TPT Sungai Cileueur Ambruk, Rumah Warga Ciamis Terancam Longsor

TPT Sungai Cileueur Ambruk
Rumah Solihin warga Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis terancam longsor setelah TPT Sungai Cileueur ambruk. Foto: Eli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Rumah warga RT 01, RW 02, Lingkungan Kedung Panjang, Kelurahan Maleber, Kabupaten Ciamis terancam longsor. Hal tersebut terjadi setelah Tembok Penahan Tebing (TPT) Sungai Cileueur yang menjadi penopang bangunan ambruk.

Solihin, warga yang rumahnya terancam, mengatakan, TPT Sungai Cileueur ambruk pada Sabtu (11/9/2021) sore sekitar pukul 14.00 WIB.

“Waktu itu memang air sungai sangat deras sehingga menghancurkan tembok yang sudah sekitar 15 tahun menyangga rumah di pinggir sungai tersebut,” ungkapnya, Selasa (14/9/2021).

Kata Solihin, kejadian tersebut membuatnya kaget. Apalagi anaknya turut menjadi korban. Anak Solihin ikut terbawa longsoran tembok, beruntung tidak mengalami luka berat meski tergencet bebatuan.

“Saya sangat kaget ketika tembok tersebut longsor, karena waktu itu anak saya sedang duduk santai di tembok depan rumah. Bahkan saya sempat mengira anak tertimbun bebatuan,” katanya.

Sementara Dodi Ketua RW setempat ketika mendengar ada warga minta tolong dirinya langsung melihat ke lokasi kejadian yang tidak jauh dari rumahnya. Saat dilihat ternyata tebing sungai longsor dan mengancam rumah warga.

“Longsor tebing sungai tersebut panjangnya sekitar 30 meter dengan ketinggian empat meter. Lokasi tersebut merupakan area yang akan mendapatkan penataan kawasan Kotaku,” katanya.

Kata Dodi, longsoran tebing terjadi dua kali, pertama Sabtu (11/9/2021) sore dan yang kedua Senin (13/9/2021) malam. Dari kejadian tersebut ada dua rumah warga yang terancam longsoran, kalau terjadi luapan air sungai pada musim hujan.

Sebelum terjadi longsor, kata Dodi, memang tebing sungai tersebut bawahnya terdapat tumpukan tanah. Sebelumnya pernah dilakukan pengerukan oleh alat berat, namun terlalu dalam sehingga mengikis bagian dasar tebing.

“TPT tersebut tidak terlalu tinggi karena bawahnya dipenuhi tanah, setelah dikeruk terlalu dalam lalu terseret arus air, sehingga mengikis tebing yang menyebabkan ambruk,” jelasnya.

Dodi berharap pihak pengembang proyek Kotaku segera memperbaiki tebing tersebut seperti semula.

“Kalau dibiarkan apalagi sekarang musim penghujan bisa dipastikan rumah warga terbawa longsor, sebab tanah di bawahnya labil,” pungkasnya. (ES/R7/HR-Online/Editor-Ndu)