Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita CiamisPerusahaan Pelet Kayu di Ciamis Diduga Korupsi Uang Negara 39 Miliar

Perusahaan Pelet Kayu di Ciamis Diduga Korupsi Uang Negara 39 Miliar

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Perusahaan pelet kayu atau wood pellet PT Rona Niaga Raya di Desa Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jabar, diduga melakukan penyelewengan uang negara senilai Rp 39 miliar.

Perusahaan tersebut telah merugikan uang negara yang bersumber dari dana bantuan BLU P3H atau Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tahun anggaran 2017/2018.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Yuyun Wahyudi, Rabu (22/9/2021).

Yuyun mengatakan, dugaan adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan perusahaan pelet kayu tersebut berawal atas dasar laporan masyarakat.

Ia menyebut, saat ini penanganan kasus tersebut sudah ke tahap penyidikan, berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor PRINT-03/M.2.2.25/Fd.1/09/2021.

Berdasarkan hasil penyelidikan, PT RNR ini berdiri sejak tahun 2010.

Kemudian tahun 2016 perusahaan pelet kayu itu mengajukan proposal pembiayaan FDB Pinjaman Off Farm ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Mereka mengajukan bantuan pembiayaan, padahal perusahaannya tidak berpengalaman dalam melakukan usaha produksi wood pellet,” ujar Yuyun.

Baca Juga: Seleksi P3K 2021, Bupati Ciamis Harap Semua Peserta Lolos dan Formasi Terisi

Saat penyelidikan pihaknya melihat banyak dugaan penyimpangan yang terjadi, dari mulai awal pengajuan proposal bantuan.

“Perusahaan pelet kayu itu tidak punya alat produksi dan juga tenaga teknis,” katanya.

Yuyun menerangkan, dengan tidak adanya kemampuan PT RNR dalam menjalankan usaha wood pellet.

Sehingga sampai saat ini tidak bisa melaksanakan produksi.

Hal tersebut membuat PT Rona Niaga tidak mampu melaksanakan kewajiban pembayaran terhadap angsuran dana BLU P3H.

Per bulan seharusnya PT RNR membayar Rp 450 juta selama 3 tahun pertama dan sebesar Rp 120 juta perbulan selama 3 tahun selanjutnya.

“Namun itu tidak dilakukan, sehingga berpotensi menyebabkan kerugian uang negara,” jelasnya.

Setelah Kejari melaksanakan penyelidikan, PT Rona Niaga tidak beroperasi, jaminan utama yang dibiayai pinjaman bergulir belum terpasang hak tanggungan dan fidusia.

Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan umum dan sekarang ditingkatkan menjadi penyidikan.

“Secepatnya kita akan mengungkap kasus tersebut,” pungkasnya. (Fahmi/R8/HR Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru