeda. Maka terjadi garis penyerapan tanda tangan dan tim dapat memecahkan kodenya untuk mengamati kondisi atmosfer. 

Baca Juga: Penemuan Bulan EJc0061 Oleh Astronom Amatir Bernama Kai Ly

Data Penyerapan Resolusi Tinggi

Allart bersama tim menggunakan data penyerapan resolusi tinggi. Tujuannya untuk mempersempit ketinggian awan ke lapisan yang lebih rendah. Tekanan tersebut berkisar 0,3 hingga 0,5 milibar. 

Secara pasti, para ilmuwan belum mengetahui komposisi awan tersebut. Kecuali jika komposisinya bukan dari tetesan air seperti yang ada di Bumi. 

Penemuan natrium pada atmosfer tersebut sangat membingungkan. Untuk studi mendatang, mereka akan menggali lebih dalam tentang penemuan awan di atmosfer WASP-127b. 

Exoplanet tersebut menjadi tempat yang menarik. Pasalnya orbit penuh terjadi dalam waktu sekitar empat hari di sekitar bintangnya. Kemudian WASP-127b memperoleh penyinaran lebih banyak dari Bumi, yakni 600 kali. 

Bahkan suhunya mencapai 1100 derajat Celcius. Hal ini membusungkan planet hingga 1,3 kali lebih besar dari Jupiter. Sehingga menjadi salah satu exoplanet paling tidak padat. 

Sifatnya yang mudah mengembang membuat tim lebih mudah mengamatinya. Dengan begitu, WASP-127b menjadikan para peneliti lebih memahami karakteristik atmosfer.

WASP-127b mengorbit tidak hanya dalam arah yang berlawanan dari rotasi bintangnya. Namun hampir di sekitar kutub bintang pada sudut yang jelas. 

Sistem seperti ini menurut perkiraan berumur sekitar 10 miliar tahun. Kemudian penjajaran seperti itu di sistem bintang lama Saturnus yang panas tidak terduga. Kemungkinan penyebabnya adalah pendamping yang tidak diketahui. 

Para ilmuwan akan mempelajari secara intensif penemuan awan di atmosfer WASP-127b di masa depan. Termasuk diantaranya mengenai karakteristik yang unik dari exoplanet tersebut. (R10/HR Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img