Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBerita TerbaruSupernova SN 1181, Misteri Kosmik Berusia 900 Tahun

Supernova SN 1181, Misteri Kosmik Berusia 900 Tahun

Supernova SN 1181 merupakan sisa kosmik yang telah teridentifikasi. Awalnya, supernova ini didokumentasikan oleh astronom China dan Jepang.

Kemudian hanya sembilan ledakan supernova yang tercatat secara historis. Seluruhnya mengetahui kejadian ini di Galaksi Bima Sakti kita. 

Baca Juga: Ledakan Bintang Supernova Requiem Diprediksi Terjadi Tahun 2037

Astronom Mengidentifikasi Sisa Supernova SN 1181

Penelitian terbaru oleh para astronom dari Universitas Hong Kong menunjukkan jika nebula berkembang pesat. Kemudian mendapat sebutan Pa 30 yang mengelilingi bintang Wolf-Rayet panada IRAS 00500+6713. Sesuai dengan profil, lokasi, dan umur Bintang Tamu tahun 1181 Masehi.

Mengutip sci-news, supernova SN 1181 sama terangnya dengan planet Saturnus. Kemudian tetap terlihat dalam kurun waktu 185 hari, yakni mulai 6 Agustus 1181 hingga 6 Februari 1182.

Para astronom kuno juga mencatat perkiraan lokasi di langit penampakan. Sisa-sisa ledakan supernova tersebut berguna untuk mengidentifikasi jenisnya. 

Sedangkan waktu dan durasi ledakan yang telah astronom ketahui membatasi model evolusi sisa. 

Dalam penelitian tersebut, astronom juga menemukan jika nebula Pa 30 telah berkembang. Kecepatannya sangat ekstrim, yaitu lebih dari 1.100 kilometer per detik.

Para astronom memakai kecepatan ini untuk menentukan umur sekitar 1.000 tahun. Hal tersebut bertepatan dengan peristiwa 1181 M. 

Namun pada perkiraan lokasi di langit penampakan, tidak ada sisa ledakan yang teridentifikasi oleh para astronom modern.

Selain supernova SN 1181, empat supernova lainnya sekarang ini lebih terkenal dengan sains modern. Termasuk nebula kepiting yang terkenal.

Nebula tersebut terlihat di China sebagai supernova pada tahun 1054. Kemudian SN 1181 terkenal sebagai Bintang Tamu China. Namun selama hampir satu milenium tetap menjadi sebuah misteri.

Baca Juga: Penemuan Supernova AT2016jka oleh Hubble, Efek Lensa Gravitasi

Supernova Tipe Lax

Sumber ledakan yang terjadi abad ke 12 ini masih menjadi misteri. Hingga penemuan terbaru ini tim astronom internasional dari berbagai negara yang melakukannya. Antara lain Inggris, Hong Kong, Spanyol, Prancis, dan Hungaria. 

Termasuk Prof. Albert Zijlstra dari The University of Manchester. Profesor astrofisika ini menjelaskan berdasarkan sejarah, letak Bintang Tamu di antara dua konstelasi China, Chuan She dan Huagai.

Posisinya cocok dengan Parker’s Star. Sehingga dapat mereka simpulkan bahwa usia dan lokasinya cocok dengan kejadian 1181.

Peristiwa semacam itu menurut perkiraan mengarah pada jenis supernova langka. Kemudian relatif redup, sehingga astronom menyebutnya sebagai Supernova Tipe Lax.

Prof Zijlstra juga menambahkan jika 10% dari supernova jenis ini sulit dipahami. Fakta supernova SN 1181 redup namun memudar sangat lambat. Hal ini sangat cocok dengan jenis supernova tipe lax.

Penggabungan antara katai putih, bintang sisa, dan bintang neutron. Menimbulkan reaksi nuklir ekstrim. Kemudian terbentuk elemen berat yang kaya neutron, misalnya saja platinum dan emas. 

Prof Zijlstra menyatakan jika penggabungan antara usia, lokasi, kecerahan peristiwa, dan durasi 185 hari secara historis, akan menunjukkan jika Parker dan Pa 30 merupakan kerabat dari supernova SN 1181.

Ini menjadi satu-satunya supernova Tipe lax. Dimana penelitian secara terperinci tentang nebula dan sisa bintang tersebut. 

Jenis Supernova Langka

Setiap tahun astronom melihat hingga ratusan supernova meledak di galaksi lain. Namun ledakan bintang ini hanya terlihat seperti titik terang. Pasalnya jaraknya sangat jauh. 

Oleh sebab itu, para peneliti sangat menghargai beberapa supernova yang pernah terlihat pengamat kuno di Bima Sakti. Dimana teleskop mampu mengamati puing-puing tersebut. 

Peristiwa ledakan yang masih meninggalkan misteri adalah supernova SN 1181. Mulai Agustus 1181 Bintang Tamu muncul entah dari mana.

Konstelasi berbentuk W tersebut berada di langit utara. Bahkan pada kecerahan puncaknya, pendatang baru tersebut jauh lebih redup.

Empat dekade yang lalu, sejarawan astronomi F. Richard Stephenson memberikan petunjuk penting. Saat dia menghubungkan antara ledakan 1181 dengan 3C 58.

Sebuah nebula di Cassiopeia telah memancarkan gelombang radio. Melalui pengamatan sinar-X, terungkap bahwa nebula mempunyai pulsar. Kemudian intinya runtuh berputar cepat dari bintang masif yang meledak. 

Kehadiran nebula Pa 30 menjadi saksi ledakan supernova SN 1181. Selanjutnya bintang Parker telah diusulkan sebagai hasil penggabungan dalam katai putih dan sistem biner.

Sebenarnya penggabungan ini dihipotesiskan dapat menyebabkan jenis supernova yang langka. Lalu tingkat injeksi dan kecerahannya relatif rendah. 

Setelah hampir 900 tahun menjadi misteri supernova yang menghilang. Tampaknya terdapat sedikit pencerahan jika supernova SN 1181 adalah satu-satunya supernova Tipe lax. Para tim senang dapat memecahkan misteri sejarah dan astronomi, dimana studi rinci tentang bintang sisa nebula dimungkinkan. (R10/HR Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img