Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBerita TerbaruPengertian Kapasitor dan Fungsinya, Berikut Penjelasannya

Pengertian Kapasitor dan Fungsinya, Berikut Penjelasannya

Pengertian kapasitor dan fungsinya terdapat dalam ilmu fisika. Kapasitor ini sebagai salah satu komponen elektris. Secara umum kapasitor terdiri dari dua pelat. Terdiri atas konduktor dan terpisah oleh bahan isolator atau dielektrik.

Bahkan pada masing-masing pelat terhubung ke terminal. Umumnya dielektrik ini berupa zat non-konduktif. Beberapa bahannya seperti mika, keramik, selulosa, porselen, kertas, udara, dan yang lainnya. Kapasitor ini memiliki berbagai rangkaian penggunaannya.

Inilah Pengertian Kapasitor dan Fungsinya

Kapasitor merupakan perangkat yang memiliki sifat elektrik. Sebuah komponen elektronika ini memiliki kemampuan, terutama untuk menyimpan arus listrik dalam jangka waktu tertentu.

Melansir Wikipedia, kapasitor merupakan komponen listrik yang penggunaannya untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor terbuat dari dua konduktor dekat atau biasanya piring. Konduktor tersebut terpisahkan oleh bahan dielektrik. 

Piring menumpuk muatan listrik saat terhubung pada sumber listrik. Piring pertama menumpuk muatan positif dan piring lainnya menumpuk muatan negatif. Kemampuan untuk menyimpan kapasitor dalam muatan listrik menyebutnya dengan Farad (F).

Sedangkan simbol dari kapasitornya yaitu C. Sebuah kapasitor umumnya terbuat dari dua buah lempengan logam. Keduanya saling sejajar satu sama lainnya. Pada kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang sering menyebutnya dengan dielektrik.

Material tersebut memiliki pengaruhnya dengan nilai dari kapasitansi kapasitor tersebut. Terdapat beberapa bahan yang sering penggunaannya. Seperti keramik, kertas, udara, metal film, dan yang lainnya. 

Kapasitor juga sering disebut dengan kondensator. Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukurannya. Selain itu, tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan yang lainnya. Pengertian kapasitor dalam komponen listrik dan fungsinya dalam rangkaian filter sinyal elektrik.

Sebuah kapasitor memiliki kapasitansi dengan variasi penggunaannya. Seperti dengan rangkaian tuning penerima radio dan televisi. Sehingga sesuai dengan frekuensi stasiun dan salurannya. Selain itu, menyaring sinyal dari keseluruhan frekuensi lainnya.

Baca Juga: Pengertian Medan Listrik: Konsep, Komponen, dan Ciri-Cirinya!

Komponen

Secara umum, penggunaan kapasitor untuk memberikan kapasitansi pada rangkaian listrik. Bagian kapasitornya terdiri dari dua penghantar listrik tampak permukaannya saling berhadapan. Kedua penghantarnya terpisahkan oleh bahan penyekat yang tipis.

Kapasitor tersebut memang agar muatan listrik yang terdapat pada lapisan pertama sama banyak. Namun, berlawanan jenis dengan muatan listrik yang terdapat pada lapisan keduanya. Kedua jenis penghantar menyebutnya dengan elektrode. 

Sedangkan bahan penyekatnya menyebutnya dengan dielektrik. Bahan umumnya dapat berupa zat padat, cair, serta gas. Besarnya nilai kapasitansi bergantung pada susunan geometrisnya. Susunan dari penghantar listrik dan bahan ini terpakai.

Fungsi

Pada pengertian kapasitor dalam sebuah komponen elektronika dan fungsinya cukup penting. Penggunaan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanya itu, kapasitor ini juga sangat baik sebagai penyaring frekuensi.

Kapasitas untuk menyimpan kemampuan kapasitor muatan listrik menyebutnya dengan F (Farad). Sedangkan pada simbol dari kapasitor yaitu C (kapasitor). Fungsi dari sebuah kapasitornya terbagi menjadi 2 kelompok.

Memiliki kapasitas tetap dan kapasitornya yang berkapasitas tidak tetap. Sifat dasarnya dari kapasitor ini sangat baik menyimpan muatan listrik. Kapasitor sebagai kopling dengan melihat dari sifat dasar kapasitornya.  

Terdapat arus AC dan tidak dapat terlewati arus DC. Untuk arus DC kapasitor yang penggunaannya sebagai isolator atau penahan arus listrik. Berbeda dengan arus AC kapasitor yang penggunaannya sebagai konduktor atau melewatkan arus listriknya.

Dari pengertian kapasitor tersebut dan fungsinya dalam memisahkan 2 buah rangkaian. Namun yang saling tidak berhubungan secara DC, bahkan masih berkaitan secara AC. Artinya sebuah kapasitor fungsinya sebagai kopling atau penghubung. Tentunya antar 2 rangkaian yang beda.

Kapasitor juga memiliki fungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power supply. Hal tersebut berarti kapasitor sebagai ripple filter. Pasa sifat dasarnya dari kapasitor untuk menyimpan muatan listrik. Selain itu, berfungsi untuk potong tegangan ripple.

Tidak hanya itu, kapasitor juga sebagai penggeser dan pembangkit frekuensi pada rangkaian osilator. Bahkan kapasitor baik penggunaannya untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar.

Pengertian kapasitor sebagai perangkat yang bersifat elektrik dan fungsinya menyimpan arus listrik. Penggunaan kapasitor memang baik untuk menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu tertentu. Memahami pengertian kapasitor dan fungsinya tentu penting. (R10/HR Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img