Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBerita TerbaruCara Setting Angin Karburator yang Benar dan Irit BBM

Cara Setting Angin Karburator yang Benar dan Irit BBM

Cara setting angin karburator sebenarnya tidaklah sulit. Penyetelan ini memang bertujuan agar tarikan gas lebih pas. Settingan yang benar membuat mesin stasioner tidak mudah mati. Terutama setelah melakukan pembongkaran karbu dan mesin tidak stasioner. 

Bagi orang awam, saat menyeting karburator motor biasanya hanya dengan memutar-mutar setelannya saja. Tanpa dasar setingan yang jelas dan pas untuk kendaraan. 

Berikut ini panduan dalam melakukan penyettingan angin karburator yang benar. 

Begini Cara Setting Angin Karburator yang Benar

Setting saat Kondisi Mesin Dingin

Melakukan penyettingan pada kondisi mesin dingin atau di pagi hari ada benarnya. Terutama saat di putaran RPM rendah maupun pemanasan suara mesin, sehingga tidak terlalu kasar.

Cara setting angin karburator, pertama Anda hidupkan motor dan putar setelan stasioner hingga ke putaran mesin yang terdengar kasar. 

Baca Juga : Tips Membeli Mobil Bekas dengan 5 Cara Ampuh dan Efisien

Selanjutnya, Anda putar setelan angin karburator ke kanan hingga terasa mesin seperti akan mati. Lalu putar ke kiri hingga suara mesin tertinggi.

Lakukan hal ini hingga suara tidak lagi kasar, maka turunkan putaran stasioner ke putaran mesin yang Anda kehendaki. 

Ketika menyeting kondisi mesin dingin akan menghilangkan suara brebet saat pagi hari. Namun ketika mesin panas, memungkinkan stasioner menjadi lebih tinggi. 

Setting saat Kondisi Mesin Panas

Cara setting angin karburator saat kondisi mesin panas atau sudah berjalan sering digunakan para mekanik. Hal ini bertujuan mendapatkan hasil yang cukup signifikan. Hanya saja kuncinya pada putaran tertinggi. 

Pertama, starter sepeda motor dan putar setelan stasioner pada putaran mesin tertinggi. Turunkan putaran stasioner ke putaran mesin dikehendaki.

Namun ketika mendengar suara mesin yang kian naik seiring putaran pengaturan angin berlawanan dengan jarum jam. Maka akan ada saat di mana suara mesin akan turun. Dari sini Anda bisa menentukan setel basah atau kering. 

Baca Juga : Ban Mobil Tanpa Udara dan Cara Kerjanya, Tak Perlu Lagi Isi Angin

Putar setelan angin karburator ke kanan hingga terasa mesin akan mati. Lalu putar setelan angin karburator ke kiri hingga tak brebet, dan putaran mesin agak los tidak terjadi hambatan. 

Langkah selanjutnya, putar kembali setelan stasioner yang sekiranya pas untuk kondisi mesin panas dan dingin.

Biasanya jika basah berarti saat kondisi mesin terkencang. Jika kering, mesin turun dari naiknya RPM setelan angin sebelumnya.

Memang perlu banyak latihan cara setting angin karburator untuk dapat mengerti dengan presisi kebutuhan mesin kendaraan. 

Namun Anda juga jangan sampai lupa cek busi sebagai indikator kekeringan. Kelebihan dari setting saat kondisi mesin panas adalah membuat mesin selalu dalam kondisi prima dalam berbagai kondisi apapun. 

Sisi kekurangannya jika setelan stationer terlalu rendah, maka saat pagi hari pun juga lebih susah stasioner.

Hal ini dikarenakan saat mesinnya dingin, maka ruang pembakarannya belum sepenuhnya ada campuran bahan bakar. 

Baca Juga : Cara Membersihkan Busi Motor Tanpa Harus Bawa ke Bengkel

Efek Setelan Angin Karburator Terlalu Kecil

Sebenarnya cara setting angin karburator yang terlalu kecil cukup berbahaya. Karena idealnya setelan angin harus pada posisi presisi.

Komposisi campuran antara udara serta bahan bakar dalam takaran pas. Maka dari itu, membutuhkan penyettingan yang sesuai dengan standar pabrikannya. 

Permasalahan sering muncul adalah borosnya bahan bakar. Bahkan pengabutan tidak berjalan dengan baik.

Karena ruang bakar akan terlihat lebih basah dari biasanya. Muncul kerak lantaran bensin tidak terproses dengan sempurna di ruang pembakaran. Jika menumpuk, maka menurunkan kompresi mesin. 

Cara setting angin karburator yang salah ditandai dengan asap hitam di knalpot. Hal itu menandakan hasil dari pembakaran ruang bakar yang tidak sempurna.

Setelan basah, biasanya karena setelan angin yang memungkinkan tarikan mesin tidak responsif. Di sisi lain saat gas terbuka, maka motor tidak dapat berakselerasi secara baik dan brebet. 

Semakin gas ditarik, maka mesin akan mudah mati. Karena pengendara terus menarik gas agar mesin kendaraan tetap menyala dengan normal.

Jika tidak teratasi, maka ruang bakar kaya akan campuran bensin dan memungkinkan komponen bermasalah. Busi dapat memercikkan api dan menghitam.

Sehingga sangat perlu mengatur kombinasi bahan bakar dan setelan angin agar presisi. Cara setting angin karburator tersebut perlu Anda perhatikan untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya. (R10/HR-Online)

Editor : Eva

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img