Penyebab Infeksi Usus yang Kerap Terjadi Tapi Banyak yang Belum Tahu

penyebab infeksi usus
Kenali penyebab infeksi usus. Foto: Ist/Net

Penyebab infeksi usus sangat beragam dan membutuhkan pemeriksaan medis. Biasanya orang yang terkena gangguan infeksi ini akan mengalami beberapa gejala. Mengenal jenis peradangan ini penting untuk penanganan yang tepat.

Infeksi usus atau enterokolitis merupakan jenis peradangan yang terjadi pada bagian usus. Mengutip dari Wikipedia, ini merupakan suatu penyakit peradangan yang terjadi pada usus, baik terjadi pada usus kecil atau usus besar.

Usus merupakan organ dalam system pencernaan yang memegang peranan yang sangat penting. Gangguan pada bagian usus juga bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan.

Adapun gejala yang akan sering terjadi dan terasa oleh penderita infeksi usus ada beragan. Seperti diare, muntah-muntah, tidak nafsu makan, berat badan menurun drastis, dan lainnya.

Faktor Penyebab Infeksi Usus

Infeksi usus tidak hanya bisa terjadi karena makanan yang kita konsumsi. Penyakit ini juga bisa terjadi karena beberapa hal yang akan kita ulas pada artikel ini! Berikut ini beberapa penyebab infeksi usus yang sebaiknya Anda tahu.

Bakteri

Baca Juga : Virus Corona Dapat Menginfeksi Usus, Menular Melalui Feses

Faktor pertama yang menyebabkan penyakit ini adalah karena bakteri. Jadi bakteri yang tumbuh dan berkembang dalam tubuh dapat menggerogoti tubuh. Salah satunya dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi usus pada seseorang.

Bakteri yang tumbuh dalam usus bisa menyebar melalui berbagai macam partikel. Ini berpotensi menyebarkan bakteri tersebut antara lain seperti halnya melalui makanan telur, daging, atau lainnya.

Parasit

Penyebab infeksi usus juga bisa karena parasite. Kuman ini umumnya bisa masuk ke dalam tubuh manusia karena menyebar melalui air.

Air yang terkontaminasi dengan parasit Entamoeba histolytica ataupun parasit Balantidium coli bisa mengakibatkan terjadinya infeksi usus pada seseorang.

Biasanya orang yang hobi berenang beresiko terjangkit parasit ini utamanya jika menggunakan kolam renang umum terlalu sering.

Oleh sebab itu, pastikan jika Anda hobi berenang harus memilih kolam renang yang kondisinya bersih dan tidak keruh. Main air hujan yang airnya sudah bercampur dengan saluran pembuangan juga sebaiknya kita hindari.

Hindari juga berenang dalam sungai terlalu sering. Karena kita tidak tahu apa saja kandungan yang terdapat dalam air sungai tersebut.

Baca Juga : Cara Mencegah Usus Buntu yang Mudah dan Alami

Virus

Faktor penyebab infeksi usus juga bisa karena serangan virus, Jenis virus yang dapat menjadi penyebab seseorang mengalami infeksi usus adalah virus Cytomegalovirus.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah sangat rentan terserang virus ini. Orang yang menderita kanker atau memiliki riwayat penyakit HIV/ AIDS akan lebih rentan terserang virus ini.

Begitu juga pasien penerima transplantasi organ yang mengonsumsi obat imunosupresif juga harus berhati-hati. Hal ini karena sangat rentan terserang penyakit infeksi usus akibat virus yang terbawa.

Mengonsumsi Obat Antibiotik

Seseorang yang mengonsumsi obat antibiotik terus menerus juga bisa berpotensi mengalami penyakit infeksi usus. Utamanya yang tidak berdasarkan resep dokter sehingga penggunaan dosisnya tidak tepat.

Penyebab infeksi usus karena penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat sudah banyak terjadi belakangan ini. Oleh sebab itu tidak mengonsumsinya tanpa adanya resep atau pengawasan dokter.

Baca Juga : Cara Mengatasi Usus Buntu dan Langkah Pencegahannya

Seseorang juga memiliki risiko tinggi untuk tertular organisme yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi usus jika:

  • Tidak menjaga kebersihan
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Tengah dalam perawatan di rumah sakit
  • Sering menggunakan fasilitas umum seperti kolam renang bersama-sama dengan orang lain

Untuk seseorang yang mengalami infeksi usus, penanganan gangguan ini biasanya sesuai dengan tipe infeksi dan tingkat keparahan atau perkembangan penyakit.

Penderitanya akan menjalani perawatan untuk pengawasan dengan seksama. Termasuk untuk mendapatkan pertolongan awal berupa infus guna mengganti cairan yang hilang dari diare.

Beberapa kasus infeksi bahkan membutuhkan transfusi darah atau trombosit. Pada orang yang mengalami infeksi jika terjadi kambuhan, maka biasanya dokter mengambil tindakan dengan melakukan transplantasi terhadap mikrobial tinja.

Ini merupakan salah satu cara mengganti mikroorganisme pada usus yang rusak dengan bakteri normal pada donor. Penderita infeksi usus sebaiknya tidak mengonsumsi obat diare karena dapat memperparah kondisinya.

Itulah informasi tentang penyebab infeksi usus yang sebaiknya kita tahu. Penanganan yang cepat dari infeksi tersebut sangat penting untuk mencegah dampaknya. Segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang tepat. (R11/HR-Online)

Editor : Eva