spot_imgspot_img
BerandaBerita TerbaruSarah Istri Nabi Ibrahim Paras dan Akhlak Cantik, Teladan Bagi Muslimah

Sarah Istri Nabi Ibrahim Paras dan Akhlak Cantik, Teladan Bagi Muslimah

- Advertisement -

Sarah istri Nabi Ibrahim menjadi salah satu teladan untuk wanita muslimah. Kita sebagai umat Islam sudah seharusnya mengetahui mengenai kisah teladan dari istri Nabi Ismail tersebut. Bukan hanya mengetahui mengenai namanya saja. Akan tetapi kebaikan yang sudah dilakukan oleh Sarah.

Siapakah Sarah? Mengapa Nabi Ibrahim menyebut nama tersebut? Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang Siti Sarah, mari berkenalan dengan istri dari Nabi Ibrahim AS tersebut. Perlu Anda ketahui bahwasanya ia merupakan wanita mukmin yang mempunyai kecantikan luar biasa pada zamannya.

Bukan hanya cantik pada fisiknya saja, akan tetapi wanita yang satu ini juga memiliki akhlak cantik serta budi pekerti. Selain itu, Sarah juga seorang wanita ramah, murah sedekah, serta patuh dengan suami.

baca juga: Macam-Macam Dosa Jariyah, Waspadai Adanya Sayyi’ah Saat Bertingkah

Kisah Siti Sarah Istri Nabi Ibrahim As

Pernahkah Anda mendengar cerita tentang Siti Sarah, akan tetapi bukan kisah Sarah istri Nabi Ibrahim? Karena Sarah mempunyai kecantikan yang sangat mengagumkan, Raja Fir’aun ingin mempersunting Sarah menjadi selirnya. Namun, kuasa dari Tuhan serta doa-doanya yang tulus membuat Sarah bisa lepas dari Fir’aun.

Bahkan, Raja Firaun meminta Sarah untuk kembali pulang dan ia akan mengganti memberikan budak yang bernama Hajar. Nantinya Hajar bisa menikah dengan Nabi Ibrahim.

baca juga: Hadits Larangan Meminta-Minta dalam Islam yang Ternyata Haram

Meminta Suaminya Menikahi Budak

Setelah kembalinya Sarah dari tempat raja Fir’aun, Ia hidup bahagia bersama suaminya, Ibrahim. Akan tetapi, dalam kehidupannya tersebut terdapat satu hal yang membuatnya sedih. Pernikahan mereka berdua sudah terhitung lama, akan tetapi belum juga mempunyai seorang anak.

Walaupun begitu, antara Siti Sarah dan suaminya mereka berdua tetap sabar, terus berdoa, serta berusaha melakukan yang terbaik untuk mendapatkan momongan.

Setiap harinya Sarah istri Nabi Ibrahim tersebut mendengar doa suaminya, memohon kepada Allah untuk diberikan seorang anak. Karena haru, Sarah tawarkan kepada suaminya untuk menikahi budak yang sudah Raja Fir’aun berikan.

“Wahai engkau kekasih Allah, sungguh Allah tidak mengizinkan aku untuk melahirkan anak. Oleh sebab itu, menikahlah dengan budakku, Allah memberikan karunia anak kepadamu melalui dia. Dia Hajar, aku berikan kepadamu, Semoga Allah memberikan kita anak keturunan darinya “.

Sungguh mulia Sarah istri Nabi Ibrahim tersebut. Ia dengan ikhlas mengizinkan suaminya untuk menikah demi mendapatkan kebahagiaan.

baca juga: Sejarah Berdirinya Ka’bah, Perjuangan Keras Ibrahim dan Ismail

Sarah dengan Rasa Cemburunya

Mendengar permintaan dari istrinya tersebut, Nabi Ibrahim sebenarnya sedikit memiliki keraguan. Ia memikirkan apakah Sarah tidak cemburu. Akan tetapi, pada akhirnya Nabi Ibrahim setuju dan menikahi Hajar.

Ternyata, setelah Ibrahim menikah dengan Siti Hajar, Allah mendengarkan doanya. Pernikahannya dengan Hajar tersebut lahirlah seorang putra bernama Ismail. Hal itulah yang menjadi Sarah istri Nabi Ibrahim cemburu.

Bahkan, Sarah juga meminta suaminya untuk menjauhi Hajar maupun anaknya. Semakin hari buruan dari Sarah istri Nabi Ibrahim tersebut semakin menjadi-jadi.

Melihat kecemburuan dari sang istri yang sangat Nabi Ibrahim cintai, akhirnya Ibrahim membawa Hajar dan Ismail pergi dari rumahnya sesuai dengan firman Allah.

Ismail dan Hajar dibawa ke suatu lembah dekat Baitullah yang kering serta tidak ada satu tanaman pun. Hal ini seperti penjelasan pada Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 37:

Ajaibnya, Allah mengabulkan doa yang sudah Nabi Ibrahim panjatkan tersebut. Sehingga lembah yang menjadi tempat tinggal Hajar dan Ismail mulai berubah. Bahkan melalui Nabi Ismail muncullah air zam-zam yang suci dan memberi manfaat sampai sekarang ini.

Kembali Kepada Istri dan Memiliki Anak

Setelah Ibrahim meninggalkan Hajar serta Ismail, ia kembali pulang. Kemudian, ia menjalani hari-harinya seperti sebelumnya dengan bahagia bersama Sarah istri Nabi Ibrahim. Ketika usia mereka sudah sangat tua, datanglah malaikat ke rumahnya dan memberi kabar gembira.

Mendengar kabar tersebut, membuat Sarah istri Nabi Ibrahim terkejut. Bisa di usianya yang sudah tua tersebut masih bisa mengandung dan melahirkan. Sarah pun merasa aneh, apakah masih bisa ia mempunyai anak?

Dalam Al Quran surat Hud ayat 71 menjelaskan, “Sungguh sangat mengherankan, apakah nanti aku akan melahirkan anak sedangkan aku adalah perempuan tua, suamiku juga dalam keadaan tua pula? Sesungguhnya hal ini benar-benar sangat aneh”.

Atas kekuasaan Allah yang Maha Besar, Sarah istri Ibrahim benar-benar mengandung. Melalui ketetapan Allah tersebut, pada usia 99 tahun secara mempunyai seorang anak yang diberi nama Ishaq.

Nabi Ishaq sendiri merupakan ayah dari Nabi Yaqub. Sedangkan Nabi Yaqub merupakan ayah dari nabi yang paling tampan yakni Yusuf As.

Kisah teladan dari Sarah istri Nabi Ibrahim adalah tetap sabar, berdoa, dan berikhtiar meskipun belum Allah kabulkan. Mengizinkan suaminya untuk menikah demi mendapatkan seorang anak meskipun terdapat rasa cemburu.

Apabila kita melihat hal tersebut dalam kehidupan sekarang ini, mungkin hanya ada beberapa wanita saja yang rela mengizinkan suaminya untuk menikah lagi. Mari kita meniru kesabaran dari Sarah istri Nabi Ibrahim tersebut, karena kesabarannya akhirnya Allah mengabulkan doanya. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -