Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita TasikmalayaUsaha Kuliner Arem di Tasikmalaya Ini Sukses Meski Pandemi dan PPKM

Usaha Kuliner Arem di Tasikmalaya Ini Sukses Meski Pandemi dan PPKM

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Meski banyak pelaku usaha termasuk kuliner yang terkena dampak pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun tetap masih ada yang bertahan.

Salah satunya adalah usaha minuman tradisional aroma rempah (Arem) di Jalan KH Zaenal Mustofa, tepatnya depan Living Plaza, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Usaha kuliner minuman tradisional Arem yang buka sejak tahun 2020 tersebut adalah milik Redi, warga Cempaka Warna, Kota Tasikmalaya.

Minuman tradisional berbahan dan beraroma rempah, memang bisa menjaga imun tubuh dan membuat tubuh tetap kuat serta sehat.

Sehingga dengan khasiat itulah, penjualan minuman tradisional beraroma rempah menjadi buruan banyak orang, sehingga menjadi keuntungan untuk pelaku usaha kuliner ini.

Bahkan, lantaran peminatnya yang tinggi, Redi pun sudah membuka 7 cabang usaha kuliner kedai Arem di Wilayah Tasikmalaya.

“Kalau jualan Arem ini baru 1 tahun lebih atau pada tahun 2020,” kata Reza, salah seorang karyawan Redi, saat ditemui di kedai Arem Jalan HZ, Kamis (16/9/2021).

“Alhamdulillah baru membuka 7 cabang di wilayah Tasikmalaya. Tujuan cabang tersebut supaya pembeli semakin dekat untuk membeli arem ini,” imbuhnya.

Omset Usaha Kuliner Arem Asal Tasikmalaya Per Hari

Lebih lanjut Reza menambahkan, minuman Arem yang ia jual harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp 10.000 dan paling mahal Rp 15.000.

Meski harganya yang terjangkau, namun karena banyak yang membeli maka omsetnya pun terus meningkat. Bahkan, usaha kuliner arem asal Tasikmalaya di masa pandemi Corona ini, omsetnya lebih naik, sekitar Rp 500 ribu lebih setiap harinya.

“Karena khasiat rempah-rempah untuk menjaga imun dan mencegah paparan virus Corona, jadi banyak masyarakat yang memburunya,” ucapnya.

Reza menuturkan, minuman tradisional Arem yang ia jual tersebut, dari cikur, koneng, jeruk nipis, temulawak, jahe merah. Kemudian, kayu manis, cengkeh, kapulaga, kayu secang, gula aren, gula batu, bunga bintang dan sereh pandan.

“Arem yang saya jual itu terbagi menjadi macam jenis. Ada jancruk, kunjaruk, jahe kencur jeruk, kunyit jahe jeruk. Kemudian, temulawak, STMJ, wedas susu dan saraba. Kita juga menerima pesanan,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisment -