Kamis, Januari 27, 2022
BerandaBerita TerbaruAdab Menghadiri Undangan dalam Ajaran Islam, Berikut Penjelasannya

Adab Menghadiri Undangan dalam Ajaran Islam, Berikut Penjelasannya

Adab menghadiri undangan harus kita perhatikan. Dalam agama Islam, semua memiliki aturan atau adab-adab yang harus diperhatikan dalam melakukannya. Kembali ke fitrah Islam adalah agama yang sempurna dan luar biasa.

Adab nyatanya menduduki posisi paling atas dalam Islam. Bahkan saking tingginya, ia mampu mengalahkan ilmu.

Orang yang banyak ilmu tak akan terlihat atau ternilai jika ia tidak berdab. Sehingga, lebih baik menjadi orang beradab terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu. Karena bisa dikatakan juga adab akan mempermudah orang yang menuntut ilmu.

Sebenarnya pada tempat-tempat inilah islam menjadi sempurna. Sempurna dengan adanya aturan atau adab tersebut sehingga bukan hanya kesenangan duniawi saja yang akan kita dapatkan, melainkan juga keberkahan kelak ketika di akhirat.

Beberapa Adab Menghadiri Undangan dalam Islam

Mungkin masih banyak di sekitar kita yang belum mengamalkan hal ini. Maka dari itu, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui dan mencoba untuk mengamalkannya. Pasti semua orang sudah pernah datang untuk memenuhi undangan bukan?

Tamu memang raja, akan tetapi tidak ada salahnya kita sebagai umat muslim juga memperhatikan beberapa adab menghadiri undangan berikut ini.

Tidak Menunda

Untuk adab menghadiri undangan yang pertama adalah hendaknya kita jangan menunda-nunda.

Jadi, alangkah lebih baiknya jika kita segera menghadiri undangan sesuai dengan harinya atau sehari sebelum hari H. Hal ini biasanya berlaku di Indonesia.

Menunda-nunda tersebut juga bukan hal baik. Apalagi kita itu sebagai tamu yang mendapatkan undangan.

Seperti halnya dalam Hadits Abu Dawud dan Ahmad yang menjelaskan bahwa siapapun yang mendapatkan undangan, maka penuhilah. Sudah jelas bukan? Jadi, sudah tidak ada lagi alasan untuk menundanya.

Jangan Menghadiri Undangan yang Mengandung Maksiat

Tidak menghadiri undangan yang mengandung maksiat juga termasuk dalam salah satu adab menghadiri undangan. Seperti yang sudah kita ketahui, maksiat itu hanya akan menjadi pemicu dosa.

Manusia yang sadar akan dirinya berlumuran dosa dan paham dengan hal ini, bukannya bertobat, malah senang kalau hadir dalam acara-acara yang seperti itu.

Di Indonesia, ada banyak peristiwa yang demikian. Namun, dalam Islam sendiri mengajarkan kita untuk tidak menghadirinya.

Jangankan hanya undangan, orang tua saja yang mengajarkan kita kepada kemungkaran atau kemaksiatan kita tidak boleh menaatinya.

Berkaitan dengan adab ini, terdapat dalam Fathul Baari Syarah Shahih al-Bukhari. Dari Ibnu Baththal mengatakan:

“Tidak boleh untuk menghadiri undangan yang terdapat kemungkaran dan merusak agama, hal yang memang menjadi larangan bagi Allah dan Rasul-Nya. Jika hal itu terjadi, maka orang tersebut memang Ridho atas kemungkaran tersebut. Namun, jika ia melihat kemungkaran, akan tetapi mampu untuk melakukan pencegahan, maka boleh datang. Jika tidak mampu, kembalilah ke rumahmu saja”.

Berdoa Sebelum Makan dan Mulai Makan dari Pinggir

Pasti setiap menghadiri undangan akan ada waktu atau sesi makan-makan. Nah, biasakan jika kita makan-makan saat menghadiri sebuah undangan untuk berdoa.

Hal ini juga termasuk dalam adab menghadiri undangan. Untuk lafal doa ketika makan juga sangat mudah, bukan?

Selain itu, silakan Anda memulai mengambil makanan dari yang terdekat dan makan dari pinggir. Jangan lupa juga untuk makan dengan tangan kanan. Karena menggunakan tangan kiri itu perbuatan setan.

Satu lagi, makanlah sambil duduk. Pasalnya, sekarang ini banyak pesta berdiri. Padahal hal itu tidak dianjurkan dalam ajaran Islam.

Tidak Membawa yang Tidak Diundang

Selanjutnya adalah jangan membawa orang yang tidak mereka undang. Meskipun antara yang punya acara dan tidak diundang tersebut saling mengenal. Karena si pemilik acara mempunyai wewenang untuk menerima maupun menolaknya.

Hal yang demikian ini juga berdasarkan Hadits riwayat Bukhari, “Saat itu Syu’aib mengundang lima orang, akan tetapi ada satu orang yang mengikuti mereka. Jika Syu’aib mau, ia boleh mengizinkan orang tersebut untuk masuk, akan tetapi Syu’aib juga boleh untuk tidak mengizinkannya”.

Pakailah Pakaian yang Menutup Aurat

Kemudian untuk adab menghadiri undangan yang benar-benar harus kita perhatikan lainnya adalah gunakan pakaian yang menutup aurat atau sesuai syariat Islam.

Untuk yang muslim menggunakan hijab menutup dada, bukan melilit di leher. Ingat, aurat wanita itu hampir seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Kaum Adam, pusar sampai lutut.

Semoga dengan adanya penjelasan mengenai adab menghadiri undangan, membuat kita semakin dekat dengan Allah dan Rasul-Nya. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -