Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBerita TerbaruSejarah Tanaman Lada di Bangka, Benih Awalnya Berasal dari India

Sejarah Tanaman Lada di Bangka, Benih Awalnya Berasal dari India

Sejarah tanaman lada di Bangka merupakan catatan historiografi penting untuk menelusuri asal-usul perdagangan biji komoditas paling laku di pasaran Eropa ini.

Sebab, menurut catatan peninggalan masa lampau, lada yang ada di bangka itu awal benihnya berasal dari negara India.

Akan tetapi kisah menariknya tidak hanya itu saja, kami telah mencatat beberapa fakta aktual tentang biji lada di Bangka sejak tahun 1800.

baca juga: Jalur Rempah di Indonesia, Pulau Jawa Paling Subur

Fakta Sejarah Tanaman Lada di Bangka

Biji lada menjadi idaman kolonial yang berasal dari berbagai penjuru Eropa. Hal ini terungkap sebagaimana hasil seminar dalam klub sejarah pekawon.id berjudul “Emas Merambat: Ulas Sejarah Lada di Bangka Tahun 1800-1900”.

Adapun sebagai pembicara yaitu, Azi Wansaka seorang pegiat sejarah asal Bangka, (Kamis/09/ 09/2021) lalu pukul 20.00 – 22.00 WIB yang berlangsung secara daring via aplikasi Zoom Meeting.

Pelopor Orang Tionghoa

Menurut Azi Wansaka, sejarah tanaman lada di Bangka tidak terlepas dari orang Tionghoa di belakangnya. Merekalah yang merawatnya sejak benih hingga menghasilkan buah.

Adapun yang paling menarik, yaitu tumbuhan ini tidak berasal dari Nusantara, melainkan dari negara India.

Sementara itu, orang Tionghoa yang merawat tumbuhan ini berawal dari mereka yang merupakan pekerja pertambangan timah di Bangka milik pemerintah kolonial.

Namun seiring waktu berjalan, mereka pun membuat rumah dan pekarangan yang cukup luas untuk menanam lada. Ketika lada itu berbuah banyak di antara orang Tionghoa itu menjualnya.

Azi sendiri mengatakan bahwa orang Tionghoa yang ada di Bangka itu awalnya menjadi petani adalah sampingan setelah mereka selesai bekerja di tambang.

Sejarah tanaman lada di Bangka mencatat, dari kegiatan sehari-hari mengumpulkan biji lada yang ditanam orang Tionghoa, mereka akhirnya memperoleh keuntungan dua kali lebih besar.

baca juga: Jejak Budaya Tionghoa di Indonesia, Punya Bioskop dan Klenteng Mewah

Kebun Lada Dekat dengan Tempat Tinggal Orang Tionghoa

Selain datang langsung dari India, ternyata kebun lada yang ada di Bangka juga dekat dengan tempat tinggal orang Tionghoa.

Hal ini supaya mereka lebih mudah mengawasi pertumbuhan lada, dan yang paling pasti menjaga keamanan kebun lada mereka.

Sebagaimana kita ketahui bersama, penjagaan ketat ini karena harga komoditas lada ini yang begitu mahal dan paling diminati oleh bangsa Eripa.

Sementara menurut versi Azi, menyebutkan bahwa hal ini untuk mempermudah kerjasama orang Tionghoa merawat kebunnya bersama.

baca juga: Sejarah Buruh Indonesia di Zaman Kolonial

Prioritas Jenis Biji Lada Putih

Masih menurut Azi Wansaka, jenis lada di Bangka oleh orang Tionghoa itu adalah biji lada putih.

Selain karena memiliki harga yang cenderung tinggi, jenis lada putih juga ternyata sangat cocok di tanah Bangka, dengan kata lain wilayah tersebut memiliki kualitas tanah yang subur.

Jenis lada putih adalah komoditas biji pengawet makanan yang paling bagus dan diminati oleh bangsa Eropa khususnya kolonial Belanda.

Pengawas Bernama “Kapiten”

Karena pemerintah kolonial Belanda mempercayai orang Tionghoa sebagai elit pemegang urusan ekonomi negara, maka pengawas penjualan lada di Bangka di pegang oleh Kapiten orang Cina.

Pemerintah kolonial di Bangka sangat mengistimewakan mereka. Berdasarkan penemuan Azi, kolonial sudah menyiapkan rumah untuk para Kapiten ini, bahkan cukup megah. Ini sengaja mereka lakukan untuk mengawasi penjualan lada.

Selain menyediakan rumah megah sebagai tempat tinggal dinasnya, kolonial juga menyediakan orang Cina di Bangka komplek pemakaman yang megah sebagaimana tradisi dan kebiasaan para leluhurnya.

Bangka Penyumbang Komoditas Lada Terbesar di Hindia Belanda

Untuk yang terakhir kali, Azi Wansaka mengungkapkan bahwa kota kelahirannya (Bangka) merupakan wilayah penyumbang komoditas lada terbesar di Hindia Belanda.

Hal ini berdasarkan laporan kolonial yang ia dapat dari penelitiannya. Dalam laporan tersebut bahwa kekayaan lada di Bangka bisa menyaingi harta VOC.

Inilah kelebihan kota Bangka yang bisa kita banggakan sebagai bangsa Indonesia saat ini. Ternyata sejarah tanaman lada di Bangka pernah berjaya dari tahun 1800 sampai dengan 1900. (Erik/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img