Perang Lawan Hoaks, Gubernur Jabar Bakal Bantu Percepatan Sertifikasi Wartawan

Perang Lawan Hoaks
Audiensi Pengurus PWI Jabar bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Istimewa

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berkomitmen untuk perang lawan hoaks. Salah satu caranya adalah dengan membantu percepatan sertifikasi wartawan.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil saat audiensi bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (14/9/2021).

“Saya melihat orang Jabar melek informasi, segala dibaca. Karena itu saya punya kepentingan untuk membuat ekosistem informasi yang kondusif,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditopang oleh kualitas pemberitaan dan kompetensi wartawan yang baik.

“Target saya bisa membantu percepatan sertifikasi wartawan di Jawa Barat,” ujarnya.

Semakin banyak wartawan yang tersertifikasi, lanjut Emil, maka pihaknya bisa menekan rasio berita hoaks yang saat ini cukup tinggi.

“Sisi ini juga berarti meningkatkan literasi warga Jawa Barat dan meningkatkan kompetensi jurnalistik. Ini menjadi satu hal yang penting,” katanya.

Emil juga meminta PWI Jabar membantu memberitakan kisah inspiratif, menyejukkan, dan ringan selama pandemi Covid-19. Termasuk juga meningkatkan optimisme warta terkait herd immunity.

“Saya minta media memberi motivasi warga Jabar soal vaksinasi. Berita menggembirakan juga penting. Karena berdasarkan hasil kajian 60 persen warga kena mental health,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengatakan, saat ini dari 1.200 anggota PWI, baru 600 anggotanya yang memiliki sertifikat kompetensi.

“Kami gembira dengan komitmen Pak Gubernur untuk meningkatkan kompetensi ini,” katanya.

Hilman menegaskan, PWI juga memiliki kepentingan untuk perang lawan hoks. Termasuk juga membantu pemerintah untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat terkait kebijakan dan pencapaian positif.

“Perang lawan hoaks harus dengan berita yang benar. Berita yang benar ini lahir dari jurnalis yang memiliki kompetensi,” tegasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)