Selasa, Desember 7, 2021
BerandaBerita TerbaruContoh Larutan Penyangga, Definisi dan Penerapan dalam Kehidupan

Contoh Larutan Penyangga, Definisi dan Penerapan dalam Kehidupan

Contoh larutan penyangga sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Bahkan tubuh manusia saja bisa menghasilkan larutan penyangga. Hanya saja, kemungkinan istilah larutan penyangga belum banyak terdengar di telinga-telinga orang awam.

Anda pernah mengkonsumsi cuka pada pempek, lalu berakhir dengan rasa perih di perut Anda? Hal ini terjadi lantaran larutan cuka mengandung asam asetat yang sebenarnya mempunyai sifat korosif membahayakan tubuh.

Akan tetapi, kabar baiknya tubuh bisa memproduksi larutan penyangga yang sanggup menetralkan asam tersebut. Hal ini tentunya akan membuat bingung Anda, karena tidak mengetahui sepenuhnya terkait larutan penyangga.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan sebuah ulasan terkait larutan penyangga tersebut. Mulai dari definisi, jenis, hingga contohnya.

Baca Juga: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Ciri-Ciri, Contoh, dan Perbedaannya

Inilah Contoh Larutan Penyangga dan Definisinya

Pengertiannya, larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang berfungsi untuk menstabilkan pH ketika sedang terjadi penambahan asam, basa, atau garam.

Penyangga di sini merupakan sesuatu yang menyangga tingkat keasaman dalam sebuah larutan, sehingga tidak terjadi perubahan nilai ketika mendapat tambahan larutan asam atau basa meski sedikit saja.

Dari pengertian tersebut, kita menjadi tahu apabila pH larutan penyangga tidak akan berubah meski terkontaminasi dengan asam, basa, atau garam. Hal ini terjadi akibat adanya komponen asam yang mampu menghalangi kenaikan pH berlebihan.

Di sisi lain, ada juga komponen basa yang mampu menjadi tameng ketika terjadi penurunan pH berlebihan. Kesimpulannya adalah larutan penyangga terbentuk dari reaksi asam lemah serta basa konjugasinya (ion X–), lalu basa lemah dan asam konjugasinya (ion YH+).

Contoh larutan penyangga adalah ketika sebuah larutan mengandung CH3COOH dan ion CH3COO-. Itu adalah larutan penyangga, CH3COOH sebagai asam lemah, sementara CH3COO- jadi basa konjugasi.

Baca Juga: Jenis Larutan Elektrolit dengan Berbagai Karakteristiknya

Sifat Larutan Penyangga

Ada beberapa sifat yang mewakili larutan buffer. Pertama, larutan penyangga tetap di dalam kondisi pH yang sama walaupun telah melewati proses pengenceran.

Nilai pKa yang terkandung di dalam larutan penyangga juga akan berada di suhu stabil atau konstan. Larutan penyangga juga masih bisa mempertahankan nilai pH, meski sudah ada kontaminasi sedikit asam dan basa kuat.

Sifat selanjutnya, pertahanan larutan penyangga akan nilai pH menjadi lebih tinggi di dalam kondisi jumlah mol lebih banyak. Terakhir, apabila pH campuran garam dan asam berada di pKa=1 dan pKa-1, maka nilai pH dari senyawa tersebut akan menjadi stabil.

Jenis dan Contoh Larutan Penyangga

Secara umum, larutan penyangga terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Larutan Penyangga Asam

Definisi dari larutan penyangga asam ialah larutan penyangga yang susunannya atas asam lemah dan basa konjugasinya. Fungsi dari larutan penyangga asam ini adalah untuk mempertahankan pH pada posisi asam (pH < 7).

Contoh larutan penyangga asam ini yaitu kombinasi antara CH3COOH dan CH3COONa. Di dalam kombinasi tersebut, terkandung basa konjugasi CH3COO-.

Larutan Penyangga Basa

Larutan penyangga basa ialah larutan yang tersusun atas basa lemah dan asam konjugasinya. Kegunaan dari larutan penyangga basa ini adalah untuk mempertahankan kondisi pH pada tingkat basa (pH > 7).

Selanjutnya, bisa kita ambil salah satu contoh larutan penyangga basa ini yaitu kombinasi antara NH4OH dan NH4CI. Di dalam kombinasi tersebut terkandung asam konjugasi NH4+.

Sebab Terbentuknya Larutan Penyangga dan Prinsip Kerjanya

Pembentukan larutan penyangga ini berbeda-beda seiring dengan jenisnya yang juga berbeda. Larutan penyangga asam terbentuk dari kombinasi senyawa asam lemah dengan basa konjugasinya.

Jika Anda tertarik untuk membuatnya, Anda bisa mencampurkan senyawa asam lemah dengan senyawa garamnya. Anda juga bisa mengkombinasikan antara basa kuat dengan asam lemah berlebihan.

Sedangkan untuk pembuatan larutan penyangga basa, campurannya juga tidak berbeda dengan campuran larutan penyangga asam. Untuk membuat contoh larutan penyangga basa, Anda bisa mencampurkan senyawa basa lemah lemah dengan senyawa garamnya. Lalu juga bisa basa lemah yang berlebih dengan asam kuat.

Fungsi Larutan Buffer

Larutan penyangga mempunyai andil dalam sisi kehidupan, termasuk di dalam tubuh manusia tadi. Selain itu, larutan penyangga juga dimanfaatkan dalam industri obat-obatan, industri kulit dan zat warna, hingga dunia fotografi.

Kemungkinan pengaplikasian di dalam kehidupan sehari-hari yang paling banyak kita temui adalah larutan penyangga ini jadi penyusun dalam obat tetes mata. Sedangkan di dalam olahan, contoh larutan penyangga terdapat pada makanan kaleng agar tidak mudah teroksidasi. (R10/HR Online)

- Advertisment -