Pola Tidur Rasulullah Menginspirasi untuk Kesehatan Tubuh dan Pahala

Pola Tidur Rasulullah
Ilustrasi Pola Tidur Rasulullah. Foto: Ist/Net

Pola tidur Rasulullah SAW merupakan salah satu teladan yang bisa kita amalkan. Sudah menjadi kewajiban untuk kita melakukan segala amalan yang dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Mengapa demikian? Karena nabi Muhammad SAW adalah Uswatun Hasanah kita.

Segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad menjadi berpahala jika kita juga mampu melakukannya. Misalnya saja adalah, puasa sunnah.

Karena hukumnya sunnah, akan tetapi kita mampu melaksanakannya dengan ikhlas dan lelah karena Allah Semata, Insya Allah nantinya mendapatkan balasan berupa pahala.

Kemudian, hal tersebut nantinya juga bisa menjadi amal timbangan kebaikan kita yang dapat mengantarkan ke surga.

Agama Islam mempunyai berbagai amalan yang baik untuk kesehatan kita serta baik juga untuk keimanan kita. Salah satunya adalah istirahat ketika malam hari.

Hal tersebut bisa kita lakukan apabila kita dapat meniru cara tidur sehat seperti Rasulullah SAW. Karena tersebut menjadi langkah yang tepat untuk memperoleh istirahat tubuh yang sebenarnya.

baca juga: Keistimewaan Bulan Safar Ternyata Menguntungkan Bukan Pembawa Sial

Pola Tidur Rasulullah SAW yang Menjadi Inspirasi

Ternyata, pola saat tidur Rasulullah SAW menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bahkan, pola tidur yang Nabi Muhammad SAW kerjakan ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Walaupun terbilang sederhana, akan tetapi hal yang demikian ini juga bisa termasuk dalam hadis Nabi Muhammad SAW juga termasuk dalam menjalankan amalan. Bagaimana pola tidur tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

baca juga: Arti Mimpi Rambut Pendek Padahal Berambut Panjang, Jangan Kaget!

Nabi Memadamkan Lampu

Untuk pola tidur Rasulullah SAW yang pertama adalah, beliau memadamkan lampu atau meredupkan cahaya lampu.

Sebagaimana dalam Hadis menjelaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Selain itu, sebuah penelitian oleh George Walk Band, PHD dari New York University School of Medicine menjelaskan bahwa, ketika tidak terdapat cahaya saat sekresi melatonin yang diproduksi alami saat tidur.

Hormon tersebut diproduksi oleh kelenjar pineal. Fungsinya adalah sebagai pengatur ritme tidur serta meningkatkan kekebalan tubuh menjaga kesehatan jantung juga menghambat peningkatan kolesterol.

Ternyata, pola tersebut bukan hanya berdasarkan hadis nabi yang menjadi sunah untuk kita. Akan tetapi juga membantu menyehatkan tubuh kita.

baca juga: Sholat Subuh Kesiangan, Inilah yang Harus Dilakukan

Memiringkan Tubuh ke Kanan

Selanjutnya, pola tidur Rasulullah SAW yang bisa kita amalkan adalah tidur dengan menghadap ke kanan. Secara logika, pola ini dapat mencegah tertindih.

Sebagaimana dalam Hadits Riwayat Bukhari nomor 247 dan hadis riwayat Muslim nomor 2710, Nabi Muhammad SAW bersabda: Maka, berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.

Tidur dalam posisi miring ke kanan nyatanya lebih aman daripada miring ke kiri. Manfaatnya adalah untuk mengurangi risiko kegagalan fungsi jantung. Karena pada posisi tersebut membuat jantung yang berada di bagian kiri tidak tertindih oleh organ yang lainnya.

Untuk Anda pasangan suami istri, bisa dengan menghadap ke kanan posisi istri berada di depan. Intinya suami dapat memeluk dari belakang.

Meletakkan Tangan Kanan Pada Bawah Pipi

Meletakkan tangan kanan di bawah pipi juga menjadi salah satu pola tidur Rasulullah SAW. Perlu Anda ketahui bahwasanya Nabi Muhammad SAW itu lebih senang tidur dengan beralaskan tikar.

Kemudian kepala beliau diberi alas sebagai bantal. Akan tetapi juga terkadang menggunakan salah satu tangan yang diletakkan di bawah pipi.

Mengenai hal ini terdapat dalam hadis riwayat Tirmidzi yang artinya Ketika Nabi Muhammad SAW ndak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya sembari mengucapkan, dengan namamu wahai Allah aku mati dan aku hidup.

Tidur dengan alas tangan juga membuat posisi kepala dan punggung serta leher dapat tercipta garis lurus.

Tidak Tidur dengan Posisi Tengkurap

Dalam hadits riwayat Thabrani menjelaskan, dari kisah Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari, Dia bercerita, “Bapakku menceritakan kepadaku ketika aku tidur di masjid dalam keadaan tengkurap. Tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku seraya berkata, sesungguhnya posisi tidur yang demikian itu dimurkai oleh Allah SWT. Setelah bapakku berkata kemudian bapakku melihat, ternyata beliau adalah Rasulullah SAW”.

Tidur dengan posisi tengkurap yang lama, secara otomatis membuat otot dada tidak dapat mengembangkan data secara baik dan maksimal.

Pasalnya ketika tengkurap beban tubuh menekan ke serta menghalanginya dalam renggang dan berkontraksi. Hal ini juga dapat mengurangi asupan oksigen serta mempengaruhi kerja jantung sampai otak.

Tidur Ba’da Isya

Kemudian, pola tidur Rasulullah SAW adalah setelah shalat Isya beliau langsung beristirahat. Apabila begadang itu tidak ada manfaatnya alangkah lebih baiknya jika kita menghindari hal tersebut.

Karena pada dasarnya hal tersebut juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan kita kesiangan ketika akan melaksanakan shalat subuh.

Dalam hadis riwayat Bukhari nomor 568 dan Muslim nomor 647 menjelaskan, Rasulullah SAW itu membenci tidur malam sebelum salat Isya serta yang pincang hal yang tidak bermanfaat setelahnya.

Sedangkan dari sudut pandang kesehatan, waktu malam merupakan waktu ekskresi hati untuk menetralkan racun. Oleh sebab itu penting sekali kita beristirahat dalam keadaan tenang.

Semoga dengan adanya penjelasan mengenai pola tidur Rasulullah tersebut, tubuh kita menjadi lebih sehat serta tidur yang kita lakukan tersebut bernilai pahala. (Muhafid/R6/HR-Online)