Prokes dan Vaksinasi Jadi Masalah Pangandaran Turun Level PPKM

Prokes dan Vaksinasi Jadi Masalah Pangandaran Turun Level PPKM
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Foto : Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ada beberapa syarat yang harus ditempuh agar Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun ke level 1. Syarat tersebut yakni protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi.

Pemerintah pusat sendiri sudah melakukan evaluasi pasca dibukanya kembali objek wisata beberapa waktu lalu. Hasil dari evaluasi tersebut, saat ini Kabupaten Pangandaran berada pada PPKM level 2.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, untuk turun ke level 1 maka ada 2 kriteria yang harus pihaknya perbaiki. Yaitu masalah prokes dan juga vaksinasi.

“Pemerintah pusat masih menilai perlu ada perbaikan lagi. Untuk yang pertama terkait kerumunan atau kepadatan pengunjung dan penggunaan masker. Kemudian yang kedua adalah vaksinasi,” katanya usai menghadiri rapat Paripurna di Gedung DPRD Pangandaran, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut Jeje menuturkan, berdasarkan asesmen dari Kemenkes, ada 6 kriteria peningkatan level. Yaitu antara lain konfirmasi rawat inap, kematian, testing, tracking dan treatmen.

“Dan hasilnya sudah keluar, untuk Pangandaran baik semua,” tuturnya.

Namun, sambungnya, tiba-tiba dalam Instruksi Mendagri menambah satu lagi kriteria, yakni vaksinasi level 1 minimal 75 persen. “Sedangkan kita baru dalam angka 37,5 persen,” ucapnya.

Sementara terkait masalah prokes seperti kerumunan, Jeje mengatakan, sebenarnya konsentrasinya ada di pantai Barat Pangandaran.

Oleh karena itu, untuk mengatasi kerumunan tersebut, pihaknya menyiasatinya dengan mengurai akses jalan pada pukul 18.00 WIB.

“Kita tutup pada malam minggunya. Itu bisa kita usahakan,” ucapnya.

Sedangkan terkait masalah prokes dan vaksinasi, Jeje menuturkan, dulu sebelum objek wisata (obwis) akan buka kembali, para pelaku wisata sudah berkomitmen untuk melakukan hal tersebut.

Kemudian, dari dasar komitmen tersebut, maka pihaknya meminta izin ke pemerintah pusat untuk membuka kembali objek wisata.

“Maka kita berlakukan dengan ketat prokes. Setiap 200 meter di obwis, kita tempatkan petugas untuk mengingatkan pengunjung menerapkan prokes. Kita sudah sepakati itu bersama demi kebaikan semuanya,” tuturnya.

Bupati Pangandaran Ancam Tutup Obwis Jika Target Prokes dan Vaksinasi Tidak Tercapai

Jeje pun memberikan ultimatum jika target vaksinasi tidak tercapai serta masih banyak yang abai protokol kesehatan, akan menutup kembali obwis.

Penutupan tersebut, kata Jeje, jika sampai Kamis besok pencapaian vaksinasi masih di bawah angka 90 persen, dan pelaku wisata abai prokes, maka hari Jumat atau Sabtu obwis akan ditutup.

“Hal itu demi kebaikan kita semua,” katanya.

Oleh karena itu, Jeje mengajak untuk berdisiplin dalam menerapkan prokes, terutama kepada para pelaku wisata. Dan juga bersedia untuk ikut vaksinasi Covid-19.

“Jadi kalau obwis kembali tutup, jangan salahkan saya. Tapi karena semua tidak disiplin,” tukasnya.

Jeje juga akan mengumpulkan para camat, agar bisa melakukan pemetaan golongan mana saja yang sudah dan belum ikut vaksinasi.

“Kita diberi kesempatan untuk menaikkan angka vaksinasi minimal 75 persen. Kriteria yang lainnya sudah ke level 1,” katanya,

Oleh karena itu, lanjutnya, penting melibatkan para camat dan lainnya, agar berkreasi bisa meningkatkan vaksinasi.

“Itu kalau obwis ingin terus buka dan PPKM ke level 1,” pungkas Jeje. (Madlani/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto