Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBerita TerbaruSejarah Biro Chusus PKI, Mata-Mata Komunis Kontroversial yang Masih Teka-teki

Sejarah Biro Chusus PKI, Mata-Mata Komunis Kontroversial yang Masih Teka-teki

Sejarah Biro Chusus PKI hingga saat ini masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Apalagi saat menyinggung nama seorang intelejen komunis Sjam Kamaruzzaman yang kontroversial.

Keterlibatan spionase PKI itu ternyata sebagai dalang dari peristiwa berdarah G30S/PKI yang terjadi pada tahun 1965.

Salah satu fakta yang belum banyak terungkap dari sejarah ini, yaitu kisah perjalanan Sjam Kamaruzzaman yang masih menjadi misteri hingga saat ini.

baca juga: Kudeta PKI 1965, Kisah D.N. Aidit yang Ingin Mempersenjatai Buruh, Petani dan Nelayan

Fakta yang Belum Terungkap dari Sejarah Biro Chusus PKI

Adapun artikel kami bermaksud untuk membuka fakta-fakta baru dari sejarah spionase Sjam Kamaruzzaman dalam Partai Komunis Indonesia.

Sejarawan Victor M. Fic Sebut Sosok Sjam Kamaruzzaman Fiktif

Victor M. Fic sejarawan kawakan yang lahir pada tahun 1922 di Cekoslovakia ini pernah mengatakan, sejarah versi Orde Baru terkait sosok Sjam ternyata fiktif dan mengada-ada.

Hal ini selaras dengan buku Agung Dwi Hartanto berjudul “The Missing Link G30S: Misteri Sjam Kamaruzzaman dan Biro Chusus PKI”, (2011: 3).

Bahkan Agung juga menyebutkan dalam penelitiannya, terdapat desas-desus jika sosok sang intelejen PKI itu masih hidup dan tinggal di Florida (Amerika Serikat).

Sementara menurut catatan sejarah biro chusus PKI, sosok Sjam mendapatkan hukuman pembuangan ke Arab Saudi.

Sementara menurut versi Orde Baru, Sjam telah mendapatkan hukuman eksekusi mati (1986).

Kebanyakan orang percaya dengan sejarah versi pemerintah Orde Baru, yaitu pria kelahiran Tuban Jawa Timur tersebut telah mendapatkan eksekusi mati di Kepulauan Seribu.

baca juga: Pengkhianatan PKI dan Fakta-faktanya Sejak Tahun 1924

Rohaniawan Dampingi Pra-Eksekusi Mati

Beberapa catatan peninggalan sejarah biro chusus PKI yang masih bisa dilacak juga menyebutkan bahwa keberadaan Sjam itu benar.

Hal ini seperti kesaksian dua rohaniawan yang mendampingi dia saat sebelum eksekusi mati di Kepualauan Seribu pada tahun 1986.

Sebagaimana penuturan Agung Dwi Hartanto, saksi mata yang merupakan rohaniawan itu bernama Pono dan Bono.

Sementara kisah yang paling misteri dan bikin penasaran yaitu, tatkala eksekusi mati ternyata Sjam Kamaruzzaman ini kebal terhadap peluru.

Selain itu, kisah yang juga masih kontroversial, orang yang dicurigai sebagai dalang peristiwa 1965 ini juga masih hidup dan terlihat berkeliaran di Lapas Cipinang sekitar tahun 1990.

baca juga: Pengaruh Komunisme di Jawa Barat serta Fakta Kongres PKI dan SI Merah di Bandung-Sukabumi

Sjam Terkenal Informan Terbaik PKI dan Kawan Tersayang D.N. Aidit

Sejarah biro chusus PKI menyebutkan, semasa hidupnya Sjam Kamaruzzaman sangat terkenal. Ia sebagai informan terbaik dan kawan tersayang bagi sang ketua PKI, D.N. Aidit.

Hal ini karena ia pernah menduduki posisi paling penting dan menentukan kesuksesan dalam rencana kudeta berdarah tahun 1965 oleh PKI di Jakarta.

Selain melancarkan rencana kudeta, PKI pun memanfaatkan eksistensi Sjam untuk melakukan infiltrasi pengaruh kiri di kalangan militer.

Seperti halnya menjadi konekting militer yang pro PKI, antara lain terdiri dari beberapa pejabat penting ABRI, yaitu Letkol Untung, Kol. Abdul Latief, May. Udara Soejono, dan Pono.

Data itu sebagaimana ungkapan Agung Dwi Hartanto dalam buku hasil risetnya berjudul ““The Missing Link G30S: Misteri Sjam Kamaruzzaman dan Biro Chusus PKI”, (2011: 4).

Dalam Persidangan, Sjam Anggota PKI Aktif Sejak Tahun 1949

Catatan menarik lainnya dari sejarah Biro Chusus PKI ini, ternyata intelejen yang terlatih sahabat Aidit ini menjadi anggota PKI aktif sejak tahun 1949.

Selain sudah aktif sejak tahun 49, ternyata Sjam juga sebelumnya seorang yang taat dan memiliki profesi sebagai pegawai negeri sipil sekitar tahun 1947.

Sementara fakta menarik lainnya yaitu, Sjam Kamaruzzaman pernah mendapatkan perlakuan istimewa di dalam persidangan. Bahkan, ia baru mendapatkan vonis eksekusi mati pada tahun 1986.

Sjam Kamaruzzaman juga pernah bergabung dengan divisi militer Diponegoro dengan pangkat Letnan dan menjadi seorang eks-Lasykar Gabungan Yogyakarta.

Sjam Mengetahui Keterlibatan Amerika dalam Peristiwa 1948

Peristiwa pemberontakan PKI yang terjadi di Madiun pada tahun 1948, ternyata Sjam juga tahu. Hal ini salah satu upaya Amerika Serikat mengadu domba bangsa di tengah kecamuk agresi militer.

Selain berpengalaman menjadi spionase, Agung Dwi Hartanto juga menyebut, ia pernah menjadi kawan dekat dengan Soeharto tatkala masih tinggal di Yogyakarta.

Sjam dan Pak Harto ini tergabung dan kenal dalam kelompok pemuda Pathuk, yaitu segerombol pemuda yang sering melakukan sabotase di wilayah Kota Baru terhadap tentara Jepang yang lewat.

Sementara yang banyak menjadi pertanyaan dari para sejarawan. Apakah karena faktor kedekatan ini yang menjadi hal istimewa terhadap pengadilan Sjam Kamaruzzaman?

Hingga saat ini peristiwa tersebut masih menjadi misteri. Kendati demikian dengan adanya catatan sejarah biro chusus PKI ini bisa membawa kita untuk mengenal sejarah 65’ secara terbuka. (Erik/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img