Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita TerbaruFenomena Hujan Meteor Draconid dan Konjungsi, Ini Waktunya

Fenomena Hujan Meteor Draconid dan Konjungsi, Ini Waktunya

Fenomena hujan meteor Draconid kembali menghiasi langit malam Indonesia pada Jumat (08/10/2021) hari ini. Fenomena ini berupa konjungsi Solar Mars juga puncaknya hujan meteor Draconid. Sementara untuk konjungsi solar Mars tidak dapat disaksikan melalui apapun, baik dari alat optik maupun secara langsung.

LAPAN membagikan beberapa informasi terkait empat fenomena yang memang terjadi pada pekan ini, termasuk Draconid. Simak informasinya.

Baca Juga: Fakta Hujan Meteor Arietid, Fenomena Alam Langka

Seperti Apa Fenomena Hujan Meteor Draconid Hari ini?

Hujan meteor merupakan meteor yang jatuh melewati permukaan Bumi dalam jumlah cukup banyak. Hujan meteor Draconid ini berasal dari sisa debu komet 21P/Giacobini-Zinner.

Menurut penelitian, komet tersebut mengorbit matahari setiap 6,6 tahun. Sehingga meteor Draconid lebih dikenal dengan meteor Giacobini. Hujan meteor ini akan menjadi hujan meteor spektakuler sepanjang sejarah antariksa.

Kapan Waktu Terbaik Menyaksikan Fenomena Konjungsi Mars dan Hujan Meteor Draconid?

Fenomena hujan meteor Draconid telah aktif sejak 6 sampai 10 Oktober. Sementara melewati puncaknya pada 8 Oktober hari ini. Anda bisa menyaksikannya pada pukul 16.00 WIB atau 17.00 WITA atau 18.00 WIT.

Menariknya seluruh daerah di Indonesia dapat menyaksikan fenomena spektakuler ini. Tak perlu alat seperti teleskop, karena secara langsung Anda dapat menyaksikannya ketika langit cerah dan tidak berawan.

Hujan meteor ini berdasarkan titik radian atau titik asal mula munculnya meteor di konstelasi Draco. Hujan meteor tersebut dapat disaksikan sejak senja awal bahari selama kurang lebih 3 jam dari arah utara hingga barat laut.

Hal ini dengan intensitas antara 4 hingga 6 meteor per jam dalam kondisi cuaca cerah serta bebas halangan polusi cahaya.

Pengamat untuk area perkotaan akan menyaksikan antara 1 hingga 2 meteor per jam. Untuk pandangan dan kenampakan fenomena hujan meteor Draconid terbaik adalah jika diamati dari belahan Bumi Utara.

Sementara konjungsi solar Mars adalah konfigurasi ketika Mars Bumi dan Matahari berada di garis lurus.

Baca Juga: Hujan Meteor Taurid Selatan Bisa Menghasilkan Bola Api Menakjubkan

Sementara Mars berjajar dengan Matahari. Puncak dari konjungsi ini juga terjadi pada hari ini 8 Oktober pada pukul 11.29 WIB atau 12.29 WITA atau 1329 WIT. Secara data, jarak Mars 243.738.000 km dari Matahari dengan catatan magnitudo +1,65.

Sayangnya fenomena ini tidak akan tampak di langit malam karena sejajar dengan Matahari. Konjungsi Mars terjadi setiap 25 hingga 26 bulan sekali. Karena sebelumnya terjadi pada 27 Juli 2017 dan September 2019.

Jika melihat dengan teleskop, maka terlihat redup dan sangat kecil sebesar 3,56 detik busur. Mars dapat diamati pada 17 November 2021 saat fajar. Sedangkan puncak hujan meteor Draconid dapat Anda saksikan dengan mata biasa secara langsung.

Fakta Hujan Meteor Draconid

Pengamat langit di Eropa pada tahun 1933 melihat hingga 500 Draconid per menitnya. Bahkan pengamat tersebut melihat ribuan Draconid per jam di puncak hujan meteor tahun 1946.

Fenomena hujan meteor Draconid terjadi saat Bumi melalui aliran puing yang tumpah selama ribuan tahun oleh Giobini Zinner atau Comet 21P. Ledakan dramatis hanya terjadi ketika bumi melewati tepat dalam orbit komet Giacobini-Zinner tak begitu lama setelah komet berlalu.

Para pengamat memprediksi meteor dekat ini akan hadir, namun tidak begitu seterang sebelumnya. Draconid adalah hujan yang sangat terang atau bahkan tidak sama sekali. Karena sebagian mereka adalah bagian dari meteor redup.

Kebanyakan dari hujan meteor ini adalah paling baik terlihat pada pagi hari. Hanya saja dalam memaksimalkan pengalaman adalah menyaksikan Draconid dan mulai mengamatinya pada malam hari.

Baca Juga: Kepadatan Atmosfer Pluto Menurun, Akankah Bertahan Sampai 2030?

Emanuel mengatakan bahwa sebagian besar dari pengamat antariksa menganggap fenomena hujan meteor ini kurang begitu menarik.

Hal ini karena fenomena hujan meteor Draconid jumlahnya yang kecil serta tidak begitu meriah karena kebanyakan adalah cahaya redup.

Sementara pada tahun 2011 pengamat mencatat lebih dari 600 meteor terlihat setiap jamnya. Selanjutnya pada 2018 Bumi terlintasi puncak Draconid tersebut.

Menurut LAPAN, meteor tersebut dapat terlihat sejak pukul 18.15 WIB hingga 21.30 WIB. Hal ini dengan catatan intensitas antara 4 yakni untuk kupang hingga 6 meteor untuk sebagian Banda Aceh dalam per jamnya.

Namun dengan syarat waktu cuaca cerah. Bagi siapa saja yang menyukai pengamatan astronomi dapat menyaksikan fenomena hujan meteor Draconid tersebut sesuai waktu kemunculannya hari ini. (R10/HR-Online)

- Advertisment -