Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita PangandaranDesa Kertayasa Pangandaran: Dulu Tertinggal, Kini Desa Wisata Nasional

Desa Kertayasa Pangandaran: Dulu Tertinggal, Kini Desa Wisata Nasional

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Perjalanan Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menjadi Desa Wisata tingkat nasional cukup panjang.

Kepala Desa Kertayasa Abdul Rohman, mengatakan, dulu wilayahnya masuk kategori Desa Tertinggal. Hal ini sudah berbeda dengan kondisi saat ini, lantaran Desa yang dulunya tertinggal kini bisa berprestasi di tingkat nasional. 

“Dulu Desa Kertayasa masuk pada kategori Desa Tertinggal, tapi saat ini tidak ada alasan untuk tidak maju. Ini bukan karena hebatnya kepala desa, tapi kerja sama semua unsur masyarakat di Desa,” katanya dalam sambutan peresmian Dermaga 2 Green Canyon dan Penyerahan Fasilitas Pendukung Desa Wisata, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: Kisah Desa di Pangandaran, Makmur Sejak Zaman Belanda

Lanjut Abdul Rohman, pada tahun tahun 2021, Desa Kertayasa mendapat juara kedua tingkat provinsi. Selanjutnya pada tahun 2018 Desa Kertayasa Pangandaran kembali berprestasi sebagai nominasi Desa Wisata di Tingkat Nasional.

“Sejarah awal mulai diawali dengan intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) ke Desa Wisata Kertayasa, Alhamdulillah sudah banyak peningkatan, BI bisa berkontribusi sangat luar biasa, peralatan sarana prasarana sudah mulai dilengkapi. Mudah-mudahan Desa Kertayasa bisa lebih maju lagi,” katanya.

Lebih lanjut Abdul Rohman menambahkan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Kertayasa belum pernah tidak lunas.

“Demi Pangandaran Juara dan mimpi besar harus maju dan berkembang lagi dari desa-desa lainnya,” tegasnya.

Hanya saja, Abdul Rohman mengungkapkan, masih ada kendala yang dialami Desa Kertayasa sebagai Desa Wisata di Pangandaran.

“Di daerah kami masuknya jaringan listrik masih terkendala. Mungkin karena medannya yang perbukitan. Selain itu, sinyal jaringan telepon seluler dan internet sangat lemah. Perlu adanya BTS temporer, juga kendaraan roda 4 rescue untuk penyelamatan wisatawan,” katanya.

Kado dari BI untuk Desa Kertayasa Pangandaran

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran Ujang Endin Indrawan mengatakan, bantuan dana dan fasilitas pendukung merupakan kado dari BI untuk Desa Kertayasa sekaligus kado untuk hari jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-9 tahun.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BI, ini sebagai motivasi dan spirit untuk kemajuan pariwisata di Pangandaran,” ucap Ujang Endin Indrawan.

Ujang juga menyampaikan Pangandaran masuk kategori level 1 PPKM. Karena itu untuk daerah wisata sudah diberi kelonggaran untuk dibuka.

“Tetapi, saya titip protokol kesehatan tetap dijaga, demikian juga vaksinasi terus tingkatkan lagi,” katanya. 

Sementara perwakilan BI Jawa Barat Herawanto mengatakan, Kegiatan Desa Wisata di Desa Kertayasa dan Desa Selasari ini sangat penting, mengingat Pangandaran sebagai daerah pariwisata simbol kebangkitan pandemi.

“Dampak pandemi pulau Jawa 2019-2020 pendapatan turun, tetapi perekonomian dan kesehatan harus tetap jalan,” kata Herawanto.

Masih dikatakan Herawanto, dua dari lima kunci pemulihan ekonomi yakni pertama harus semangat dan optimis. “Tanpa ada itu, tidak ada kemajuan,” katanya.

Kedua, lanjut Herawanto, harus bisa menggerakkan Pariwisata, karena sangat penting untuk perkembangan ekonomi.

“Desa wisata berbasis masyarakat bentuk pemulihan ekonomi, sangat potensial, karena itu perlu dukungan. Ada SK Bupati terkait Desa Wisata, juga cara pengelolaan desa wisata dengan sistem kompetisi ini kita sambut baik,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -