spot_imgspot_img
BerandaBerita TerbaruSifat Unsur Transisi: Unsur Kimia Golongan 3 Hingga 12, Ini Penjelasannya

Sifat Unsur Transisi: Unsur Kimia Golongan 3 Hingga 12, Ini Penjelasannya

- Advertisement -

Sifat unsur transisi yang paling mencolok adalah semua dari mereka adalah logam. Kebanyakan dari mereka mempunyai tekstur kuat, keras, serta titik didih dan titik leleh yang tinggi.

Di bumi ini, keberadaan unsur-unsur kimia sangat melimpah dan nyatanya tidak bisa terpisahkan kemanfaatannya dari kehidupan manusia sehari-hari. Misalnya, besi yang tersemat dalam alat elektronik atau tembaga sebagai material tambahan untuk perhiasan, dan masih banyak lainnya.

Unsur transisi, atau lebih familiar dengan logam transisi adalah kumpulan unsur kimia yang termasuk dalam golongan IB sampai VIII pada sistem lawas. Golongan ini juga bisa Anda kenali dengan golongan 3 sampai 12.

Baca Juga: Perbedaan Unsur dan Senyawa dari Berbagai Sisi Termasuk Sifatnya

Macam-Macam Sifat Unsur Transisi

Logam transisi ini juga merupakan salah satu unsur kimia yang mempunyai elektron valensi. Dimana elektron tersebut bisa berpartisipasi dalam pembentukan ikatan kimia dalam dua kulit, bukan hanya satu saja.

Sedangkan istilah transisi tidak mempunyai pengertian tertentu. Hak tersebut hanyalah istilah untuk mempermudah membedakan dari kesamaan struktur atom serta sifat yang terkandung dari unsur-unsur tersebut.

Definisi unsur transisi juga bisa terkait akan sebuah unsur yang tidak mempunyai subkulit yang tidak terisi penuh. Dengan kata lain unsur ini bisa membentuk kation dengan subkulit yang tidak terisi penuh.

Agar lebih tahu, ada baiknya kita simak sifat unsur transisi sebagai berikut.

Bersifat Logam

Semua unsur transisi, terkhusus periode 4, merupakan logam dengan elektron-elektron yang terkait satu dengan lain (berpasangan), kecuali pada jenis logam dan seng. Periode 4 ini meliputi jenis scandium, titanium, vanadium, Kromium, Mangan, Besi, Nikel, Tembaga, Seng, dan Kobalt.

Keadaan tersebut menjadikan kisi kristal logam dalam unsur transisi ini lebih susah mengalami kerusakan ketimbang dengan kisi kristal logam golongan utama. Ketimbang dengan logam yang termasuk golongan utama, unsur transisi mempunyai sifat yang keras dan memiliki daya hantar yang jauh lebih baik.

Sifat unsur transisi ini adalah lantaran logam transisi membagi elektronnya pada subkulit d dan s. Pada akhirnya mereka membentuk ikatan yang kuat.

Baca Juga: Sifat Periodik Unsur, Perubahan Sifat Berdasarkan Letak Sistem Periodik

Bersifat Kemagnetan

Selanjutnya, yang menjadi sifat dari logam transisi adalah memiliki sifat magnetik. Sifat magnetic ini meliputi paramagnetik, feromagnetik, atau diamagnetik.

Paramagnetik merupakan sifat di mana atom, molekul, dan ion memiliki daya tarik oleh medan magnet. Sementara ion, atom, dan molekul yang tidak bisa ditarik oleh magnet adalah sifat diamagnetik.

Titik Didih dan Titik Leleh yang Tinggi

Sifat unsur transisi selanjutnya adalah tingginya titik didih dan titik leleh. Hal ini bersumber dari adanya ikatan antar atom pada logam di dalam unsur tersebut yang lebih kuat.

Di dalam periode 4 misalnya, hanya ada seng yang memiliki titik didih dan titik leleh yang paling rendah. Hal tersebut terjadi karena kondisi seng yang orbital d-nya sudah terisi penuh serta memicu antar atom seng sangat sulit untuk membentuk ikatan kovalen.

Membentuk Ion atau Senyawa-Senyawa Berwarna

Penyebab munculnya warna-warna ion pada golongan unsur transisi adalah lantaran tingkat energi elektron yang tidak jauh beda. Kejadian tersebut berasal dari elektron yang mudah bergerak ke medan yang lebih tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak.

Dalam sifat unsur transisi, subkulit 3d yang masih longgar (belum terisi penuh) akan melakukan penyerapan energi cahaya. Hal tersebut menjadikan elektronnya tereksitasi dan kemudian memancarkan energi cahaya dengan warna yang selaras dengan warna cahaya yang bisa mereka pantulkan ketika kembali ke dalam kondisi dasarnya.

Sebagai contohnya, kita bisa melihat Ti4+ tidak berwarna, Co2+ berwarna merah muda, Ti2+ berwarna ungu, dan yang lainnya.

Jari-Jari Atom Tidak Teratur dari Kiri ke Kanan dan Lebih Besar

Kondisi ini sedikit banyak terpengaruh dari adanya elektron 3d yang saling tolak-menolak. Hal itu menjadikan kecilnya gaya tarik inti atom terhadap elektron. Nantinya, elektron juga akan lebih menjauh dari inti atom dan menjadikan jari-jari atomnya lebih besar.

Sifat Unsur Transisi Mempunyai Bilangan Oksidasi

Sifat selanjutnya yakni logam transisi memiliki bilangan oksidasi. Bilangan tersebut misalnya seperti +2, +3, atau +4. Tidak sama dengan jenis golongan utama IA dan IIA yang hanya mempunyai 2 bilangan oksidasi yakni, +1 dan +2.

Membentuk Ion Kompleks

Semua unsur yang termasuk logam transisi dapat membentuk ion kompleks. Ion kompleks sendiri merupakan struktur yang menunjukkan kation logam yang diselimuti dua atau lebih anion atau molekul netral, biasa dikenal dengan nama ligan.

Demikian ulasan mengenai sifat unsur transisi kami buat. Semoga bermanfaat. (R10/HR Online)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -