Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBerita TerbaruPenyebab Syaraf Kejepit, Cegah Sebelum Menjadi Parah

Penyebab Syaraf Kejepit, Cegah Sebelum Menjadi Parah

Penyebab syaraf kejepit bisa karena berbagai faktor. Selain karena terjadinya kecelakaan, gangguan ini juga bisa terjadi akibat kelainan yang terjadi pada tulang. Sejumlah jenis penyakit juga bisa menyebabkan gangguan yang satu ini.

Syaraf kejepit dalam istilah medis terkenal dengan sebutan sebagai Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Ini merupakan sebuah kondisi yang terjadi karena tonjolan abnormal terjadi pada bantalan tulang.

Sedangkan laman Smarter Health menyatakan bahwa, nukleus pulposus merupakan massa berbentuk agak cair yang berasal dari serat elastis putih.

Massa inilah yang terdapat pada cakram atau bantalan tulang belakang yang terkenal sebagai diskus intervertebralis.

Gangguan ini terjadi karena bantalan tulang belakang tersebut menonjol keluar, sehingga akan menjepit atau menghimpit syaraf yang terdapat pada bagian tulang belakang. Kondisi inilah yang memicu timbulnya rasa nyeri.

Gangguan nyeri ini bahkan bisa menjalar ke bagian sekitarnya, seperti bagian panggul, punggung, hingga leher. Gejala nyeri ini tak akan hilang sebelum sumber gangguan teratasi.

Baca Juga : Sakit Pinggang Sebelah Kiri, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali Faktor Penyebab Syaraf Kejepit

Ada beberapa aspek yang dapat menyebabkan terjadinya syaraf kejepit pada seseorang. Berikut ini berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab syaraf kejepit. Mengenal pemicunya bisa menghindarkan dari kondisi tersebut.

Obesitas

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan syaraf kejepit adalah karena obesitas. Kelebihan berat badan yang terjadi pada seseorang. Sebagaimana yang kita tahu kelebihan berat badan memiliki andil dan pengaruh besar terhadap tekanan pada bagian cakram tulang belakang.

Obesitas juga menjadikan cakram bekerja lebih keras dalam menahan beban tubuh yang berat. Hal ini akan mengakibatkan orang yang mengalami obesitas atau berat badan berlebih memiliki resiko yang tinggi.

Bahkan risiko ini bisa sampai dengan 12 kali lipat lebih tinggi mengalami syaraf kejepit ketimbang orang yang tidak mengalami obesitas.

Degenerasi Tulang Belakang

Degenerasi tulang belakang dapat menjadi penyebab syaraf kejepit. Hal ini terjadi akibat kebiasaan menanggung beban berat yang seseorang alami.

Baca Juga : Gaya Hidup Kalangan Muda Picu Derita Saraf Kerjepit, Waspadai!

Posisi tubuh yang membungkuk, memutar atau mengalami penuaan dapat mengakibatkan terjadinya keausan pada cakram tulang belakang.

Perubahan tersebut lama kelamaan akan menekan bagian urat dan syaraf tulang belakang. Sehingga kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya degenerasi tulang belakang yang berpotensi menimbulkan syaraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus.

Faktor Cedera

Adanya gerakan menyentak secara tiba-tiba juga dapat mengakibatkan terjadinya syaraf kejepit. Kondisi inilah yang kemudian memberikan lebih banyak tekanan pada cakram tulang belakang sehingga saraf kejepit terjadi.

Ada sejumlah cedera yang berpotensi membuat terjadinya syaraf kejepit yang Anda rasakan. Seperti saat Anda mengangkat benda berat secara tidak benar, olahraga keras, atau mengalami kecelakaan tertentu.

Penyakit Diabetes

Orang dengan riwayat penyakit diabetes juga bisa menjadi penyebab syaraf kejepit. Hal ini karena orang tersebut memiliki  kadar glukosa yang tidak normal dalam tubuhnya.

Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh penderita tersebut dapat merusak sistem syaraf. Sehingga ini akan menjadi penyebab kondisi tidak normal pada syaraf ,bahkan termasuk syaraf kejepit.

Baca Juga : Gejala Syaraf Kejepit dan Cara Penyembuhannya

Hamil

Wanita yang sedang hamil juga berpotensi mengalami kenaikan berat badan. Kehamilan juga akan menjadikan perut terasa begah. Utamanya ketika kondisi janin sudah semakin membesar pada trimester ketiga kehamilan.

Kenaikan berat badan yang terjadi pada wanita hamil tersebut akan semakin bertambah seiring umur kehamilan. Apalagi dengan kondisi berat janin yang semakin besar, sehingga dapat mengakibatkan syaraf kejepit.

Melakukan Pekerjaan yang Berulang

Jika Anda sering melakukan pekerjaan dengan gerakan berulang, Anda harus berhati-hati. Seperti aktivitas mengetik yang terlalu lama. Hal ini karena meski terlihat sederhana juga dapat menjadi salah satu penyebab syaraf kejepit yang sering terjadinya.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai penulis atau administrasi kantor yang kegiatan sehari-harinya melakukan aktivitas mengetik terlalu lama dapat mengalami carpal tunnel syndrome.

Ini merupakan suatu kondisi radang tendon untuk menekan saraf median pada bagian lengan. Ketika syaraf median pada bagian lengan tertekan maka syaraf kejepit akan terjadi orang tersebut.

Arthritis Rheumatoid

Arthritis rheumatoid merupakan suatu kondisi radang sendi yang terjadi pada tubuh. Radang sendi tersebut juga menjadi salah satu aspek yang dapat mengakibatkan penderitanya mengalami syaraf kejepit.

Hal tersebut terjadi karena arthritis rheumatoid menjadi suatu kondisi yang dapat menekan syaraf pada orang yang mengalaminya.

Itulah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab syaraf kejepit pada seseorang. Jaga selalu kesehatan Anda dengan banyak menggali berbagai informasi kesehatan yang akan semakin menambah wawasan atau pengetahuan Anda. (R11/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img