Sabtu, November 27, 2021
BerandaBerita CiamisAtalia Pastikan Susur Sungai yang Renggut 11 Nyawa di Ciamis Bukan Kegiatan...

Atalia Pastikan Susur Sungai yang Renggut 11 Nyawa di Ciamis Bukan Kegiatan Pramuka

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tragedi tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk Atalia Ridwan Kamil, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jabar yang datang ke lokasi susur sungai Cileueur.

Atalia datang langsung ke Leuwi Ili Sungai Cileueur, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, lokasi tenggelamnya 11 siswa MTs Harapan Baru, Sabtu (16/10/2021).

Pada kesempatan tersebut Atalia didampingi Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, menyempatkan diri melihat lokasi kejadian.

Baca Juga: Kisah Duka Keluarga Korban Tragedi Susur Sungai Cileueur Ciamis

Atalia mengaku kaget saat di lokasi, lantaran tidak ada penghalang sebagai pengaman sungai, padahal sungai tersebut sudah merenggut 11 nyawa.

“Kejadian ini menjadi keprihatinan kita semua serta rasa sedih yang mendalam bagi seluruh orang tua korban, pihak sekolah dan seluruh warga masyarakat Jawa Barat. Mari kita doakan untuk semua para korban mendapatkan tempat surganya Allah SWT, syahid,” ungkapnya.

Atalia melanjutkan, kegiatan Susur Sungai yang dilakukan MTs Harapan Baru tersebut, bukan masuk dalam agenda gugus depan Kwartir Daerah. Selain itu, kegiatan Susur Sungai tersebut bukanlah bagian dari kegiatan ekskul kepramukaan, namun kegiatan kepanduan mandiri yang rutin digelar oleh pihak sekolah. 

“Kami juga menyampaikan, bahwa Pramuka sendiri memiliki pedoman sangat matang yang disusun dalam keputusan Kwarnas nomor 277 tahun 2007 terkait pedoman pelaksanaan seperti ini,” katanya.

Baca Juga: Menguak Sejarah Leuwi Ili, Lokasi Tewasnya Siswa MTs Cijantung Ciamis

Dalam pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut, lanjut Ata, terdapat Manajemen Risiko yang di dalamnya termasuk kegiatan Susur Sungai. Menurut Ata, dalam mengadakan kegiatan Susur Sungai tidak sembarangan sebab berisiko tinggi.

“Pramuka sendiri sangat mengikuti aturan pemerintah seperti pembelajaran tatap muka terbatas. Seperti kegiatan lapangan sangat tidak kita dorong, sehingga alangkah baiknya dilakukan di lingkungan sekolah tidak di luar sekolah,” jelasnya. 

Atalia: Tidak Ada Lagi Korban Jiwa Akibat Susur Sungai di Masa Depan

Atalia menambahkan, apapun yang terjadi saat ini merupakan musibah yang tidak bisa dihindari. Namun menjadi contoh supaya ke depan tidak ada lagi korban jiwa akibat kegiatan susur sungai.

“Meskipun harus ada kegiatan tersebut maka para pembina Pramuka di sekolah harus hati-hati karena ini kegiatan risiko tinggi yang membahayakan siswa-siswi,” katanya.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Jawa Barat turut bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah meninggalnya 11 siswa-siswi MTs Harapan Baru Cijantung. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

Sementara itu Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat mendampingi Atalia, mengatakan, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya, dan mengimbau kepada seluruh sekolah stop kegiatan berisiko di luar sekolah. Kami menyayangkan di lokasi tenggelamnya siswa-siswi MTs Harapan Baru Cijantung tidak ditemukan alat pengaman,” pungkasnya. (ES/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -

Berita Terbaru