Saham Dow Jones Melesat Cukup Tajam

Saham Dow Jones Melesat Cukup Tajam
Saham Dow Jones Melesat Cukup Tajam

Saham Dow Jones belum lama ini terbuka dalam Bursa Saham AS pada Senin 13 September kemarin.

Istilah berupa Dow Jones tentunya terbilang tak asing untuk mereka yang bergelung dalam bidang saham.

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average atau  DIJA menjadi salah satu di antara tiga indikator utama terkait pergerakan.

Pergerakan Dow Jones sendiri yang ada di pasar saham AS selain indeks Standard&Poor’s 500 serta Nasdaq.

Harga saham Dow Jones mengalami pergerakan cukup signifikan yang wajib investor ketahui.

Mengenal Saham Dow Jones

Pengertian indeks saham Dow Jones merupakan acuan untuk mereka yang tengah memperhatikan bursa saham atau pihak investor.

Di mana mereka bukan hanya aktif melakukan proses transaksi dalam Wall Street.

Tetapi semua pihak yang berkutat dalam bursa saham di seluruh penjuru dunia.

Indeks Dow Jones merupakan salah satu indeks yang paling terkenal dan tertua sekarang ini.

Pertama kali perkenalan tentang Indeks Dow Jones oleh para editor harian yang ada di The Wall Street Journal.

Mereka merupakan bagian dari perusahaan yang bernama Dow Jones & Co.

Pencipta saham ini adalah pendiri perusahaan tersebut yaitu Edward Jones dan Charles Dow sebagai ahli statistic.

Karena asalnya inilah mereka kemudian memberikan nama indeks tersebut Dow Jones.

Perhitungan terhadap indeks saham pertama kali mereka lakukan di tanggal 26 Mei tahun 1896 silam.

Akan tetapi hasilnya malah tidak terbit dalam Wall Street Journal melainkan di Customer’s Afternoon Letter.

Saat itu perusahaan yang masuk dalam perhitungan indeks hanya sejumlah 12 perusahaan saja.

Puluhan tahun berikutnya atau 1928 kemudian, perluasan indeks berlangsung dan mencapai hingga 30 emiten.

Dua belas emiten yang termasuk perilisan awal indeks Dow Jones antara lain lain perusahaan kapas, gula, tembakau, kereta api serta minyak.

Salah satu perusahaan tersebut ada General Electric yang jadi anggota dalam indeks sejak awal sampai 2016 lalu.

Awal perhitungannya berfokus kepada mayoritas perusahaan di bidang transportasi.

Di mana menjadi saham yang tengah tumbuh pada saat itu.

Itulah mengapa istilah rata-rata nilai saham terkenal sebagai istilah Transportasi.

Agar bisa menjadi penghuni dalam indeks saham Dow Jones, sebuah perusahaan haruslah termasuk sangat besar.

Pasar Bergairah Lagi, Dow Jones Melesat Hingga 250 Poin

Peluang indeks saham Dow Jones yang buka di Senin kemarin berlangsung di jalur hijau.

Hal ini menciptakan peluang membalik tekanan yang menimpa saham sepanjang minggu lalu.

Nilai indeks Dow Jones Industrial Average melesat sebanyak 250 poin atau menambah 0,7 persen.

Penguatan berlangsung pada jam 08:30 waktu setempat atau di pukul 20:30 waktu Indonesia Barat.

Selang 30 menit kemudian, nilainya menjadi 189,4 poin atau bertambah 0,55 persen menuju 34.797.08

Sementara indeks S&P 500 nasik sebesar 4,8 poin atau setara dengan 0.11 persen menuju 4.463,38.

Sayangnya saham Nasdaq justru surut sebesar 64,3 poin atau minus 0,43 persen menjadi 15.051,21.

Kabar positif ini datang dari Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit yang melaporkan terkait kasus Covid 19.

Mereka melaporkan penurunan kasus Covid-19 di kawasan AS menurun dengan rata-rata penambahan satu minggu lalu yakni 136 ribu.

Hal ini mengartikan kasus menurun dari minggu sebelumnya sebesar 157 ribu kasus.

Di sisi lain ada juga laporan yang menyatakan vaksin Covid Pfizer dapat anak-anak gunakan pada akhir bulan depan.

Menyambut kabar tersebut, saham yang berkaitan dengan pemulihan di bidang ekonomi jadi menguat.

Saham bidang energy pun ikut mengalami penguatan termasuk saham Citigroup dan otomotif GM.

Saham perusahaan Apple pun menguat jelang perilisan produk terbaru yaitu iPhone 13.

Akan tetapi saham milik Nike turus usia menilai pandemi mengganggu rantai terkait pasokan perseroan.

Sepanjang minggu lalu, indeks saham Dow Jones sendiri sempat anjlok dan membuat investor merasa khawatir.

Harga Wall Street Bervariasi, Indeks Dow Jones Menguat

Bursa saham di kawasan Amerika Serikat bervariasi, dan indeks saham Dow Jones cukup menguat.

Pada penutupan perdagangan di wall street, indeks Dow Jones mengalami kenaikan 261,91 poin.

Dua indeks acuan berakhir dalam bentuk positif pertama kali dalam enam sesi belakangan.

Perwakilan JP Morgan yakni Marko Kolanovic memberikan pendapatnya tentang kenaikan hal tersebut.

Mereka mempertahankan alokasi jenis pro risiko terhadap pertumbuhan secara global karena dunia kian pulih dari adanya pandemi.

Selain itu pengaruh juga terjadi akibat kebijakan akomodatif, serta kejutan pendapatan yang sifatnya berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa pembukaan kembali ekonomi secara global tertunda karena penyebaran Covid-19 varian delta.

Akan tetapi terdapat kemungkinan gelombang delta surut di kawasan Amerika Serikat serta secara global.

Pada perdagangan minggu awal, indeks S&P 500 tergolong lebih rendah sebagian besar pada sesi perdagangan.

Kemudian tidak kembali lagi ke level tertinggi dengan kenaikan hingga 0,8 persen banyaknya.

Hal tersebut berhasil tercapai tak lama setelah pembukaan di harga pasar.

Reli indeks Dow Jones ikut memudar seiring berjalannya hari, dengan nilai lonjakan 300 poin lebih di awal sesi perdagangan.

Kenaikan indeks acuan tersebut lalu terbatas sekitar 57,78 poin dalam satu titik saja.

Delapan dari adanya 11 sektor dalam S&P 500 positif di awal minggu ini hadir dengan pimpinan sektor energy.

Dampak negatif adanya varian delta pada perdagangan saham Dow Jones siklis terlihat jelas.

Sedang Menguat, Dow Jones Sempat Melemah Awal Pekan Lalu

Sebelum mengalami kenaikan, harga saham Dow Jones sempat berada di kisaran terburuk.

Saat itu Wall Street menjalani minggu yang buruk setelah tiga indeks utama di dalamnya kompak mengalami pelemahan.

Tekanan yang terjadi dalam sesi perdagangan akhir minggu menambah beban untuk bursa saham di Amerika Serikat tersebut.

Jumat 10 September lalu, penutupan indeks Dow Jones Industrial rata-rata turun kisaran 0,78% jadi 34.607.72.

Indeks utama lain yakni S&P 500 melemah sekitar 0,77 persen menjadi level 4,458,58 kala itu.

Terakhir ada indeks Nasdaq Composite yang terkoreksi sekitar 0,87 dan nilainya menjadi 15.115.49.

Perdagangan waktu kali ini turut menjadi rekor tersendiri untuk indeks utama S&P 500.

Di mana saat itu menjadi pertama kalinya sejak perdagangan di bulan Februari.

Nilai saham S&P 500 turun dalam waktu lima hari berturut-turut.

Dengan hasil tersebut, indeks Dow Jones mengalami pelemahan terbesar usia merosot sebesar 2,15% di pekan itu.

Kemudian indeks S&P 500 menyusul yang mengalami penurunan sampai 1,7%.

Terakhir indeks saham Nasdaq terkoreksi sebesar 1.61& dalam satu minggu belakangan.

Pada awal sesi perdagangan, bursa saham AS sebenarnya cenderung mengalami penguatan.

Penguatannya kala itu sudah mendapat dukungan dari berita panggilang antara presiden AS dengan pimpinan China.

Panggilan tersebut banyak pihak anggap sebagai salah satu tanda positif.

Kendati demikian harga saham Dow Jones masih mungkin mengalami kenaikan ataupun penurunan kembali.